Pemeriksaan Pap Smear Test Untuk Wanita, Apa Itu? & Berapa Biayanya?

Waktu Baca: 5 menitSelasa, 22 September 2020 08:35 WIB
Pap Smear
Sumber: freepik

Pasti sebagian besar dari Moms tentu sudah tidak asing dengan istilah pap smear yang marak beberapa tahun belakangan ini. Namun pada kenyataannya di Indonesia masih banyak wanita yang masih belum melakukan pemeriksaan ini dengan alasan kurangnya informasi dan lainnya. Bagi Moms yang belum mengetahui istilah ini jangan khawatir, kali ini HappiNest.id akan membahas mengenai pengertian pap smear, seberapa penting test pap smear hingga berapa biaya yang dibutuhkan untuk pemeriksaannya. Mari disimak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Pap Smear?

pap smear test
Sumber: Freepik.com

Pap smear atau Papanicolaou test yakni sebuah tes pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada gejala munculnya kanker serviks atau kanker leher rahim pada wanita sedini mungkin. Pap smear test ada baiknya dilakukan secara rutin untuk wanita yang telah berusia 21 tahun ke atas setiap 3 tahun sekali. Dan untuk wanita berusia 30 tahun sampai dengan 65 tahun, pemeriksaan pap smear dapat melakukan pemeriksaan setiap 5 tahun sekali dengan catatan perlu melakukan pemeriksaan HPV DNA.

Sedangkan untuk wanita yang belum menikah atau belum pernah melakukan hubungan seks, pap smear test tidak perlu dilakukan. Sebab resiko tertular dan mengalami inveksi HPV (Human Papilloma Virus) sangat rendah jika dibandingkan dengan wanita yang aktif melakukan hubungan seks.

Selain itu, wanita yang memiliki faktor dan riwayat dengan resiko tinggi kanker serviks, harus melakukan pap smear sesering mungkin. Adapun faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks antara lain:

  • Orang yang menderita HIV.
  • Hasil pap smear sebelumnya yang menunjukkan terdapat lesi prakanker seperti lesi skuamosa intraepitel, sel skuamosa atipikal, ataupun sel glandular atipikal.
  • Serta orang yang memiliki gangguan sistem imun akibat transplantasi organ, kemoterapi, dan juga orang yang menggunakan kortikosteroid dalam jangka waktu panjang.

Pap smear dilakukan dengan cara mengusap bagian serviks menggunakan alat khusus untuk mengambil sampel sel yang terdapat di serviks. Nantinya sampel ini akan diamati untuk mengetahui apakah terdapat sel abnormal atau tidak. Pap smear tidak hanya untuk mendeteksi sel kanker pada organ reproduksi wanita saja namun juga kelainan lain seperti infeksi atau peradangan pada rahim.

Pemeriksaan pap smear tidak perlu dilakukan bagi wanita yang menjalani histerektomi total, yakni suatu pengangkatan rahim serta serviks secara total. Dengan syarat histerektomi total ini terjadi bukan akibat dari kanker atau lesi prakanker. Apabila pengangkatan rahim dan serviks dikarenakan adanya kanker ataupun lesi prakanker, maka wanita tersebut tetap wajib melakukan pap smear test secara berkala.

Untuk wanita yang berusia di atas 65 tahun juga dapat menghentikan pemeriksaan pap smear apabila pada hasil tes sebelumnya menujukkan tidak ada tanda atau indikasi terjadi kanker serviks. Perlu diperhatikan jika saat ini Moms dalam kondisi hamil dengan usia kandungan 25 minggu ke atas ataupun 12 minggu setelah melahirkan, sebaiknya tidak melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Hal ini untuk mengurangi rasa nyeri serta hasil yang diperoleh juga kurang akurat. Pap smear juga tidak dapat dilakukan ketika Moms dalam kondisi menstruasi hal ini berakibat hasil yang diperoleh tidak akurat.

Pelaksanaan Pap Smear

pemeriksaan pap smear
Sumber: Freepik.com

Pemeriksaan pap smear biasanya dilakukan oleh dokter kandungan dengan memposisikan pasien dalam keadaan terlentang di meja khusus. Kemudian pasien diminta untuk melebarkan paha sambil menekuk lutut. Selanjutnya dokter akan memasukkan sebuah alat yakni spekulum ke dalam vagina yang berfungsi menahan dinding vagina sehingga dokter dapat lebih mudah melihat bagian dalam serviks.

Ada kemungkinan Moms akan merasa tidak nyaman dengan spekulum yang berada di dalam vagina. Dokter akan mengkikis jaringan serviks menggunakan spatula atau sikat dan menyimpang jaringan tersebut ke dalam sebuah wadah khusus untuk kemudian dibawa ke laboratorium.

Apabila hasil pemeriksaan menujukkan tidak ditemukan sel abnormal, dapat disimpulkan bahwa pasien tidak ada indikasi kanker serviks dan dinyatakan negatif sehingga tidak perlu melakukan pemeriksaan lanjutan. Sedangkan untuk pemeriksaan dengan hasil ditemukannya sel abnormal seperti lesi skuamosa intraepitel, sel skuamosa atipikal, sel glandular atipikal atau kanker sel skuamosa dan adenokarsinoma, maka pasien akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna mengetahui lebih lanjut tentang kondisinya. Bentuk pemeriksaan lanjutan yang disarankan seperti kolposkopi dan biopsi serviks.

Efek Samping Dari Pap Smear

Moms tidak perlu takut dengan efek samping yang ditimbulkan saat melakukan pap smear. Pap smear adalah metode yang sangat aman dalam mengetahui ada atau tidaknya kanker serviks. Setelah proses pemeriksaan ada kemungkinan terjadi pendarahan kecil melalui vagina dan sangat jarang terjadi pendarahan berat. Bahkan setelah pap smear dilakukan, Moms sudah dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.

Biaya Pap Smear

Moms pasti bertanya-tanya mengenai berapa besarnya biaya pap smear untuk satu kali pemeriksaan. Mengenai besarnya biaya tentu bervariasi dan tergantung dari kebijakan masing-masing rumah sakit penyelenggara. Di Indonesia biaya untuk pap smear mulai dari harga Rp300.000 sampai dengan lebih dari Rp1.000.000. Bahkan layanan pemeriksaan pap smear dijamin oleh BPJS Kesehatan sehingga Moms yang menjadi peserta JKN-KIS tidak perlu merasa khawatir. Harga tersebut tentu belum termasuk tes lanjutan apabila diperlukan.

Jadi sekarang Moms sudah tahu pentingnya melakukan pemeriksaan pap smear secara berkala. Memeriksakan diri sedini mungkin dapat mengurangi resiko terkena kanker serviks dikemudian hari. Jangan lupa untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat salah satunya dengan mengkonsumsi makanan pencegah kanker, semoga dapat menambah wawasan HappyFams ya.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Pemeriksaan Pap Smear Test Untuk Wanita, Apa Itu? & Berapa Biayanya?"
related post
Penyebab Darah Haid Hitam Pekat Dan Bau Di Awal Menstruasi, Bahayakah?

Apakah Moms pernah mengalami ketika datang bulan dengan kondisi darah haid hitam dan bau? Hal ... Lanjut Baca