Tanda Pubertas Anak Remaja, Pahami 7 Cirinya Disini Yuk!

Waktu Baca: 7 menitKamis, 04 April 2019 13:52 WIB
Pubertas Anak Remaja
Sumber: Pexels.com/Ba Phi

Menginjak usia remaja, banyak sekali perubahan yang terjadi pada anak. Sebagai orangtua yang tanggap, Moms and Dads harus paham perubahan apa saja yang terjadi pada anak. Hal ini sebagai langkah awal untuk mempersiapkan diri dalam menentukan sikap pada anak. Umumnya, memang anak sudah mulai mengalami pubertas pada masa remaja. Pubertas sering juga disebut puncak tumbuh kembang anak. Orangtua tentu tidak boleh melewatkannya agar dapat mendukung tumbuh kembang anak dengan baik. Nah, untuk mendukung tumbuh kembangnya, Moms and Dads harus tahu tanda pubertas anak remaja. Nah, berikut adalah beberapa ciri-ciri pubertas pada laki-laki dan perempuan yang bisa Moms and Dads pelajari!

1. Meningkatnya Tinggi Dan Berat Badan

Tanda pubertas anak remaja yang paling nampak adalah meningkatnya tinggi dan berat badan. Memasuki usia remaja, baik anak laki-laki maupun perempuan pasti akan mengalami perubahan ini sebagai ciri awal pubertas yang paling mudah diketahui. Tentu saja, Moms dan Dads harus memperhatikan fase yang dialami anak saat ini agar bisa mengoptimalkan tinggi badan serta mengatur berat badan anak remaja supaya tetap seimbang.

Pahamilah juga bahwa ketika mengalami masa pubertas, remaja membutuhkan banyak energi untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini kerap menyebabkan remaja mudah lapar dan makan dengan porsi tak terkendali. Tidak terkontrolnya asupan nutrisi dalam tubuh sering membuat remaja mengalami obesitas. Jangan sampai hal ini terjadi ya, Moms dan Dads! Di sisi lain, tak jarang juga hal ini membuat orangtua terlalu ketat dalam mengatur diet, yang justru mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan anak. Oleh sebab itu, orangtua harus mampu mengontrol asupan nutrisi secara tepat agar pertumbuhan dan perkembangan anak bisa berlangsung dengan baik.

2. Payudara Membesar

Menginjak usia remaja, ciri-ciri pubertas pada perempuan yang paling tampak adalah mulai membesarnya payudara. Jaringan payudara remaja perempuan mulai tumbuh secara signifikan, dan daerah areola mulai berpigmen. Dalam fase ini, perhatian dari Moms sangat dibutuhkan anak perempuan. Jika sebelumnya Moms memberikan kaos dalam biasa pada remaja putri, kini Moms perlu untuk memberinya miniset atau bra yang nyaman dan sesuai untuk pertumbuhan payudara.

Tak hanya remaja perempuan, rupanya payudara remaja laki-laki juga membesar. Mengapa bisa begitu? Hal ini disebabkan karena payudara remaja laki-laki akan mendapat timbunan lemak di bawah puting, dimana fase seperti ini merupakan sesuatu yang wajar. Namun, bila timbunan lemak terus bertambah dan tidak juga hilang, bisa jadi anak remaja Moms dan Dads mengalami obesitas.

3. Terjadi Perubahan Pada Area Sekitar Kemaluan

Tanda pubertas anak remaja selanjutnya adalah terjadinya perubahan pada kemaluan. Baik pada remaja laki-laki maupun perempuan, perubahan ini akan terjadi. Salah satu perubahan yang terjadi adalah munculnya rambut halus pada kemaluan dan sekitarnya.

Tumbuhnya rambut halus pada area kemaluan bisa juga tidak terjadi pada sebagian remaja. Jadi, Moms dan Dads tidak perlu khawatir jika anak remaja Moms dan Dads tidak mengalami hal ini. Tak hanya pada kemaluan, tumbuhnya rambut halus bisa juga terjadi pada area lain, seperti ketiak bahkan kumis tipis pada remaja putra.

Perubahan lain yang terjadi pada remaja laki-laki adalah membesarnya ukuran testis dan penis. Untuk hal ini, Moms dan Dads harus tanggap dalam membelikan celana dalam yang nyaman untuk remaja putra yang kini sudah tumbuh semakin besar.

4. Menstruasi Atau Mimpi Basah

Salah satu ciri-ciri pubertas yang paling penting adalah terjadinya menstruasi dan mimpi basah. Remaja perempuan benar-benar memasuki pubertas jika sudah mengalami menarche, atau menstruasi pertama. Sebelum menstruasi, remaja biasanya akan merasakan sakit di sekujur badan, gatal pada area vagina, dan mengalami keputihan.

Sebagai orangtua tanggap, Moms harus memahami ciri-ciri masa pubertas ini untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan ketika anak remaja mulai mengalami menstruasi. Ajarkan pula pengetahuan dasar seperti menggunakan pembalut, serta pentingnya menjaga kebersihan organ intim untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya. Yang paling penting, Moms dan Dads juga harus mulai memberikan edukasi seks pada anak remaja.

Pahami juga bahwa bila remaja perempuan mengalami menstruasi, maka remaja laki-laki akan mengalami mimpi basah sebagai gerbang kedewasaannya. Mimpi basah adalah ciri-ciri pubertas pada laki-laki, di mana remaja akan mengeluarkan semen atau sperma saat tidur. Karena tak semua remaja putra langsung menceritakan hal ini pada orangtua, Moms dan Dads harus lebih aktif bertanya mengenai hal ini.

Telah mengalami mimpi basah, orangtua harus mulai menanamkan edukasi seks pada anak laki-laki agar mulai berhati-hati dalam bergaul. Selain mimpi basah, pada fase ini remaja laki-laki bisa mengalami ereksi bila mendapat rangsangan. Maka dari itu, Moms dan Dads perlu memberi pengawasan lebih pada anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar.

5. Perubahan Bentuk Wajah, Suara, Dan Bau Badan

Tanda pubertas anak remaja berikutnya adalah terjadinya perubahan pada beberapa aspek, yaitu bentuk wajah, suara, dan bau badan. Pubertas pada anak perempuan akan membuat suara yang semula melengking akan mulai melembut. Sedangkan pada remaja laki-laki, suaranya yang semula tinggi menjadi lebih rendah dan membesar.

Kemudian, perubahan lain yang sering tidak disadari oleh orangtua adalah perubahan pada wajah. Remaja akan mulai kehilangan lemak bayi pada wajah dan menunjukkan karakter wajah sebenarnya. Ada yang menjadi lebih bulat, oval, bahkan menunjukkan karakter wajah yang tegas.

Perubahan selanjutnya adalah bau badan. Aktifnya hormon-hormon dalam tubuh juga mempengaruhi produksi keringat. Keringat pada remaja mulai mengeluarkan bau seperti orang dewasa pada umumnya yang sering menimbulkan kekhawatiran. Untuk mengatasi hal ini, orangtua perlu memberikan arahan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengenalkannya dengan beragai produk yang dapat menjaga tubuhnya tetap wangi.

6. Mulai Terlihat Menjaga Jarak Dengan Orangtua

Perubahan selanjutnya yang kerap membuat gelisah para orangtua adalah mulai munculnya jarak antara orangtua dan anak remaja. Moms dan Dads tak perlu khawatir, karena hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Anak remaja mulai merasa malu ketika dekat dengan orangtua, apalagi sudah mengalami berbagai perubahan bentuk badan yang membuatnya sadar bahwa ia bukan lagi anak kecil. Nah, daripada memusingkan hal ini, Moms dan Dads lebih baik memikirkan cara untuk tetap membangun komunikasi efektif dengan anak. Jangan lupa untuk mulai memberinya ruang mengenai privasi.

7. Emosi Yang Labil

Terjadinya menstruasi dan mimpi basah merupakan pertanda memuncaknya hormon yang mempengaruhi suasana hati remaja. Saat fase ini, mereka belum bisa melakukan kontrol emosi dengan baik, sehingga emosi remaja dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat. Dalam hal ini, Moms dan Dads harus memahami dan tak terlalu mengambil pusing akan perubahan ini.

Untuk menghadapi mood swing pada remaja, orangtua perlu memilih waktu yang tepat dalam mengajaknya berdiskusi. Sebagai lingkungan sosial pertama, keluarga adalah tempat terbaik untuk memberikan pendidikan mengenai kontrol emosi, sehingga anak mampu mengendalikan suasana hatinya secara bertahap.

Demikianlah beberapa tanda pubertas anak remaja yang bisa Moms dan Dads pelajari. Sebagai orangtua tanggap, jangan lupa untuk selalu memerhatikan perubahan pada anak remaja Anda agar tidak melewatkan momen pubertasnya, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak dengan maksimal. Nah, bagaimana dengan Moms dan Dads? Apakah punya tips sendiri ketika menghadapi perubahan anak saat remaja? Share di komentar yuk!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Tanda Pubertas Anak Remaja, Pahami 7 Cirinya Disini Yuk!"