Tips Menjadi Ayah Nomor 1 Di Dunia Yang Dicintai Istri Dan Anak-Anak

Waktu Baca: 3 menitRabu, 20 Mei 2020 11:51 WIB
Kedekatan Emosional Ayah Dan Anak
Sumber: valleyeye

happinest.id - Dahulu, mengasuh anak seperti menjadi kewajiban seorang ibu. Ayah nyaris tidak pernah ikut campur dalam urusan ini karena mereka adalah kepala keluarga, orang yang bertugas mencari uang untuk keluarganya.

Tapi saat ini, makin banyak ayah yang eksis dengan putra dan putrinya. Semakin hari, kebiasaan ini pun semakin menular dan populer di masyarakat. Para ayah berlomba-lomba ingin dekat dengan anak-anaknya, sekaligus meringankan beban pasangan untuk mengasuh mereka. Bahkan ada yang menganggap masalah ini sebagai hal serius, menjadikannya sebagai persaingan untuk menjadikan dirinya ayah terbaik di Dunia.

Bukan hal yang negatif untuk menjadi ayah nomor satu di Dunia. Pertanyaannya, sanggupkah Dads melakukannya? Berikut adalah tips supaya dikenal sebagai ayah terbaik bagi keluarga.

Sediakan Waktu untuk Anak

Tentu saja harus menyediakan waktu bagi anak. Ciptakan keseimbangan antara kerja dan keluarga. Ingatlah bahwa waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa anak-anak cepat besar. Jangan buang waktu, ciptakan waktu yang menyenangkan bersama mereka. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang berkualitas dimana waktu digunakan semaksimal mungkin fokus terhadap anak tidak menggunakan smartphone menjadi cara terbaik.

Menanamkan Disiplin dengan Baik

Dari ayah, seorang anak belajar tanggung jawab dan disiplin, bukan hukuman atau batasan yang terlalu keras. Sebagai seorang ayah, selalu ingatkan anak akan konsekuensi atas segala tindakannya. Tanamkan dengan cara yang unik dan baik supaya anak tak pernah bosan belajar disiplin dari Anda.

Menjadi Teladan Bagi Anak

Kepada siapa lagi sang anak harus berpaling kalau tidak ke orang tua mereka? Sejak kecil, jadilah teladan bagi anak-anak, mulai dari cara sederhana hingga luar biasa. Dari membuang sampah pada tempatnya hingga bagaimana menghadapi permasalahan dengan teman-teman di sekolah. Ajarkan kepada sang putri, gambaran pria sejati yang menghormati wanita agar dirinya tidak salah pilih pasangan. Didiklah mereka untuk tahu besarnya arti kejujuran, tanggung jawab, dan kerendahan hati. Ingat Dads, Anak belajar dari melihat apa yang dilakukan orang tuanya bukan dari perintah.

Tak Hanya Didengarkan, Ayah Juga Harus Mau Mendengarkan

Ajari anak supaya hormat kepada semua orang, tak hanya orang-orang yang lebih tua darinya. Sejak kecil, biasakan untuk saling mendengar dan didengarkan. Sesekali, angkat topik yang agak sulit supaya mereka terbiasa dan lebih mudah menghadapinya saat sudah besar.

Ayah = Guru

Bukan hanya guru sekolah yang bertugas mendidik anak-anak. Ayah pun juga bisa menjadi guru yang baik bagi mereka, namun dengan mata pelajaran yang berbeda, yaitu kehidupan sehari-hari. Ajarkan anak-anak cara membedakan tindakan baik dan buruk, serta memberi semangat untuk selalu memberikan yang terbaik.

Makan Bersama

Meskipun sedang repot, walau macet mendera, usahakan supaya datang tepat waktu agar bisa menikmati makan bersama anak-anak. Sambil makan, ajak anak-anak untuk berdiskusi tentang cerita mereka hari ini, serta apa yang ingin mereka perbuat. Dengarkan, dan carilah celah untuk terlibat di dalamnya.

Membaca untuk Si Kecil

Walaupun sekarang jamannya internet dan audio book merajalela di mana-mana, pilihlah cara yang tradisional, membacakan cerita menarik saat mereka masih kanak-kanak. Ketika mulai beranjak besar dan sudah belajar membaca di sekolah, beri semangat untuk membacanya sendiri, tentunya dengan ditemani ayah. Tanamkan minat baca sejak dini agar mereka tumbuh sebagai generasi pecinta pengetahuan.

Hormati Orang Tua Teman si Kecil

Biarkan anak-anak tahu bahwa orang yang lebih tua juga harus saling menghormati satu sama lain. Selain berguna untuk si kecil, Anda juga bisa menambah teman, atau bahkan rekan bisnis.

Dimulai Sejak Sebelum si Kecil Lahir

Menjalin ikatan yang kuat bukan hanya ketika si kecil masih balita. Ayah wajib melakukannya bahkan ketika anak sedang di dalam perut ibu, kemudian jalin kontak sentuhan, bermain bersama, dan berbicara ketika sudah lahir.

Bagaimana, sudah siap menjadi ayah terbaik di Dunia untuk anak dan keluarga? Jangan ragu meski mungkin sekarang Dads belum siap, masih mementingkan ego, atau belum menunjukkan sifat kebapakan. Manfaatkan momentum memiliki anak untuk tidak mengubah, tapi meningkatkan diri.

Saat dianugerahi anak, tanamkan pesan, “Aku ingin menjadi ayahmu. Aku ingin dekat denganmu dan kita akan memiliki waktu bersama-sama yang menyenangkan.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Tips Menjadi Ayah Nomor 1 Di Dunia Yang Dicintai Istri Dan Anak-Anak"