Pola Asuh Permisif Anak, Bebas Tanpa Aturan Namun Bisa Jadi Bumerang

Waktu Baca: 3 menitKamis, 19 November 2020 10:18 WIB
pola asuh permisif
Sumber: pexels

Pola asuh anak memiliki beberapa cara, ada pola asuh otoriter, pola asuh demokratis maupun pola asuh permisif. Pola asuh yang mana Moms & Dads pilih akan berdampak ke masa depan buah hatinya. 

Model pola asuhan permisif mungkin saat ini cenderung tepat diberikan kepada anak zaman now tetapi ternyata pola asuhan ini memiliki efek kurang baik di baliknya bila dengan cara yang tidak tepat. Yuk kita bahas!

Definisi Pola Asuh Permisif

Pola asuh permisif merupakan sebuah cara mengasuh anak yang menerapkan sistem kebebasan, anak menganggap orang tua sebagai teman, tidak ada aturan yang terlau mengikat dan lebih mengikuti gaya pergaulan si anak. Sekilas nampak sama dengan pola asuhan demokratis tetapi permisif cenderung lebih membebaskan anak.

Orang tua akan lebih santai dengan asuhan ini karena mereka menilai bahwa anak telah diberikan sebuah pelajaran dan aturan di sekolah sehingga penekanan kuat hanya akan membuat anak tersiksa dan berontak. Model ini terkesan membebaskan anak dari sebuah aturan dan tekanan tajam.

Ciri-ciri Pola Asuh Permisif

  • Kadar menerapkan aturan perilaku sangat minimal.
  • Jika diberlakukan aturan, terkadang menjadi tidak konsisten.
  • Sangat dekat, memanjakan, serta sayang dengan anak-anak.
  • Posisi orang tua lebih cenderung menjadi teman atau sahabat.
  • Memakai hadiah agar anak mau melakukan perintah.
  • Cenderung mengutamakan kebebasan tanpa landasan tanggung jawab.
  • Melibatkan anak untuk sebuah keputusan besar dan penting.
  • Jarang memberikan hukuman atau konsekuensi.

Efek yang Ditimbulkan Pola Asuhan Permisif

Melihat pendidikan anak usia dini tersebut kita bisa katakan bahwa asuhan bebas cenderung membuat efek negatif dan bisa menjadi bumerang untuk kedua orang tuanya. Secara tidak langsung, watak anak yang bebas demikian akan menilai bahwa orang tua adalah teman dan kurang bisa menghargai dalam kesehariannya.

Anak menjadi pribadi yang pasif karena terlalu dekat sekali dengan orang tuanya, sehingga ketika ada masalah dikit-dikit meminta bantuan dan pertimbangan orang tua, nalar menyelesaikan masalahnya lambat.

Anak yang dibuat bebas oleh model ini cenderung punya jadwal yang berantakan dan tidak bisa mengelola waktu secara efektif untuk hidupnya. Lambat laun akan terbentuk karakter menyepelekan dan kurang tanggung jawab dengan apa yang dia pegang.

Cara Atasi Anak Terlanjur Bebas

Beberapa orang tua akan merasakan kewalahan ketika anak mereka terlalu dibebaskan tanpa aturan. Emosi anak menjadi labil dan manja. Moms & Dads bisa mulai perlahan menerapkan asuhan otoriter dengan kadar rendah terlebih dahulu. Buat aturan yang sekiranya anak terlalu mencolok, misalnya jika si anak mulai membantah orang tua dan tidak menjadikan orang tuanya sebagai sosok yang patut dihormati. Moms & Dads bisa memberikan konsekuensi tegas dengan memotong uang jajan anak atau menghukum dengan cara halus.

Cara berikutnya adalah buat pengertian tentang belajar tanggung jawab tentang sebuah masalah sehingga anak dengan usia saat itu bisa belajar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Kendati demikian, tetap anak dalam naungan dan pantauan orang tua ya.

Jelas ya apa itu asuhan permisif HappyFams. Apakah ini merupakan pola asuh anak yang negatif? Belum tentu juga, Pola Asuh Permisif dengan kadar yang tepat juga dapat menjadikan anak yang bertanggung jawab serta memiliki wawasan yang lebih luas. Caranya cukup dengan berdiskusi dan menjelaskan tanggung jawab yang akan diterima jika sang buah hati mengambil sebuah keputusan dan tindakan sesuai keinginannya sendiri.

Nah semoga artikel ini dapat membantu HappyFams lebih paham ingin menetapkan pola asuk anak terbaiknya.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Pola Asuh Permisif Anak, Bebas Tanpa Aturan Namun Bisa Jadi Bumerang"
related post
Bagaimana Cara Balikan Sama Mantan Yang Sudah Lama Putus? Bisa, Tapi!

Bagi beberapa orang berpisah dengan seseorang yang pernah menjalin hubungan percintaan bukanlah hal yang ... Lanjut Baca

7 Manfaat Memeluk Anak Setiap Hari, Kunci Mendidik Mental Anak Sehat

Memeluk anak merupakan kesempatan yang bahagaia bagi semua orang tua. Ketika sang buah hati baru ... Lanjut Baca

Risikonya Bila Membentak Anak Saat Menangis Bisa Merusak Sel Otak Lho

Membentak anak saat menangis sering dilakukan oleh orang tua ketika sedang marah. Tujuannya adalah untuk ... Lanjut Baca