Ragam Sakit Kepala Yang Berbahaya Bila Tidak Ditangani Segera

Waktu Baca: 5 menitSelasa, 07 April 2020 10:00 WIB
Sakit Kepala
Sumber: Freepik.com

Hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala, bahkan anak kecil sekalipun juga bisa mengalaminya. Biasanya sakit kepala muncul dengan rasa nyeri sakit di bagian kepala yang dapat muncul secara tiba-tiba ataupun bertahap. Rasa nyeri tersebut bisa terjadi pada salah satu bagian atau keseluruhan kepala. Tingkat rasa sakitnya juga beragam, dapat terasa ringan dengan hitungan jam, serta bisa membuat seseorang tidak sadarkan diri karena terlalu sakit, dan bahkan adapula yang mengalaminya berhari-hari.

Gejala Sakit Kepala

Banyak yang berpendapat jika sakit kepala merupakan suatu penyakit. Padahal, sakit kepala menjadi pertanda adanya suatu penyakit, baik yang berada di kepala maupun anggota tubuh lainnya. Secara umum, gejala sakit kepala ditandai adanya sakit pada kepala, kemudian menjalar hingga wajah, leher, dan bahu. Terkadang bagi yang mengalaminya, penglihatan bisa menjadi buram, sensitif pada cahaya, dan juga suara.

Penyebab Sakit Kepala

Sakit kepala dapat disebabkan oleh bermacam faktor, seperti gaya hidup dan penyakit. Secara umum, penyebab sakit kepala dikelompokkan menjadi 2 faktor, yakni primer dan sekunder.

A. Faktor Primer

Penyebab sakit kepala primer ini tidak ada hubungannya dengan suatu penyakit atau terjadi masalah pada struktur kepala yang sensitif terhadap rasa sakit. Sakit kepala ini biasanya berhubungan dengan pembuluh darah, otot, saraf dan leher. Contoh dari sakit kepala primer, yakni migrain, sakit kepala tegang, dan sakit kepala cluster.

B. Faktor Sekunder

Sakit kepala sekunder terjadi akibat adanya suatu penyakit tertentu, sehingga mengaktifkan saraf sakit di bagian kepala. Secara umum penyebab sakit kepala ini adalah sebagai berikut.

  • Flu
  • Sakit gigi
  • Infeksi telinga
  • Sinusitis
  • Terlambat makan
  • Keracunan karbon monoksida
  • Meningitis
  • Radang otak
  • Gegar otak
  • Perubahan hormon
  • Jenis Sakit Kepala

Sakit kepala ada beragam jenis, diklasifikasikan pada bagian kepala mana saja yang mengalami sakit. Hal ini penting untuk diketahui oleh Moms agar lebih paham penyebab, serta cara penanganannya bila terjadi sakit kepala. Lantas, ada berapa jenis sakit kepala itu? Berikut penjelasannya ya, Moms.

1. Sakit Kepala Depan

sakit kepala sebelah
Sumber: Freepik.com

Sakit kepala depan menjadi sakit kepala yang paling sering dan banyak dialami oleh semua orang. Beberapa jenis faktor penyebab sakit kepala depan, yakni adalah:

  • Sinusitis, terjadi karena adanya peradangan pada dinding sinus, yang biasanya memberikan rasa nyeri pada bagian depan kepala, khususnya area wajah.
  • Migrain atau sakit kepala sebelah, umumnya terjadi nyeri pada area depan atau samping kepala. Terkadang, jika seseorang menderita migrain, maka ia akan dapat merasa mual, muntah, dan menjadi lebih sensitif terhadap suara dan cahaya.
  • Sakit kepala tegang (tension headache) paling banyak dialami banyak orang. Durasinya dapat berlangsung selama 30 hingga beberapa jam. Penyebab sakit kepala tegang ini masih belum diketahui, namun stres, depresi, dan kecemasan dapat menjadi pemicunya.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan. Banyak orang mengkonsumsi obat untuk menghilangkan sakit kepala, namun jika dikonsumsi secara berlebihan justru dapat menyebabkan nyeri di bagian kepala, khususnya pada bagian depan dan bagian atas.
  • Sakit kepala cluster, terjadi nyeri pada bagian belakang mata dan terjadi secara mendadak, serta berlangsung selama 15 menit hingga 3 jam. Penyebabnya masih belum diketahui, namun sering terjadi pada perokok dan peminum alkohol.

2. Sakit Kepala Samping

sakit kepala sebelah kiri
Sumber: Freepik.com

Bagi sebagian besar orang yang mengalami sakit kepala samping, akan merasakan nyeri di keseluruhan kepala. Meskipun dikatakan sakit kepala samping, pada kenyataannya sakit kepala antara sisi kanan dan sisi kiri disebabkan oleh faktor yang berbeda.

  • Sakit kepala sebelah kanan, terjadi akibat adanya migrain kronis, sakit kepala kronis, hemicrania continua (sakit kepala yang sangat langka), stroke, tekanan pada rongga kepala, tumor otak, hingga cedera otak.
  • Sakit kepala sebelah kiri, sering terjadi oleh banyak orang akibat gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang tidur, telat makan, stres, alergi, tekanan darah tinggi, gegar otak, dan gangguan saraf.

3. Sakit Kepala Belakang

sakit kepala belakang
Sumber: Freepik.com

Sedangkan, untuk sakit kepala belakang dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut.

  • Sakit kepala tegang. Ini bisa terjadi akibat seseorang mengalami stres, kelaparan, kelelahan, dan kurang tidur.
  • Sakit kepala akibat melakukan aktivitas fisik atau dikenal dengan nama exertional. Nyeri yang dirasakan oleh penderita biasanya terjadi pada bagian belakang mata hingga seluruh kepala.
  • Migran basilar. Sakit yang muncul pada bagian belakang kepala terutama pada arteri basilar. Umumnya, migran basilar diawali dengan pandangan yang kabur, pusing, telinga berdenging, kebutaan sementara, gangguan berbicara dan pendengaran.
  • Neuralgia oksipital (occipital neuralgia), sakit kepala ini disebabkan adanya gangguan pada saraf oksipital yang terdapat pada saraf tulang belakang. Lokasinya berada di pangkal leher hingga kepala, dimana rasa nyeri yang timbul merupakan akibat adanya cedera atau iritasi pada saraf oksipital.

Cara Menghilangkan Sakit Kepala

cara menghilangkan sakit kepala
Sumber: Freepik.com

Bagi beberapa orang, sakit kepala memang cukup mengganggu, bahkan dapat menghambat segala macam aktivitas. Tidak perlu khawatir ya, Moms! Berikut Happinest bagikan beberapa cara yang bisa Moms ikuti untuk menghilangkan sakit kepala, serta meminimalisir nyerinya.

  1. Istirahat Di Ruang Gelap
    Jika Moms yang sedang mengalami migrain, ada baiknya pergi ke ruangan minim cahaya, dan jauh dari keramaian. Saat migrain, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan suara. Agar semakin efektif, cobalah untuk beristirahat agar dapat membantu mengurangi rasa sakit.
  2. Segera Makan Dan Minum
    Terkadang sakit kepala dapat dipicu akibat tubuh kelaparan dan dehidrasi. Namun, banyak orang yang mengabaikan hal ini dengan alasan terlalu sibuk dengan pekerjaan. Usahakan untuk mengisi perut dengan makanan meskipun sedikit, serta jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi air putih.
  3. Istirahat Yang Cukup
    Kurang tidur hingga stres membuat seseorang menjadi mudah mengalami sakit kepala. Tidak ada salahnya untuk mencoba mengistirahatkan tubuh agar otot menjadi rileks kembali. Untuk orang dewasa, dianjurkan untuk tidur selama 7 hingga 8 jam sehari, karena jika kurang atau lebih dari itu justru dapat berpotensi menimbulkan sakit kepala.
  4. Minum Obat Sakit Kepala

obat sakit kepala
Sumber: Freepik.com

Saat sakit kepala tidak dapat ditahan, sangat disarankan untuk minum obat sakit kepala yang mengandung ibuprofen, paracetamol, atau aspirin. Obat-obatan tersebut dapat mengurangi, dan menghilangkan rasa sakit pada kepala. Penting juga bagi Moms untuk memperhatikan dosis obat yang akan diminum, serta akan lebih baik bila sudah sesuai dengan petunjuk dokter.

5. Kompres Dengan Es Batu

Sakit kepala juga dapat diredakan dengan menggunakan es batu. Usapkan es batu pada bagian atas kepala menuju garis rambut, lalu ke sisi telinga. Es batu juga dapat diletakkan di bawah tengkorak kepala untuk mengurangi rasa sakit di bagian belakang.

Demikian penjelasan lengkap mengenai ragam sakit kepala serta cara penanganannya. Jika sakit kepala tidak berangsur membaik selama beberapa hari, segera pergi ke dokter ya, Moms. Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat bagi keluarga.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Ragam Sakit Kepala Yang Berbahaya Bila Tidak Ditangani Segera"
related post
Cara Mengatasi Asma Kambuh Dengan Olahraga, Asma Bisa Sembuh Tuntas

Penderita asma biasanya membatasi diri melakukan kegiatan yang berat, karena takut penyakit asmanya akan kambuh. ... Lanjut Baca

Cara Merawat Miss V Setelah Melahirkan Secara Alami Agar Tetap Bersih

Menjadi seorang wanita menjaga kebersihan anggota tubuh penting untuk dilakukan termasuk dalam menjaga kesehatan organ ... Lanjut Baca

Cara Menghilangkan Bintik Merah Pada Kulit Bayi Baru Lahir, Catat Moms

Bayi baru lahir memiliki kulit yang sangat tipis dan sangat sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. ... Lanjut Baca