Perlukah Melakukan Perjanjian Pra Nikah Dengan Calon Suami Atau Istri?

Waktu Baca: 7 menitSelasa, 06 Juli 2021 10:15 WIB
perjanjian pra nikah
Sumber: freepik

Pernikahan adalah momentum sakral dalam perjalanan hidup percintaan antar sepasang kekasih yang saling mencintai. Di mana komitmen dibangun dengan janji sehidup semati sampai maut memisahkan merupakan impian setiap pasangan.

Mempersiapkan sebuah pernikahan bukan hanya sekedar dana, undangan, ataupun catering saja. Terkadang beberapa pasangan juga melakukan perjanjian pra nikah sebelum melangsungkan pernikahan. Meskipun banyak pihak yang menolak tentang hal ini, namun pada kenyataannya perjanjian pra nikah telah tertulis di Undang-Undang Indonesia yang diatur pada pasal 29 Ayat 1 UU No. 1 Tahun 1974.

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan jika pada waktu atau sebelum melakukan perkawinan dilangsungkan, kedua belah pihak atas persetujuan bersama dapat mengajukan perjanjian tertulis yang telah disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan.

Lalu apa sebenarnya perjanjian pra nikah tersebut? Dan pentingkah perjanjian pra nikah ini dibuat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari disimak penjelasannya di bawah ini!

Perlukah Melakukan Perjanjian Pra Nikah Dengan Calon Suami Atau Istri?

Pengertian Perjanjian Pra Nikah

Pre-nuptial Agreement atau perjanjian pra nikah adalah sebuah kontrak atau perjanjian yang dibuat beberapa saat sebelum melakukan pernikahan. Tujuan dibuatnya perjanjian pra nikah yakni untuk melindungi hak dan kewajiban pasangan suami istri setelah menikah nantinya.

Perjanjian pra nikah juga dapat diartikan sebagai kontrak tertulis yang dibuat pasangan menikah dengan tujuan agar pasangan memilih dan memperoleh hak legalitas yang didapatkan saat menikah serta apa yang akan terjadi ketika pernikahan berakhir dengan perceraian atau kematian.

Perjanjian pra nikah telah banyak diterapkan di beberapa negara seperti Belanda, Belgia, dan Amerika Serikat. Pada negara tersebut perjanjian pra nikah tidak hanya mengatur hal-hal yang terjadi saat perceraian, tetapi juga melindungi beberapa properti selama pernikahan berlangsung.

Isi Perjanjian Pra Nikah

Sebenarnya keberadaan perjanjian pra nikah sangat penting sebelum melakukan pernikahan. Hal ini untuk memperjelas apa saja kewajiban dan hak dari suami istri. Lalu apa saja isi dari perjanjian pra nikah tersebut?

1. Kewajiban Dan Hak Suami Istri

Di dalam perjanjian pra nikah harus berisi mengenai segala kewajiban dan hak yang dimiliki oleh suami istri saat pernikahan berlangsung. HappyFams dan pasangan dapat menulis semua keinginan ketika berkeluarga nantinya di dalam surat perjanjian.

2. Hutang Dan Harta

Hutang dan harta menjadi hal yang amat sensitif bagi pasangan. Meskipun begitu tetap harus dibicarakan di dalam perjanjian pra nikah untuk memperlihatkan harta dan hutang yang dimiliki suami istri. Bagi pasangan yang tidak ingin penghasilannya digabung, dapat juga diatur dalam perjanjian pra nikah. Hal ini untuk memperjelas dalam penentuan harta dan hutang apabila pernikahan berakhir karena perceraian atau kematian.

3. Tanggung Jawab Terhadap Anak-Anak

Tanggung jawab dalam mengasuh anak juga dapat tercantum dalam perjanjian pra nikah. Hal ini dilakukan apabila terjadi perceraian antara suami istri, hak asuh anak dapat jatuh di salah satu orang tua. Bahkan di dalam Undang-Undang, apabila suami melakukan perselingkuhan, dan saat itu anak masih berusia di bawah 12 tahun, maka hak asuh akan jatuh ke tangan istri.

Apabila tidak menggunakan perjanjian pra nikah dan istri melakukan perselingkuhan, justru suami tidak memiliki hak untuk mengasuh anak.

4. Harus Disepakati Bersama

Isi semua perjanjian pra nikah harus telah disetujui oleh HappyFams dan pasangan tanpa adanya paksaan, serta tidak ada yang boleh menerima begitu saja sebab akan mempengaruhi perjalanan hidup rumah tangga ke depan.

Perjanjian pra nikah juga dapat menjadi pengingat apabila salah satu melakukan pelanggaran perjanjian yang telah disepakati bersama. Meskipun begitu perjanjian pra nikah tidak dapat menjadi alat perceraian apabila ada yang melanggar, sebab masih dapat dibicarakan terlebih dahulu.

Apabila muncul pertanyaan mengenai harta berupa rumah apakah termasuk harta bersama atau harta bawaan?

Contoh ini perjanjian pra nikah yang cukup sering terjadi. Kasus seperti ini tergantung dari kondisi awal kepemilikian. Jika salah satu pasangan membeli rumah dengan cara mencicil selama 15 tahun dan menikah saat cicilan rumah telah dilakukan selama 3 tahun. Apabila di dalam perjanjian pra nikah tertulis bahwa cicilan rumah setelah menikah dibayar bersama, maka rumah tersebut menjadi milik bersama.

Namun jika terjadi perceraian, rumah harus dibagi dua dengan mengurangi nilai cicilan di 3 tahun pertama ketika salah satu pasangan membeli rumah. Dan apabila di dalam perjanjian salah satu pihak membayar cicilan hingga akhir, maka rumah tersebut menjadi harta bawaan yang tidak dapat diklaim oleh pasangan lain meskipun pasangan tersebut turut membantu keuangan.

BACA JUGA:

Proses Pembuatan Perjanjian Pra Nikah

perjanjian pra nikah di notaris
Sumber: freepik

Bagi HappyFams yang masih bingung tentang bagaimana proses pembuatan perjanjian pra nikah, berikut proses pembuatannya:

  1. HappyFams dan pasangan harus membuat daftar keinginan yang berhubungan dengan kehidupan rumah tangga, termasuk pendapatan, harta, hutang, kredit, dan lainnya. Daftar keinginan tersebut bersifat bebas namun tetap terikat kontrak dan telah disahkan oleh notaris.
  2. Jika dirasa membingungkan, HappyFams dan pasangan dapat mendatangi konsultan hukum untuk mendapat bimbingan dari profesional.
  3. Setelah dibuat, bawalah perjanjian pra nikah di notaris untuk mendapat pengesahan serta memiliki hukum yang kuat. Nantinya pihak notaris akan menyusun kalimat berdasarkan yang telah tertulis dalam format perjanjian pra nikah. Pada tahap ini juga HappyFams dan pasangan juga dapat mengubah isi perjanjian sebelum disahkan menjadi sebuah akta.
  4. Terakhir bawa akta perjanjian pra nikah ke Lembaga Catatan Sipil atau KUA untuk didaftarkan sebelum melakukan ijab qabul atau janji pernikahan. Tahap ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sebaiknya lakukan minimal 2 bulan sebelum pernikahan.

Namun bagi HappyFams yang telah menikah dan tidak memiliki perjanjian pra nikah, tidak perlu khawatir sebab ada perjanjian setelah menikah (Post-nuptial Agreement). Perjanjian ini berdasarkan pada Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 69 Tahun 2015 tentang pembuatan perjanjian perkawinan yang diperluas rentang waktunya. Dalam perjanjian setelah menikah ini berisi mengenai harta dan hutang yang terjadi setelah dibuatnya perjanjian.

Hukum Perjanjian Pra Nikah Dalam Islam

Di dalam Islam, membuat perjanjian pra nikah diperbolehkan selama isi perjanjian tidak menghalangi kedua belah pihak memperoleh hak-haknya selama menikah. Bahkan perjanjian pra nikah telah diatar dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 45-52 yang berisi bahwa pasangan suami istri dapat membuat taklik talak serta perjanjian-perjanjian lain selama tidak bertentangan dengan hukum Islam di perjanjian pra nikah.

Taklik talak memiliki arti menggantungkan keputusan perkawinan atas peristiwa-peristiwa tertentu, dan keberadaannya boleh ada ataupun tidak ada. Di Indonesia taklik talak isinya telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 1990 dan telah tercantum pada buku nikah.

Perjanjian Pra Nikah Dengan WNA

perjanjian pra nikah dengan wna
Sumber: freepik

Jika HappyFams memiliki pasangan dari warga negara asing (WNA), perjanjian pra nikah harus dibuat. Hal ini berhubungan dengan aset dan lainnya yang telah dimiliki pasangan Indonesia. Perlu diketahui bahwa tanpa adanya perjanjian pra nikah, hak orang asing untuk memiliki properti di Indonesia akan dibatasi. Tidak heran jika banyak orang asing yang menikah dengan orang Indonesia tidak dapat membeli properti karena adanya Undang-Undang Agraria.

Di dalam peraturan Undang-Undang Agraria, warga asing tidak mendapatkan sertifikat hak milik di Indonesia. Hal ini dikarenakan agar tanah-tanah di Indonesia tidak dikuasai oleh orang asing. Namun dengan adanya perjanjian pra nikah, WNA yang telah menikah dengan warga Indonesia dapat memiliki properti. Selain itu, perjanjian pra nikah juga harus dicatat dan disahkan di kantor kedutaan negara yang bersangkutan untuk memperkuat nilai hukumnya.

Itulah tadi informasi mengenai perjanjian pra nikah yang harus diketahui. Pada dasarnya keberadaan perjanjian pra nikah penting untuk diketahui bagi calon suami dan istri. Ada baiknya pembuatan perjanjian pra nikah dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Perlukah Melakukan Perjanjian Pra Nikah Dengan Calon Suami Atau Istri?"
related post
4 Rahasia Rumah Tangga Yang Sederhana Supaya Bahagia Sampai Tua

Setiap orang pasti memiliki rahasia rumah tangga masing-masing untuk menjaga hubungan agar tetap harmonis dan ... Lanjut Baca

Ini Lho Ujian Rumah Tangga 1 Tahun Pertama Dari Suami Sampai Mertua

Kehidupan dalam suatu pernikahan tidak selamanya indah. Dapat dikatakan hal tersulit yang dialami oleh setiap ... Lanjut Baca

Tujuan Menikah Secara Umum Untuk Laki-Laki Dan Wanita Selain Ibadah

Menemukan pasangan hidup dan melakukan pernikahan merupakan salah satu fase hidup dari seorang manusia. Pernikahan ... Lanjut Baca