Pengertian Kecerdasan Emosional (EQ) Anak Perlu Dilatih Sejak Dini

Waktu Baca: 5 menitRabu, 13 Januari 2021 08:15 WIB
Kecerdasan Emosional
Sumber: freepik.com

Selama ini banyak orang menganggap bahwa bahwa kecerdasan intelektual atau IQ menjadi kunci kesuksesan seseorang. Beberapa pakar menyatakan bahwa orang dengan kecerdasan intelektual tinggi cendrung memiliki pemecahan masalah lebih baik. Tidak heran orang dengan IQ tinggi pintar dalam menghadapi sebuah situasi baru sekalipun.

Meskipun begitu pernyataan mengenai kecerdasan emosional banyak diperbincangan. Banyak yang berpendapat jika kecerdasan intelektual saja tidak cukup dimiliki seseorang. Mereka juga harus dapat pintar mengolah emosi dengan baik, terutama saat berada di dalam sebuah tekanan atau kondisi tertentu.

Sebagai orang tua melatih kecerdasan emosional pada anak penting dilakukan sedini mungkin. Hal ini berpengaruh terhadap kontrol emosi ketika anak telah dewasa nantinya. Bahkan sebuah studi yang dilakukan oleh Tasillo Momm menyatakan bahwa tingkat emotion recognition ability (ERA) seseorang memiliki keterkaitan secara tidak langsung terhadap penghasilan mereka setiap tahun.

Pengertian Kecerdasan Emosional

pengertian kecerdasan emosional
Sumber: freepik.com

Banyak yang belum memahami apa itu kecerdasan emosional? John D. Mayer dari University of New Hampshire menjelaskan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memikirkan dan menggunakan emosi dalam meningkatkan kemampuan berpikirnya. Kecerdasan emosional berarti melibatkan kapasitas dalam merasakan emosi, berasimilasi dengan emosi perasaan, serta memahami suatu informasi dari emosi-emosi tersebut.

Tidak hanya itu saja, Mayer menjelaskan tahapan-tahapan dari kecerdasan emosional di dalam tulisannya yang berjudul "What is Emotional Intelligence"

Tahap Pertama: Merasakan Emosi

Kemampuan dalam mengidentifikasi emosi pada wajah seperti kesedihan, kebahagiaan, ketakutan, kemarahan, kebingungan yang mudah untuk dikenali. Bahkan kemampuan seseorang untuk dapat merasakan emosi secara akurat melalui wajah atau suara milik orang lain menjadi suatu langkah awal yang penting dalam memahami emosi lebih mendalam.

Tahap Kedua: Memfasilitasi Pikiran Dengan Emosi

Suatu kemampuan dalam memanfaatkan informasi emosional secara langsung untuk meningkatkan pemikiran. Di tahap ini emosi diperlukan sebagai upaya dalam mendorong kreativitas seseorang. Sebab perubahan dari suasana hati yang positif sangat berpengaruh terhadap pemikiran kreatif.

Tahap Ketiga: Memahami Emosi

Kemampuan manusia dalam memahami emosi pada sebuah hubungan, transisi atau perpindahan dari emosi satu ke lainnya. Mayer menjelaskan jika kebahagiaan mendorong keinginan seseorang untuk bergabung dengan orang lain, marah mendorong keinginan untuk menyakiti atau menyerang orang lain, atau ketakutan membuat seseorang berkeinginan untuk melarikan diri.

Tahap Keempat: Mengelola Emosi

Menurut Mayer, tahap ini dapat dilakukan apabila seseorang telah memahami emosi. Artinya jika seseorang telah berada di dalam zona nyaman emosional, menjadi hal yang mungkin untuk mengatur dan mengelola emosi seseorang dan orang lain. Sehingga nantinya bisa mengembangkan diri sendiri dan juga orang lain.

Ciri-Ciri Anak Memiliki Kecerdasan Emosional

kecerdasan emosional adalah
Sumber: freepik.com

HappyFams perlu tahu apakah buah hati memiliki kecerdasan emosional yang tinggi atau tidak. Biasanya anak yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi mudah mengelola emosinya, lebih berempati pada orang lain, dan menerima diri sendiri termasuk keberadaan orang lain di lingkungannya.

Perlu HappyFams ketahui jika pembentukan kecerdasan emosional anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dari orang tuanya. Dan berikut ini contoh kecerdasan emosional yang bisa menjadi ciri anak telah memiliki kecerdasan emosional yang baik.

1. Dapat Mengenali Emosi Dirinya Sendiri

Anak yang dapat mengenali emosinya sendiri, terutama emosi yang sedang dirasakannya, dapat dikatakan jika anak cerdas secara emosi. Pada awalnya anak-anak akan terbiasa dalam mengungkapkan perasaan atau emosi dasar saja. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia anak, mereka bisa mengungkapkan emosi-emosi yang lebih kompleks. Misal ketika mainan kesayangannya rusak dan berkata "Aku sedih, Mom" atau "Aku senang, Dad", saat memperoleh hadiah merupakan bentuk ungkapan emosi dasar pada balita. Untuk itu penting bagi HappyFams melatih anak untuk dapat mengidentifikasi perasaan buah hati.

2. Menjadi Pendengar Yang Baik

Ketika anak menjadi tempat bercerita bagi teman-temannya, HappyFams boleh berbangga sebab buah hati telah mempunyai potensi cerdas dalam mengatur emosinya. Anak telah dipercaya oleh teman-temannya karena dianggap sebagai pendengar yang baik. Anak yang menjadi pendengar bahkan mampu memberikan solusi biasanya mempunyai sisi empati yang tinggi.

3. Dapat Menjadi Penengah Antara Orang Lain

Dalam kehidupan pertemanan, munculnya konflik atau pertengkaran merupakan hal yang wajar terjadi. Akan menjadi hal yang luar biasa jika anak mampu menjadi penengah atau inisiator dalam mengakhiri pertengkaran yang sedang terjadi. Sikap demikian menjadi petunjuk bahwa anak mampu menahan emosi dan tidak terbawa suasana.

Bagaimana Cara Mengetahui Kecerdasan Emosional Anak?

contoh kecerdasan emosional
Sumber: freepik.com

Terkadang tidak semua anak dapat mengungkapkan perasaannya dengan mudah. Padalah penting bagi orang tua untuk mengetahui perasaan anak, agar anak-anak mudah mengidentifikasikan bentuk perasaan yang sedang dirasakan. HappyFams dapat mengajukan pertanyaan tentang kecerdasan emosional kepada anak yang tentu saja dengan cara lebih santai layaknya berbicara dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, HappyFams dapat memberikan makanan kesukaannya dan bertanya apakah mereka suka, jika anak menunjukkan senyuman artinya suka dan bahagia. Itu adalah bentuk emosi yang paling sederhana dan terlihat oleh orang tua. Namun HappyFams juga dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain untuk lebih menggali emosi anak seperti:

  1. Mengapa menangis? Apa yang bikin kamu sedih?
  2. Siapa yang membuat kamu senang?
  3. Hari ini, adik marah dengan siapa?
  4. Apa kakak mendapat kesulitan mengerjakan PR?
  5. Adik takut tidak melihat badut?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut terlihat sederhana. Justru dengan memberikan pertanyaan tersebut secara tidak langsung HappyFams menciptakan hubungan yang lebih erat dengan anak. Tidak hanya itu saja, anak juga akan merasa lebih terbuka dan percaya kepada orang tua. Tentunya saat mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut jangan terlalu kaku dan perhatikan juga kondisi anak apakah good mood atau justru sebaliknya.

Nah, HappyFams ternyata kecerdasan emosional penting dilatih sejak dini. Untuk itu pola asuh orang tua sangat diperlukan untuk mengarahkan, mengendalikan, hingga memotivasi emosi anak agar lebih baik.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Pengertian Kecerdasan Emosional (EQ) Anak Perlu Dilatih Sejak Dini"
related post
7 Baju Gamis Anak Perempuan Umur 7-12 Tahun Ide Untuk Lebaran Nih Moms

Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi berakhir. Namun euforia terus berlanjut hingga lebaran nanti. Bagi ... Lanjut Baca