Waspadai Tanda Janin Lambat Berkembang Supaya Bayi Lahir Sehat

Waktu Baca: 6 menitSelasa, 21 April 2020 10:00 WIB
Janin Lambat Berkembang
Sumber: Yandex.com

Happinest.id - Momen paling bahagia saat menjadi istri adalah ketika hasil uji kehamilan ternyata positif. Rasanya dunia menjadi sangat cerah. Namun, di sisi lain tentu Moms juga merasakan ada banyak rasa takut, cemas, dan was-was mengiringinya.

Salah satu ketakutan setiap ibu hamil adalah janin lambat berkembang. Umumnya, janin dikatakan berkembang dengan lambat adalah ketika berat badan janin lebih kecil daripada standar berat badan janin pada usia kandungan tersebut. Namun, sesungguhnya bukan itu saja yang menjadi tanda janin lambat berkembang ya, Moms.

Lalu, apa saja penyebab janin lambat berkembang? Apa tanda janin lambat berkembang? Apa saja bahaya janin lambat berkembang? Simak penjelasannya dalam artikel Happinest berikut!

Kenapa Janin Lambat Berkembang?

waspadai tanda janin lambat berkembang
Sumber: Yandex.com

Secara umum, ada banyak sebab kenapa janin lambat berkembang, berikut informasi yang wajib Moms ketahui untuk kelancaran proses hamil yang sedang Moms alami.

1. Plasenta Bekerja Kurang Optimal

Saat kehamilan, plasenta berperan sebagai penyaring toksin di dalam darah. Plasenta adalah gabungan dari jaringan ikat, serta pembuluh darah janin dan ibu. Pada manusia, tipe plasentanya adalah hemokorialis, dimana jaringan janin dan ibu tergabung. Sementara, proses penyaringan darah dan penghantaran zat langsung ke tubuh bayi dilakukan enzim.

Kerja plasenta biasanya diganggu oleh mutagen berupa zat-zat kimia. Beberapa zat kimia tidak dapat di-detoksifikasi oleh plasenta. Plasenta tidak memiliki enzim untuk mengolahnya. Zat-zat yang tidak terolah ini akan menumpuk di plasenta dan mengganggu proses penyaringan. Ketika kerja plasenta terganggu, biasanya asupan oksigen ke tubuh janin juga berkurang.

Kondisi kurang oksigen ini dapat menyebabkan aktifnya mutagen (zat yang menyebabkan mutasi) di sel tubuh janin. Akibatnya cukup fatal: keterlambatan tumbuh bayi atau cacat lahir. Jadi, perhatikan zat yang Moms konsumsi dan hirup, ya. Jika zat-zat rokok, alkohol, atau suplemen yang berlebihan masuk ke tubuh, sebaiknya segera dikurangi atau lebih baik lagi bila dihindari sama sekali demi kesehatan janin.

2. Masalah Genetik

janin lambat berkembang
Sumber: Yandex.com

Masalah genetik adalah masalah yang lebih tak dapat diprediksi dan dicegah. Masalah genetik dapat terjadi secara acak. Contoh masalah genetik yang pernah terjadi adalah sindrom kelainan lahir seperti Sindrom Down (kelebihan satu kromosom/trisomi di kromosom nomor 21) dan Sindrom Patau (kelebihan satu kromosom di kromosom nomor 13).

Masalah pada gen janin dapat menyebabkan kesalahan pembentukan protein pembantu perkembangan. Akibat yang lebih fatal adalah kegagalan pembentukan protein. Ada banyak protein penting yang bisa gagal sehingga perkembangan janin lambat.

Cara mencegah masalah genetik dimulai dari tahap pra-konsepsi (sebelum perkawinan). Moms dan Dads dapat melakukan screening (pemindaian) gen masing-masing agar dapat mengetahui kemungkinan masalah genetik yang dapat terjadi. Atau melihat kembali sejarah keluarga, apakah pernah ada anggota keluarga yang memiliki masalah genetik sindrom atau kanker?

3. Kurang Air Dan Nutrisi

tanda janin lambat berkembang
Sumber: Yandex.com

Kurangnya asupan air dan nutrisi dapat berdampak pada keterlambatan perkembangan janin. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibu akan disalurkan melalui plasenta ke tubuh janin. Nutrisi yang rentan kurang bagi ibu hamil adalah zat besi (Fe) untuk tambah darah, vitamin B, dan asam folat yang bisa diperolah dari konsumsi sayuran hijau atau hati dalam kadar tertentu.

Namun, Moms harus perhatikan juga supaya jangan berlebihan ketika memakannya karena berpotensi sebagai pantangan makanan ibu hamil. Moms dapa memperoleh vitamin B dari beras merah, kacang-kacangan, dan buah. Untuk asam folat, Moms dapat memperolehnya dari kedelai dan ikan, dengan syarat ikannya harus dimasak matang ya, Moms!

4. Infeksi Pada Bayi

penyebab janin lambat berkembang
Sumber: Yandex.com

Infeksi pada bayi dapat terjadi karena sang ibu yang terinfeksi oleh patogen (mikroba penyebab penyakit). Beberapa infeksi yang dapat terjadi adalah infeksi toksoplasma (toxoplasmosis) dan infeksi dari patogen kelamin.

Toxoplasma biasanya diperoleh dari daging yang tidak dimasak hingga matang atau dari bulu kucing. Selain mencegah bakteri pencernaan dan tipus, memasak daging hingga matang juga optimal dalam mencegah infeksi toksoplasma. Efek dari infeksi toksoplasma adalah keterlambatan tumbuh janin, bahkan kematian atau keguguran.

Patogen kelamin dapat menyerang jika Moms telah terinfeksi terlebih dahulu. Sumber infeksi ini dapat hadir dari hubungan seksual pra-hamil atau pada saat hamil. Maka dari itu, sebelum Moms melakukan hubungan seksual saat hamil, pastikan bahwa Moms dan Dads bersih dari berbagai penyakit kelamin untuk melindungi janin dari infeksi.

5. Masalah Uterus

Selain masalah eksternal uterus, masalah internal uterus juga dapat menyebabkan janin lambat berkembang. Ibarat tumbuhan, jika tanah berada dalam kondisi kurang baik, tumbuhan yang berkembang di atasnya tidak dapat berkembang dengan baik juga. Jika Moms memiliki masalah pada rahim, sebaiknya konsultasi pada dokter untuk mendapatkan bantuan agar dapat hamil dengan kondisi rahim yang lebih kuat.

Ini Lima Tanda Bayi Lambat Berkembang

penyebab janin lambat berkembang
Sumber: Yandex.com

Setidaknya ada lima tanda bayi lambat berkembang. Apa sajakah itu? Simak dalam daftar berikut ya, Moms!

1. Ukuran Bayi Lebih Kecil Daripada Ukuran Standar

Dalam berbagai penelitian dan kondisi, ukuran bayi yang lebih kecil daripada normal adalah salah satu indikator bayi lambat berkembang. Tidak cukupnya nutrisi dan berbagai zat yang diperlukan untuk pertumbuhan, serta perkembangan sel membuat beberapa organ tidak terbentuk secara optimal.

2. Berat Bayi Lebih Ringan

Berat bayi yang lebih ringan adalah efek dari mengecilnya ukuran dan kurangnya laju pertumbuhan sang janin. Hal ini dapat belaku hingga usia kanak-kanak dan remaja. Kondisi seperti ini populer disebut stunting.

3. Denyut Jantung Bayi Lemah

Denyut jantung bayi yang lemah adalah pertanda kurangnya nutrisi. Apalagi jika ada kelemahan di jantung yang cukup lama, bisa-bisa menjadi indikasi kesalahan pertumbuhan jantung.

4. Malfungsi Organ Saat Lahir

Malfungsi organ akibat lambat berkembang mungkin saja terjadi. Hal ini disebabkan kurangnya kadar protein dan zat penunjang tumbuh. Bisa jadi karena keterlambatan, kerja organ baru akan normal setelah lahir.

5. Masalah Mental

Masalah mental dapat terjadi jika terjadi keterlambatan perkembangan pada otak. Beberapa ciri yang terlihat adalah agresivitas dan keterlambatan kognisi lainnya pada anak. Konsultasikan pada dokter jika Moms merasa ada sesuatu yang tidak normal pada sang bayi.

Demikian penjelasan mengenai keterlambatan perkembangan janin. Bila Moms punya pengalaman dan pengetahuan terkait janin lambat berkembang, share di kolom komentar, ya!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Waspadai Tanda Janin Lambat Berkembang Supaya Bayi Lahir Sehat"
related post
Ini Penyebab Keputihan Saat Hamil Tua, Bisa Berbahaya Untuk Janin Lho!

Tidak hanya dialami oleh wanita biasa saja, namun keputihan juga bisa dialami oleh wanita yang ... Lanjut Baca

Pemeriksaan Pap Smear Test Untuk Wanita, Apa Itu? & Berapa Biayanya?

Pasti sebagian besar dari Moms tentu sudah tidak asing dengan istilah pap smear yang marak ... Lanjut Baca

Cara Merapatkan Miss V Jadi Seperti Perawan Lagi Untuk Bahagiakan Dads

HappyFams, jika kita berbicara seputar hubungan suami istri maka ada beberapa Moms yang merasa ... Lanjut Baca