Pekerjaan Rumah Tangga Merupakan Kewajiban Siapa Ketika Berkeluarga

Waktu Baca: 4 menitRabu, 13 Oktober 2021 11:28 WIB
pekerjaan rumah tangga
Sumber: xframe.io

Pekerjaan rumah terkadang memang cukup berat untuk dilakukan. Walaupun sebenarnya tidak juga, namun rasa lelah dan malas menjadi salah satu faktor mengapa Moms and Dads sering mempertanyakan, sebenarnya ini kewajiban siapa? Ungkapan hati Ibu rumah tangga kepada suami dan anak kadang tidak dapat tersampaikan mengenai urusan pekerjaan rumah tangga.

Bila dilihat dari kaca mata agama Islam, sebenarnya kegiatan rumah tangga tersebut juga merupakan tanggung jawab seorang suami. Hanya saja, apakah Moms tidak merasa iba dengan Dads yang sudah banting tulang memberikan segalanya?

Islam memang menjunjung tinggi perempuan sehingga, terlepas dari semua kewajiban. Tetapi, bagaimana perasaan cinta dan kasih sayang yang menjadi kewajiban utama? Oleh karena itu, tidak ada salahnya saling membantu.

Perlu diingat, semua pekerjaan rumah tangga dilakan dengan kompak bersihkan rumah akan terasa ringan bila dikerjakan bersama. Apalagi, ada efek luar biasanya bila hal tersebut dapat dilakukan berdua. Salah satunya adalah tumbuh rasa cinta.

Bahkan, angkanya bisa mencapai dua kali lipat. Selalu bersama, berkomunikasi, mengerjakan berdua, adalah kunci bahwa hubungan Moms and Dads harmonis, kemungkinan untuk mencari wanita lainnya atau tergoda sangatlah kecil.

Oleh karena itu, cobalah lakukan pembicaraan mengenai kondisi tersebut. Bagaimana kalau ada pembagian kerja saja, karena, sebagai tulang rusuk untuk suami dan anak memang tidak mudah. Begitu juga menjadi tulang punggung.

BACA JUGA:

Tips Pembagian Tugas Pekerjaan Rumah

pekerjaan rumah tangga
Sumber: yandex

Sebelum membaginya, Moms and Dads perlu mengetahui dulu bagaimana porsinya dalam rumah tangga. Untuk mudah memahaminya seperti ini, Dads mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, bukan hanya primer, sekunder juga.

Artinya, semua keinginan istri menjadi tanggung jawab suami untuk memenuhinya. Kondisi ini tidak mudah apalagi, kalau hidup diperkotaan. Kehidupan sosial juga perlu dipikirkan, lalu bagaimana dengan peran Moms.

Mendidik anak tidak mudah dan sesuatu yang melelahkan. Salah dalam memberikan pendidikan dampaknya begitu besar untuk tumbuh kembangnya. Dari sini sudah bisa diketahui bagaimana beratnya beban tanggung jawab.

Ketika sudah paham ternyata keduanya punya kewajiban tinggi maka, lebih baik pekerjaan kehebatan ibu rumah tangga jangan terlalu berat. Misalnya, menyapu, memastikan semua kondisi rumah bersih nyaman dan asri.

Untuk mencuci serta lainnya, dirasa berat usahkan mengerjakan berdua. Waktunya, bisa setelah pulang kerja, atau dilakukan pada hari minggu. Sebenarnya, akan lebih mudah lagi kalau ada asisten rumah tangga.

Sayangnya, keuangan mungkin tidak mencukupi untuk memenuhinya. Jadi, pembagian seperti ini dinilai menjadi langkah paling tepat. Satu poin penting, agar hubungan itu tidak menjadi boomerang adalah rasa saling pengertian.

Contohnya, saat Moms sedang sibuk dengan urusan lain akhirnya, ada pekerjaan rumah yang sering ditunda seperti, menyapu lantai dan memasak. Dads semestinya pengertian untuk turut membantu, begitu juga sebaliknya.

Inilah wujud cinta kasih yang selalu diajarkan oleh Rasulullah. Dimana, dalam hadits Aisyah pernah mengatakan Jika, Baginda Rasullullah selalu membantunya dalam berbagai keadaan. Sehingga, muncul rasa cinta tanpa henti.

Skala Prioritas Tugas Pekerjaan Rumah

Moms and Dads perlu memahami dulu bagaimana keadaan masing-masing. Contohnya seperti ini, Suami bekerja dari jam 8 pagi sampai 5 sore, sementara istri sendiri ternyata juga bekerja dengan jam sama.

Oleh karena itu, sejak pembagian awal pekerjaan rumah disepakati terlebih dulu, mana yang perlu dikerjakan terlebih dulu. Misalnya, waktu pulang kerja ternyata bersamaan. Pembagiannya akan sangat mudah.

Kerjakan saja berdua mulai dari menyapu, memasak untuk makan malam, sampai membersihkan area kamar mandi. Jadi, Dads bisa dibagian depan, Moms bagian belakang, kondisi itu membuat pekerjaan rumah cepat selesai.

Bagaimana kalau seorang istri ternyata tidak bekerja dan mengurus anak? Porsi paling penting adalah seorang anak apalagi di saat usia 0 sampai 3 tahun, dimana mereka masih butuh kasih sayang.

Lakukan saja secara bergantian, ketika sore Dads pulang menjaga bayi sampai malam. Begitu seterusnya, sehingga tidak ada rasa tertindas satu sama lain. Hal ini menunjukkan cinta kasih dan kebahagiaan abadi.

Sudah paham bukan bahwa, pekerjaan rumah tangga kewajiban siapa? Jangan pernah merasa lelah, karena semua ini nanti akan jadi cerita indah saat Moms and Dads sudah tua atau menimang cucu.

Keluh kesah, serta rasa lelah ini menjadi sebuah pembelajaran berarti kepada anak HappyFams, ketika mereka sudah berumah tangga. Jadi, jangan pernah mengeluh, semua dapat dibicarakan baik-baik.

Poin paling penting adalah landasan cinta kasih. Tanpa keduanya itu, hubungan suami istri terasa hambar dan tidak menyenangkan. Bahkan, untuk mengerjakan pekerjaan rumah rasanya malas sekali.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Pekerjaan Rumah Tangga Merupakan Kewajiban Siapa Ketika Berkeluarga"
related post
7 Sikap Suami Tidak Peduli Perasaan Istri Tapi Diam-diam Sayang

Moms mungkin pernah merasa bahwa terkadang suami tak peduli lagi dengan keluarga dari sikap-sikapnya yang ... Lanjut Baca

Menjaga Pola Hidup Sehat Dan Bersih Anak Terlepas Dari Penyakit

Sebagai orang tua yang peduli terhadap pola hidup sehat, maka perlu pula untuk menerapkan pola ... Lanjut Baca