Pola Asuh Otoriter Pada Anak Di Zaman Now Apakah Masih Perlu?

Waktu Baca: 3 menitRabu, 18 November 2020 08:30 WIB
pola asuh otoriter anak
Sumber: unsplash

Pola asuh untuk anak zaman now memang harus ada penyesuaian, ada yang bilang bahwa anak sekarang tidak boleh dikekang namun ada juga yang berpendapat anak sekarang wajib dikenalkan dengan sikap otoriter. Apakah model asuhan tersebut sudah tepat?

Jawabannya adalah tergantung mental dan karakter si anak ya Moms & Dads. Ketika anak sudah menampakkan sikap penurut dan tidak banyak tingkah sebaiknya pakai model pola asuh demokratis dan tegas, namun jika anak memiliki watak agak kuat, Moms bisa sedikit menerapkan sikap otoriter.

Namun otoriter disini bukan bearti keras dan suka marah-marah loh Moms, itu dua hal yang sangat berbeda.

Apa Itu Pola Asuh Otoriter?

Pola asuh otoriter merupakan sebuah perilaku mengatur anak dengan cara yang kuat, keras dan kasar. Asuhan semacam ini terjadi karena orang tua zaman dahulu menggunakan cara ini dan dianggap cukup berhasil untuk mendidik anak-anaknya.

Zaman dahulu banyak sekali orang tua yang menerapkan asuhan otoriter tetapi hasilnya anak mereka patuh dan punya tanggung jawab. Tetapi zaman sudah berubah, anak sekarang akan menjadi berontak jika terlalu ditekan dan membuat mereka enggan dekat dengan orang tua. Anak sekarang akan menilai Moms & Dads sebagai orang tua yang jahat dan kejam, tidak modern dan gaul serta tidak mau memahami anaknya sendiri.

Ciri-ciri Asuhan Otoriter

1. Banyak aturan

Aturan yang diterapkan cenderung aturan balas dendam, karena dahulu diperlakukan yang sama oleh orang tuanya seperti itu. Tidak boleh ini, itu, dan wajib mematuhi apa yang ada di rumah. Ketika anak sedang mencoba eksplorasi diri, tetapi dikekang oleh aturan ketat maka hasil yang diperoleh adalah rasa takut, malas dan menghindar.

2. Komunikasi berjarak

Komunikasi orang tua dengan anak menjadi berjarak artinya orang tua selalu menekan anak dengan kalimat yang menyakitkan hati. Misalnya, anak berbuat kesalahan tanpa sengaja, lantas orang tua mengatakan hal bodoh, tolol atau lainnya yang kurang terpuji.

Sebaiknya, jika anak berperilaku tidak sesuai gantilah dengan kalimat yang lebih halus seperti dek, ini akan lebih bagus kalau lantainya dibersihkan pakai pel, dan lain-lain. Usahakan orang tua juga membantu.

3. Hukuman fisik

Jangan pernah Anda memakai hukuman fisik saat anak bersalah. Mungkin sesekali dilakuan tapi tidak untuk menyakiti, tetapi jangan dibiasakan karena efeknya adalah anak menjadi mudah marah dan kelak menjadi peniru juga.

Hukuman fisik bisa diganti dengan cara lain, seperti membersihkan rumah, mencuci baju sendiri atau potong uang jajan.

4. Anak ditekan

Model anak ditekan juga tidak boleh terlalu ekstrem, penekanan anak zaman dahulu dengan bentakan, perintah yang keras. Efeknya timbul sebuah asuhan berikutnya yang sama. Moms bisa mengubah asuhan tekanan menjadi sebuah asuhan bimbingan. Jalurkan anak dengan karakternya, jangan sampai Moms menekan anak padahal dia tidak suka.

Jika melihat ciri-ciri di atas dengan pendidikan anak usia dini anak sekarang, memang asuhan otoriter sudah selayaknya tidak digunakan kembali. Karena anak zaman now lebih ekspresif dan memiliki sarana yang lebih banyak untuk mengungkapkan isi hatinya. Jadi bisa-bisa anak lebih dekat kepada lingkungannya bergaul daripada dekat kepada orangtua sendiri.

Cukup pola asuh otoriter anak dirasakan oleh Moms & Dads ataupun orang tua Anda, tidak perlu diterapkan lagi. Semoga HappyFams dapat mendidik anaknya dengan cara yang tetap dan sesuai dengan kondisi masing-masing, dan menghasilkan anak yang berkualitas dari emosi dan intelektualnya.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Pola Asuh Otoriter Pada Anak Di Zaman Now Apakah Masih Perlu?"
related post
5 Cara Menghilangkan Bau Ketiak Pada Anak Dengan Permanen Secara Alami

Bau badan sangatlah mengganggu orang yang sekitar, namum kadang tidak disadari oleh diri sendiri, terlebih ... Lanjut Baca

Mencium Anak Bayi Saat Tidur, Boleh Atau Tidak Ya? Apa Manfaatnya!

Apakah boleh mencium anak bayi ketika sedang tertidur pulas? Pertanyaan ini mungkin masih sering terlintas. Keraguan seringkali ... Lanjut Baca

Risikonya Bila Membentak Anak Saat Menangis Bisa Merusak Sel Otak Lho

Membentak anak saat menangis sering dilakukan oleh orang tua ketika sedang marah. Tujuannya adalah untuk ... Lanjut Baca