Tak Harus Drama, Ini 7 Tips Menghadapi Remaja Secara Efektif

Waktu Baca: 6 menitKamis, 04 April 2019 13:07 WIB
Drama Masalah Remaja
Sumber: pexels

Beranjak remaja, banyak sekali perubahan yang terjadi pada anak. Perubahan sikap pada remaja kerap membuat para orangtua menjadi gelisah dalam menentukan sikap. Untuk menghadapi hal ini, Moms dan Dads perlu menyesuaikan diri terhadap perubahan anak agar tidak mengalami kesulitan dalam mendidik anak remaja. Bahkan, tak jarang perubahan pada remaja serta orangtua yang belum terbiasa dengan perubahan tersebut membuat Moms dan Dads sering terlibat perdebatan dengan anak. Moms dan Dads tentu tak mau menjadi jauh dan kesulitan dalam berkomunikasi dengan anak karena kerap mengalami perdebatan. Tak harus drama, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Moms dan Dads dalam menghadapi remaja secara efektif. Simak yuk!

1. Menjalin Persahabatan Dengan Anak

Menginjak usia remaja, anak akan mulai menjaga jarak dengan orangtua. Bahkan, dalam fase remaja seperti ini, anak cenderung menyimpan permasalahan dan membaginya dengan sahabat dibanding harus terbuka dengan orangtua. Hal ini kerap membuat orangtua menjadi khawatir karena tidak mengetahui masalah apa yang sebenarnya dialami oleh anak remaja.

Untuk mengatasi remaja yang mulai menjaga jarak dengan orangtua, Moms dan Dads perlu melakukan introspeksi diri. Bisa jadi hal ini dilakukan oleh remaja karena sang anak merasa tidak pernah didengarkan atau tidak dihargai ketika bercerita. Tak hanya sebagai orangtua, Moms dan Dads sebaiknya bisa menjalin persahabatan dengan anak agar ia nyaman dalam mengungkapkan setiap masalah yang tengah dihadapi. Jalinan persahabatan antara orangtua dan anak sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi remaja introvert.

2. Memberikan Alasan yang Masuk Akal

Tak lagi mematuhi apa yang dianjurkan atau dilarang oleh orangtua, remaja akan mulai menganalisis apa yang dikatakan oleh orangtua. Dalam mendidik remaja, Moms dan Dads harus paham satu hal yang penting bagi remaja, yaitu alasan. Setiap memberi nasihat mengenai apa yang dianjurkan atau dilarang, orangtua harus mampu memberi alasan yang jelas atas rekomendasi yang diberikan.

Di usia remaja, Moms dan Dads tidak bisa lagi menekan kehendak orangtua pada anak menggunakan emosi, apalagi dalam menghadapi remaja keras kepala. Daripada menggunakan emosi yang justru membuat anak menjadi semakin membangkang dan tempramen, Moms dan Dads perlu menjelaskan setiap alasan atas keputusan yang diambil dengan bijaksana. Tak hanya membuat remaja mengerti maksud baik orangtua, perilaku ini akan menjadi contoh untuknya dalam mengambil keputusan.

3. Bersikap Tegas terhadap Anak

Moms dan Dads harus memahami bahwa ketika anak memasuki usia remaja, orangtua tidak bisa lagi mengekspresikan cinta secara berlebihan. Memanjakan anak justru akan membuatnya menjadi lemah ketika terjun ke kehidupan sosial yang sebenarnya. Selain menjadi terlalu tergantung kepada orangtua, memanjakan anak bisa pula membuat anak memandang orangtua sebagai sosok yang bisa disepelekan.

Ketika anak beranjak remaja, salah satu tips menghadapi remaja yang susah diatur paling efektif adalah dengan menunjukkan ketegasan terhadap anak. Ketegasan biasanya sangat lekat dengan sosok ayah, sehingga Dads memiliki peran penting dalam sikap ini. Pahami juga ketika Dads tengah menegur anak, jangan sekali-kali Moms membela anak atau malah ikut menegur.

Membelanya ketika tengah ditegur akan membuat anak merasa memiliki tameng dan menurunkan wibawa Dads di mata anak. Sedangkan, ikut menegur justru membuat anak merasa tertekan dan tidak memiliki tempat untuk bersandar. Hal ini lah yang membuat anak mencari orang lain, seperti sahabat sebagai tempat bercerita. Yang perlu Moms lakukan adalah mendekati anak dan memberinya pengertian secara halus ketika Dads selesai menegurnya.

4. Menyiapkan Waktu Istimewa Untuk Berdiskusi

Jarak yang terbentuk antara remaja dan orangtua bisa jadi karena kurangnya waktu untuk berkumpul dalam keluarga. Apalagi bagi millennial parents yang sibuk bekerja. Moms dan Dads perlu untuk meluangkan waktu dan merencanakan acara istimewa untuk berkumpul dengan keluarga sambil berdiskusi dengan anak.

Diskusi yang dilakukan sambil bersantai justru lebih efektif dari pada dilakukan secara kaku dan tak terencana. Dengan cara ini, remaja merasa lebih diperhatikan, sehingga akan nyaman dalam menceritakan hal-hal yang mungkin mengganggunya. Tak hanya sebagai ajang diskusi, waktu istimewa seperti piknik, liburan, atau makan di akhir pekan bersama akan semakin merekatkan hubungan keluarga.

5. Mengontrol Tanpa Mengatur Pergaulan Anak

Takut anak remaja terjerumus dalam pergaulan yang negatif, orangtua sering terlalu ikut campur dan mengatur pergaulan anak. Hal ini adalah yang paling dibenci anak dan membuatnya menjadi tidak jujur dengan orangtua mengenai pergaulannya. Daripada mengatur dan terus memberikan larangan-larangan pada anak dalam bergaul, Moms dan Dads cukup mengontrol pergaulannya saja.

Moms dan Dads bisa bertanya sesekali tentang teman-teman sang anak, dan menekankan bahwa Moms dan Dads memberikan kepercayaan padanya. Memberi anak kepercayaan, akan membuatnya menjadi semakin bertanggungjawab dan selektif dalam bergaul. Hal ini adalah cara paling ampuh dalam menghadapi remaja yang suka berbohong, karena tidak suka terlalu diatur oleh orangtua. Moms dan Dads juga perlu memberikan edukasi mengenai pergaulan dan bahaya dari narkoba, seks bebas, serta dampak pergaulan yang negatif agar anak mampu membangun pergaulan yang positif.

6. Menerapkan Pola Hidup Sehat Dalam Keluarga

Tak melulu berbicara mengenai teori, salah satu tips menghadapi remaja secara efektif adalah dengan melakukan penerapan dalam keluarga. Pada usia remaja, anak akan mulai mengalami perubahan fisik dan psikologi sebagai tanda pubertas. Oleh sebab itu, orangtua perlu menerapkan pola hidup sehat agar pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi optimal. Bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, olahraga juga diperlukan untuk menjaga kesehatan mental, terutama dalam menghadapi remaja pemberontak. Remaja kerap mengalami stres karena suasana hatinya yang cepat berubah. Jadi, buatlah budaya olahraga di keluarga sehingga mampu menekan hormon stres yang membuat emosi anak menjadi lebih stabil.

7. Memberi Arahan Mengenai Nilai-Nilai Moral Dan Agama

Moms dan Dads pasti tak ingin sang anak remaja melanggar nilai-nilai moral dan agama. Oleh sebab itu, orangtua bisa memberikan arahan terhadap anak melalui diskusi-diskusi kecil kala berkumpul bersama keluarga. Seperti yang telah diketahui, keluarga adalah tempat pertama pendidikan dimulai, maka dalam lingkungan keluarga pula nilai-nilai yang diajarkan harus diterapkan.

Untuk membuat anak menerapkan nilai-nilai yang diajarkan, Moms dan Dads harus memberi contoh positif kepada anak. Misalnya dengan beribadah secara taat, tidak melanggar rambu lalu lintas, toleransi terhadap sesama, dan contoh lain yang relevan. Dengan cara ini, remaja akan lebih mudah dalam menyerap ajaran yang diberikan oleh orangtua.

Nah, Moms dan Dads sudah paham bukan, bagaimana cara menghadapi remaja secara efektif. Sebagai orangtua, Moms dan Dads harus mampu mengatasi setiap perubahan pada anak remaja agar tetap terjalin hubungan yang harmonis dalam keluarga. Jadi, tetap semangat, ya!

Moms and Dads punya tips lain dalam menghadapi remaja? Yuk, share di kolom komentar!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Tak Harus Drama, Ini 7 Tips Menghadapi Remaja Secara Efektif"
related post
Bagaimana Cara Balikan Sama Mantan Yang Sudah Lama Putus? Bisa, Tapi!

Bagi beberapa orang berpisah dengan seseorang yang pernah menjalin hubungan percintaan bukanlah hal yang ... Lanjut Baca