Waspada Balita Muntah Dan Demam, Bisa Jadi Ini Penyebabnya!

Waktu Baca: 4 menitKamis, 27 Agustus 2020 08:40 WIB
Balita Muntah
Sumber: Freepik.com

Ketika buah hati sedang sakit, tentu rasa cemas pasti akan dirasakan oleh semua orang tua. Ditambah jika balita mengalami muntah yang disertai demam, tidak jarang Moms & Dads menjadi panik. Tapi tenang dulu, muntah yang berlangsung sebentar atau tidak lebih dari dua hari termasuk wajar. Namun Moms harus waspada apabila balita muntah terus dalam jangka waktu lama atau berhari-hari, dan banyak yang dimuntahkan, bisa jadi buah hati Moms memiliki masalah serius dan harus mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Lalu apa saja penyebab muntah dan demam pada balita? Yuk cari tahu informasinya di bawah ini!

Penyebab Muntah Dan Demam Pada Balita

Sebenarnya muntah dan demam pada anak adalah gejala yang sering dialami oleh sebagian besar balita. Umumnya demam merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri apabila tubuh mengalami infeksi suatu virus atau bakteri. Apabila balita Moms mengalami demam dan muntah dalam waktu bersamaan, ada kemungkinan mereka terserang penyakit seperti:

1. Infeksi Saluran Pernafasan

balita muntah dan demam
Sumber: Yandex.com

Infeksi saluran pernafasan terjadi apabila salah satu atau lebih bagian dari saluran pernafasan seperti hidung, paru-paru, dan tenggorokan mengalami infeksi akibat virus atau bakteri. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini bervariasi untuk setiap orang. Namun untuk balita biasanya diawali dengan demam tinggi dan hidung tersumbat.

Tidak jarang balita yang mengalami hal ini menjadi rewel dan terus menangis karena merasa tidak nyaman. Tahap berikutnya balita akan batuk yang berdampak pada sesak nafas dan terkadang dapat disertai dengan muntah.

Tidak perlu panik Moms, cukup berikan obat penurun panas sesuai dengan dosis dan kompres menggunakan air hangat untuk menurunkan demamnya. Sebagai bentuk pencegahan pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan perhatikan pula makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya infeksi saluran pernafasan pada anak.

2. Infeksi Saluran Pencernaan (Gastroenteritis)

Gastroenteritis merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan yang ditandai dengan diare atau muntah. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit dan menyebar melalui makanan atau air yang tidak bersih atau terkontaminasi. Gastroenteritis dapat dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak. Pada balita muntah dan demam adalah gejala yang ditumbulkan dari gastroenteritis selain diare, sakit perut, serta hilang nafsu makan.

Sebenarnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 – 5 hari. Yang terpenting adalah Moms harus memastikan bahwa buah hati tidak mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan tubuh. Untuk itu penting bagi orang tua untuk selalu membiasakan gaya hidup sehat dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan serta memilih makanan yang bersih dan bergizi untuk dikonsumsi.

3. Terjatuh

balita muntah setelah jatuh
Sumber: Yandex.com

Jatuh menjadi hal wajar dialami bagi kebanyakan balita yang sedang memasuki tahap eksplorasi terutama untuk anak yang aktif mencoba hal baru. Yang perlu diwaspadai yakni apabila balita muntah setelah jatuh terutama pada bagian kepala, kemudian mengalami kesulitan untuk bernafas, hingga tidak sadarkan diri. Sebagai orang tua, Moms harus menghubungi petugas medis secepatnya.

Usahakan untuk tidak memindahkan anak sembarangan, kecuali berada dalam bahaya lebih lanjut. Jika anak berhenti bernafas lakukan CPR dan bebat luka apabila terjadi pendarahan hingga bantuan tiba.

Selain itu, apabila Moms melihat pupil mata berukuran tidak sama atau lebih besar dibandingkan dengan pupil mata normal setelah mengalami cedera pada kepala, bisa jadi terjadi pembengkakan di sekitar otak dan ini merupakan kondisi darurat. Tidak perlu panik, penanganan medis yang tepat dapat memulihkan kondisi anak dengan cepat.

4. Demam Tifoid

Demam tifoid atau tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella thphi ata Salmonella paratyphi yang dapat ditemukan pada makanan dan minuman terkontaminasi. Gejala tipes pada anak tidak jauh berbeda dengan orang dewasa seperti demam tinggi mencapai 40 derajat celcius, lemah, tubuh pegal, sakit kepala, nafsu makan hilang hingga mual dan muntah.

Tipes pada balita sangat jarang hingga sampai yang menyebabkan komplikasi kesehatan ke arah serius. Jika ditemukan, biasanya hanya masalah pencernaan seperti lubang pada usus. Sangat disarankan untuk melakukan perawatan di rumah sakit untuk pengobatannya. Dokter akan memberikan antibiotik untuk 1-2 minggu dan akan dirawat di rumah sakit selama 3 hingga 5 hari.

Perawatan di rumah juga masih diperlukan agar buah hati cepat kembali pulih. Moms bisa memberikan air putih, jus buah ataupun air kelapa untuk membuat tubuh anak tetap terhidrasi. Selain itu perhatikan juga asupan makanan untuk dapat dengan mudah dicerna oleh perut dan tidak menyebabkan mual atau diare.

5. Keracunan Makanan

balita muntah di malam hari
Sumber: Yandex.com

Ada kalanya balita muntah di malam hari dan itu tidak boleh dianggap sepele. Bisa jadi buah hati Moms mengalami keracunan makanan. Keracuanan makanan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Makanan dibiarkan dalam kondisi terbuka sehingga ada kemungkinan dapat dihinggapi oleh hewan ataupun kuman.
  • Makanan kedaluarsa atau basi.
  • Makanan yang tidak masak dengan benar atau tidak matang sempurna.

Keracunan makanan tidak hanya menyebabkan muntah saja, biasanya diikuti oleh gejala lain seperti sakit perut, mual, demam, pusing, berkeringat hingga diare.

Untuk itu sebagai orang tua penting sekali menjaga kesehatan anak untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan. Apabila buah hati Moms mengalami demam dan muntah dalam kurun waktu lama, ada baiknya segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Semoga buah hati HappyFams selalu dalam keadaan sehat dan walafiat, Amin.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Waspada Balita Muntah Dan Demam, Bisa Jadi Ini Penyebabnya!"
related post
Cara Merawat Miss V Setelah Melahirkan Secara Alami Agar Tetap Bersih

Menjadi seorang wanita menjaga kebersihan anggota tubuh penting untuk dilakukan termasuk dalam menjaga kesehatan organ ... Lanjut Baca

Suara Perut Keroncongan Di Saat Penting, Ini Trik Menghilangkannya

Sedang asyik-asyiknya rapat dengan atasan, ketika bos sedang menjelaskan tentang rencana perusahaan tiba-tiba saja mendadak ... Lanjut Baca

Cara Mengatasi Asma Kambuh Dengan Olahraga, Asma Bisa Sembuh Tuntas

Penderita asma biasanya membatasi diri melakukan kegiatan yang berat, karena takut penyakit asmanya akan kambuh. ... Lanjut Baca