Pentingnya 5 Peran Keluarga Terhadap Karakter Anak Remaja

Waktu Baca: 6 menitKamis, 04 April 2019 13:15 WIB
Karakter Anak Remaja
Sumber: Unsplash.com/David Calderón

Keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak. Sebagai lingkungan sosial pertama, keluarga memiliki peran penting dalam pendidikan dasar, seperti menanamkan moral beragama dan kehidupan sosial, hingga pembentukan karakter anak. Keluarga juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak yang diproses melalui pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya. Memang, karakter ini tidak langsung terbentuk begitu saja, anak tentu membutuhkan waktu untuk menganalisis serta meniru beberapa perilaku yang relevan. Bahkan, terkadang mereka juga mempelajari perilaku sekitar dengan alami yang mungkin saja orangtua tidak menyadari baik atau buruknya informasi yang ditangkap oleh anak.

Faktanya, segala analisis informasi yang membentuk anak terkadang mulai disadari orangtua ketika anak telah beranjak remaja. Oleh karena itu, orangtua juga wajib mengerti bahwa pada usia remaja, anak menjadi lebih ekspresif dan sudah bisa mulai menentukan kemauan mereka sendiri. Begitu besarnya peran keluarga terhadap kepribadian anak tentu juga harus disadari dan dipersiapkan sejak awal oleh orangtua agar anak terhindar dari karakter-karakter negatif. Berikut adalah beberapa peran keluarga terhadap perkembangan karakter anak remaja yang harus Moms and Dads ketahui!

1. Mengenal Dan Patuh Kepada Tuhan

Hakikat pertama dalam kehidupan adalah beribadah kepada Tuhan. Anak mulai mengenal siapa Tuhan-nya, serta bagaimana cara beribadah dari keluarganya. Untuk membentuk karakter anak yang religius, orangtua memiliki peran penting dalam mengajarkan nilai-nilai Ketuhanan. Pahamilah juga bahwa

Tak hanya mengenalkan siapa Tuhan dan bagaimana cara beribadah, orangtua perlu memberikan informasi kepada anak sejak dini tentang apa saja hal yang sesuai dan berlawanan dengan nilai-nilai agama. Sehingga, ketika anak menginjak usia remaja yang merupakan masa mencari tahu kebenaran, ia tidak terjerumus pada hal-hal negatif yang merugikan. Moms and Dads tentu tidak mau bukan, kalau anak remaja melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama?

Selain memberikan informasi, Moms and Dads juga harus memberi contoh positif. Apa yang dilihat dan didengar dari orangtua akan ditiru oleh anak secara alami. Maka dari itu, orangtua harus memberi contoh positif untuk membentuk karakter anak yang positif pula.

2. Menanamkan Sopan Santun

Dalam kehidupan sosial masyarakat, sopan santun menjadi hal pertama yang dilihat dari seseorang. Masyarakat akan memperlakukan dengan baik seseorang yang memiliki karakter sopan dan santun. Hal ini merupakan hubungan timbal balik positif yang bisa mulai ditanamkan sejak dini.

Sebagai lingkungan sosial terkecil, peran keluarga terhadap karakter anak remaja sangat besar. Pendidikan mengenai sopan santun dimulai dari keluarga merupakan kebutuhan anak remaja. Orangtua harus mampu mengajarkan cara bersikap dan berkomunikasi yang baik kepada anak sejak dini.

Ketika memasuki usia remaja, anak lebih sering melakukan komunikasi dengan orang lain tanpa pengawasan orangtua. Oleh sebab itu, orangtua perlu menerapkan sopan santun dalam keluarga, sehingga anak remaja dapat berinteraksi di lingkungan sosial yang lebih luas dengan membawa karakter sopan santun yang telah tertanam di keluarga.

3. Mewariskan Jiwa Sosial

Peran keluarga terhadap karakter anak remaja selanjutnya adalah mewariskan jiwa sosial. Tak hanya sopan santun, Moms and Dads tentu merasa bangga jika anak remaja yang disayangi memiliki jiwa sosial yang tinggi. Peduli terhadap sesama, menghargai orang lain, menjunjung tinggi toleransi, adalah nilai-nilai sosial yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Untuk mewariskan karakter-karakter tersebut pada anak, orangtua memiliki andil yang sangat besar.

Tipisnya jiwa sosial pada masyarakat membuat pendidikan sosial menjadi kebutuhan anak remaja sekarang yang harus dipenuhi. Orangtua bisa mulai memberikan pendidikan mengenai nilai-nilai sosial sejak dini. Hal ini sebenarnya juga diajarkan di sekolah, sehingga orangtua tinggal mengarahkan dan kembali mengulasnya dengan memberikan contoh-contoh sederhana di rumah. Bahkan, orangtua bisa mengarahkan langsung untuk mengaplikasikan nilai-nilai sosial tersebut pada permasalahan sosial yang tengah terjadi.

Contoh pengaplikasian nilai-nilai sosial yang bisa orangtua lakukan, misalnya mengajak anak menyalurkan bantuan terhadap daerah yang terkena bencana alam, melakukan kerja bakti bersama, atau berkunjung ke tetangga yang memiliki perbedaan keyakinan. Dengan hal ini, tanpa dipaksa anak akan merekam hal-hal positif yang pernah ia lakukan bersama keluarga untuk terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

4. Membentuk Kedisiplinan Dan Tanggungjawab

Disiplin dan tanggungjawab adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam masyarakat. Salah satu kebutuhan anak usia remaja adalah mendapatkan arahan mengenai nilai-nilai positif tersebut. Keluarga adalah tempat pertama yang dapat mengajarkan nilai-nilai ini. Sebagai orangtua, Moms and Dads harus menunjukkan ketegasan pada anak agar mampu membentuk kedisiplinan dan tanggungjawab.

Salah satu cara untuk membentuk nilai-nilai tersebut dalam keluarga adalah dengan menerapkan peraturan rumah. Rumah yang memiliki peraturan akan membuat anak membuat anak berpikir sebelum bertindak. Penerapan peraturan harus diimbangi dengan sistem reward and punishment agar anak tidak menyepelekan peraturan yang ada.

Karakter tanggungjawab harus diawali dengan sifat jujur dan dapat dipercaya yang tertanam pada anak. Maka dari itu, orangtua harus mampu menekankan kejujuran dalam keluarga, dan memahami pentingnya kejujuran dalam membentuk tanggungjawab anak.

5. Membentuk Rasa Percaya Diri Dan Pemikiran Positif

Masa remaja adalah masa anak mulai menjalani kehidupan sosial yang sebenarnya. Tak jarang, anak mengalami konflik remaja masa kini, yaitu sulit bergaul dengan orang lain.. Hal ini karena pada usia remaja, anak masih labil dan terus berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungannya.

Di usia ini, remaja sangat mementingkan dan memikirkan pendapat orang lain, sehingga sedikit saja kata yang menyakitkan akan mengubahnya menjadi pribadi yang kasar atau minder. Moms and Dads tentu tak mau jika sang anak memiliki karakter yang negatif karena pengaruh lingkungan. Tak perlu terlalu jauh ikut campur dalam pergaulannya, Moms and Dads cukup menanamkan nilai-nilai positif dalam keluarga yang secara alami akan diaplikasikan anak remaja dalam kehidupan sosial.

Orangtua perlu menanamkan rasa percaya diri pada anak, sehingga anak tidak mudah terluka dengan berbagai ucapan negatif dan mampu menanggapinya dengan positif. Mengucapkan hal-hal positif serta memberikan pujian pada anak adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk membentuk kepercayaan diri pada anak. Tekankan pada anak usia remaja, bahwa setiap orang memiliki keistimewaan masing-masing, sehingga anak remaja Moms and Dads bisa tumbuh percaya diri dan menghargai orang lain.

Sebagai orangtua, Moms and Dads harus sadar akan pentingnya peranan keluarga terhadap karakter anak remaja. Keluarga menjadi pondasi pembangunan karakter anak, karena di lingkungan keluarga, anak bisa memperoleh ruang yang leluasa untuk melakukan eksplorasi. Oleh sebab itu, orangtua harus mampu mengarahkan dan memberi contoh positif, agar terbentuk karakter positif pada anak remaja.

Nah, bagaimana dengan Moms dan Dads? Apakah punya tips khusus untuk membentuk karakter positif sang anak? Share di komentar yuk!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Pentingnya 5 Peran Keluarga Terhadap Karakter Anak Remaja"
related post
Mengungkap Nasehat Orang Tua Jaman Dulu Kepada Anaknya, Yuk Cari Tahu!

Mungkin HappyFams masih pernah mengingat nasehat orang tua yang dari dulu sering diberikan ketika masih ... Lanjut Baca

Menjaga Pola Hidup Sehat Dan Bersih Anak Terlepas Dari Penyakit

Sebagai orang tua yang peduli terhadap pola hidup sehat, maka perlu pula untuk menerapkan pola ... Lanjut Baca