Waspadai 9 Tanda Bahaya Kehamilan. Kenali Gejalanya Disini Ya, Moms!

Waktu Baca: 6 menitRabu, 26 Juni 2019 00:00 WIB
Tanda Bahaya Kehamilan
Sumber: Hallo Sehat

Ketika seharusnya hamil menjadi satu momen yang begitu membahagiakan, namun apa jadinya jika tanda bahaya kehamilan mendatangi Moms? Was-was dan khawatir tentu langsung menghampiri, dimana tanda-tanda tersebut bisa menjadi pertanda buruk terhadap kesehatan bahkan keselamatan ibu dan janin. Namun, apa saja sih tanda-tanda yang menunjukkan jika proses kehamilan justru berbahaya bagi ibu ataupun janin? Simak ulasannya berikut ini!

1. Mengalami Pendarahan Saat Hamil

pendarahan saat hamil
Sumber: Orami

Ketika sel telur dan sel sperma bertemu, maka otomatis tidak akan ada lagi masa menstruasi hingga 9 bulan ke depan. Sehingga apabila suatu saat dalam masa perkembangan janin ini terjadi pendarahan dari area kewanitaan Moms, tentu hal ini perlu diwaspadai. Meskipun pada faktanya, pendarahan dalam jumlah sedikit masih dikatakan normal pada usia kehamilan trimester pertama.

Akan tetapi, jika pendarahan sering terjadi dan dengan jumlah banyak, tentu Moms tak boleh membiarkan hal ini terjadi terus. Secara umum, pendarahan yang terjadi saat usia kandungan masih 3 bulan atau kurang, bisa menjadi suatu tanda awal keguguran. Sedangkan, pendarahan yang dibarengi rasa sakit yang amat sangat di bagian rahim, bisa jadi indikasi berbahaya yang dapat mengancam nyawa ibu.

2. Munculnya Sakit Perut, Kepala, Dan Gangguan Penglihatan

sakit perut dan ganguan hamil
Sumber: Orami

Umumnya, rasa sakit kepala yang terjadi pada ibu hamil disebabkan karena perubahan hormon dan lonjakan tensi darah. Begitu juga dengan gangguan penglihatan yang biasanya terjadi karena perubahan hormon. Sedangkan, rasa nyeri pada perut bisa muncul karena perkembangan janin di dalam rahim sehingga menyebabkan area lutut ligament mengalami peregangan. Masalah seperti ini juga bisa mengindikasikan sesuatu yang lebih serius, seperti preeklamsia yaitu eclampsia apabila sang ibu mengalami tekanan darah tinggi.

3. Munculkan Kontraksi Secara Terus Menerus

kontraksi terus menerus
Sumber: Orami

Apabila kontraksi terjadi pada trimester awal, ini merupakan sebuah tanda bahaya kehamilan yang bisa menjadi indikasi jika bayi akan lahir prematur. Kemungkinan besar jika kontraksi terjadi terus menerus, dokter tetap akan memaksa bayi keluar sekalipun usia kehamilan belum mencapai batas waktu yang sesungguhnya (9 bulan) agar tidak membahayakan jiwa sang ibu.

4. Nyeri Ketika Buang Air Kecil

nyeri buang air kecil
Sumber: HonestDocs

Gejala kehamilan yang tak kalah berbahayanya dengan kontraksi yang terus menerus ketika usia kandungan masih muda adalah munculnya rasa nyeri ketika Moms buang air kecil. Gejala seperti ini juga cukup berbahaya, karena ini bisa menandakan bayi dapat lahir prematur. Walaupun pada faktanya, rasa nyeri ringan merupakan hal biasa pada ibu hamil yang disebabkan oleh pertumbuhan janin. Namun, apabila Moms masih mengalami nyeri yang luar biasa secara konsisten, maka lebih baik untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

5. Kelainan Letak Janin

kelainan letak janin
Sumber: Ibu Hamil

Saat sudah memasuki usia persalinan, normalnya posisi janin akan terbalik atau posisi kepala berada di bagian bawah rahim ibu dengan punggung bayi berada di bagian depan. Hal ini harus terjadi ketika usia kandungan memasuki 9 bulan, karena pada saat yang sama, janin akan masuk ke area panggul Moms.

Sayangnya, tidak semua janin memiliki posisi normal, bahkan sejak jauh-jauh waktu sebelum masa persalinan. Kondisi semacam ini biasanya akan memaksa pihak medis untuk melakukan operasi atau percepatan proses melahirkan demi menyelamatkan nyama Moms dan buah hati.

Beberapa kelainan yang bisa terjadi pada posisi janin ialah:

  • Bayi sungsang, yaitu posisi kepala berada di bagian atas rahim.
  • Bayi lintang, yaitu posisi tubuh janin yang melintang di dalam rahim.

Apabila posisi ini tidak berubah hingga masa persalinan maka tidak ada cara lain selain dengan melakukan operasi sesar.

6. Bengkak Dan Diikuti Kejang

bengkak dan kejang
Sumber: HonestDoct

Pertambahan berat badan pada ibu hamil mungkin akan menyebabkan bengkak pada bagian wajah, tangan dan kaki. Tapi ketika Moms mengalami bengkak berlebih yang disertai kejang, maka gejala seperti ini tentu perlu diwaspadai. Kondisi ini biasanya disebut dengan eklamsi. Kabar buruknya, eklamsi bisa saja memicu hilangnya nyawa ibu dan janin. Dengan begitu, ketika Moms mengalami kejang, jangan tunggu lama dan segera periksakan diri ke dokter.

7. Gerakan Janin Berkurang

gerakan janin
Sumber: Popmama.com

Setelah masuk ke usia 4-5 bulan, umumnya gerakan janin sudah bisa dirasakan oleh Moms. Memasuki usia kehamilan lebih tua, gerakan janin akan semakin kuat dan sering. Gerakan janin pun cukup teratur, sehingga Moms bisa merasakan dengan lebih jelas.

Akan tetapi, gejala ini menjadi bahaya jika pada usia kehamilan 5 bulan belum terlihat tanda-tanda pergerakan janin. Bahkan, setelah muncul gerakan pertama, lama kelamaan gerakan tersebut tidak menguat akan tetapi melemah bahkan hilang.

Jika pergerakan janin melemah selama 12 jam atau bahkan tak terasa sama sekali, ini menandakan ada kondisi yang tidak normal pada janin Moms. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda jika nyawa bayi terancam.

8. Berat Badan Moms Tidak Naik

berat badan tidak naik
Sumber: Nakita.id

Setiap pertambahan usia janin, tentu diimbangi dengan pertambahan berat badan Moms. Normalnya, sejak masa kehamilan awal hingga persalinan, Moms harus mengalami penambahan berat badan sebanyak 9-12 kg.

Namun, ketika berat badan Moms tak kunjung bertambah bahkan kurang dari 45 kg pada usia kandungan 6 bulan, ini bisa menjadi tanda bahaya yang perlu diwaspadai. Peristiwa seperti ini bisa saja terjadi karena Moms kekurangan gizi atau Moms mengalami batuk menahun, malaria, atau penyakit berbahaya lain yang wajib dicek berkala ke dokter.

Efek dari kurangnya berat badan Moms dibanding BB standar ibu hamil ialah pertumbuhan janin yang terganggu serta ancaman hilangnya nyawa janin. Tetap waspada dan lakukan pengecekan ke dokter secara berkala ya, Moms!

9. Keluar Cairan dari Vagina

cairan dari vagina
Sumber: Hallo Sehat

Bukan hanya pendarahan, cairan yang keluar dengan jumlah banyak juga bisa menjadi sesuatu yang berbahaya bila muncul saat proses kehamilan. Namun, sebelum mengidentifikasi efek dari rembesan cairan tersebut, perlu diketahui jenis cairan apa yang keluar dari vagina Moms.

Apabila ternyata cairan yang keluar merupakan air ketuban, maka penanganan utama yang harus dilakukan ialah segera mengeluarkan janin dari rahim. Jangan sampai janin menelan cairan tersebut atau nyawanya terancam. Periksakan diri segera ke dokter untuk penanganan yang tepat ya, Moms!

Jangan pernah sepelekan 9 tanda bahaya kehamilan tersebut jika kesehatan Moms dan janin ingin terjamin. Nah, bagaimana pengalaman Moms saat kehamilan? Apakah ada cerita tak terlupakan yang bisa dibagikan kepada Moms lainnya di kolom komentar? Yuk saling share!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Waspadai 9 Tanda Bahaya Kehamilan. Kenali Gejalanya Disini Ya, Moms!"
related post
Daftar Makanan Yang Dilarang Ibu Hamil, Harus Dihindari Ya Moms!

Untuk Ibu hamil menjaga pola makan sangat penting, karena apapun makanan yang masuk lewat mulut ... Lanjut Baca

Jenis-jenis Makanan Untuk Ibu Hamil Muda Yang Baik Untuk Janin Bayi

Asupan nutrisi memang sangat dibutuhkan untuk Moms yang saat ini sedang berbadan dua, terlebih lagi ... Lanjut Baca

Jenis-jenis Makanan Biar Cepat Hamil Untuk Dipahami Ibu Muda

Kehamilan menjadi idaman setiap ibu muda yang baru menikah, namun walau sudah dicoba dan diprogram ... Lanjut Baca