Moms! Ini Gejala Depresi Yang Sering Diabaikan

Waktu Baca: 6 menitSenin, 16 Maret 2020 10:00 WIB
Depresi
Sumber: Pexels.com

Selama ini banyak orang lebih mengutamakan kesehatan fisik, dan cenderung mengabaikan kesehatan mental. Tidak jarang, jika saat ini banyak ditemukan kasus orang mengalami stres, gangguan kecemasan, hingga perasaan tertekan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Namun sayangnya, mereka yang mengalami hal tersebut kurang mendapatkan perhatian dari orang sekitar, serta memperoleh penanganan yang tepat.

Akibatnya, banyak korban yang memutuskan untuk mengakhiri hidup akibat terlalu berat beban pikiran yang harus dihadapi. Perlu diketahui juga Moms, jika kesehatan mental terganggu, maka akan mempengaruhi kesehatan fisik juga. Selain stres, penyakit mental yang dihadapi oleh masyarakat modern saat ini, yakni depresi. Lalu, sebenarnya depresi itu apa? Berikut Happinest jabarkan penjelasan dan gejala-gejala dari depresi untuk Moms.

Apakah Depresi Itu?

depresi itu apa
Sumber: Pexels.com

Depresi adalah salah satu penyakit mental yang mempengaruhi suasana hati, sehingga cenderung merasa sedih atau tertekan secara kontinyu, sehingga menyebabkan hilangnya minat untuk melakukan aktivitas dalam kurun waktu yang lama. Jika terus berlanjut, depresi dapat memberikan dampak yang lebih buruk, yakni menurunnya produktivitas, gangguan dalam kehidupan sosial, dan yang lebih parah adalah keinginan untuk bunuh diri. Pengidap depresi paling banyak dialami oleh wanita, sebab wanita memiliki perasaan lebih sensitif, ditambah perubahan hormon yang terjadi ketika menstruasi dan hamil.

Penyebab Depresi

depresi ringan
Sumber: Freepik.com

Depresi dapat menyerang siapa saja, namun sebenarnya depresi paling banyak dialami oleh orang dewasa. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang terserang depresi, antara lain berikut.

  • Faktor Keturunan
    Jika seseorang mempunyai anggota keluarga dengan riwayat depresi sebelumnya, kemungkinan besar orang tersebut akan mengalami depresi di kemudian hari.
  • Senyawa Kimia Pada Otak
    Orang yang sedang mengalami depresi, terjadi ketidakseimbangan suatu senyawa kimia yang terdapat di dalam otak (neurotransmitter). Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengalami depresi.
  • Faktor Eksternal
    Seseorang dapat mengalami depresi jika pernah mengalami kejadian traumatis, seperti kehilangan orang yang dicinta, memiliki masalah, atau bahkan kejadian yang dapat memicu stres berat.
  • Penyakit Dan Kondisi Fisik
    Beberapa penyakit dapat menjadi pemicu seseorang terserang depresi. Bahkan, orang yang pernah mengalami cedera kepala, dan tidak segera ditangani dapat mengalami depresi di kemudian hari. Penyakit lainnya, yakni kelenjar tiroid, penyakit jantung koroner, bahkan kanker dapat menjadi penyebab depresi.

Gejala Depresi Pada Seseorang

gejala depresi
Sumber: Pexels.com

Pada umumnya, seseorang yang mengalami depresi mempunyai gejala yang khas, yakni terlihat sedih dan tampak putus asa. Meskipun begitu, ternyata ada gejala depresi lainnya yang jarang diketahui oleh orang banyak, dan tanpa sadar orang tersebut masuk dalam kategori depresi ringan. Berikut gejala sebagai indikasi depresi.

  1. Terjadi Perubahan Nafsu Makan
    Perubahan nafsu makan menjadi ciri yang bisa dilihat apakah orang tersebut mengalami depresi atau tidak. Ada yang melampiaskan depresi dengan cara makan untuk memperbaiki suasana hatinya, namun ada pula yang kehilangan nafsu makan. Perubahan nafsu makan erat kaitannya dengan kondisi berat badan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Apabila seseorang mengalami perubahan berat badan yang cukup drastis, berarti orang tersebut sedang mengalami depresi yang cukup parah.
  2. Lebih Mudah Marah
    Terkadang orang depresi tidak mudah untuk diketahui. Orang yang terlihat biasa saja, ada kemungkinan sedang mengalami depresi, namun mereka pintar dalam menyembunyikannya. Ada kalanya seseorang mengeluarkan amarahnya dan menjadi mudah emosional sepanjang waktu, hati-hati itu bisa menjadi pertanda bahwa orang tersebut sedang mengalami depresi tersembunyi.
  3. Pola Tidur Berubah
    Tahukah Moms, ternyata pola tidur mempunyai hubungan yang erat dengan suasana hati. Jika seseorang memiliki pola tidur yang buruk, dapat dikatakan jika mereka sedang dalam kondisi depresi. Hal ini diperkuat dengan pendapat National Sleep Foundation, bahwa seseorang yang mengalami insomnia bisa disebabkan oleh depresi, dibandingkan dengan yang tidak. Bahkan, terlalu banyak tidur juga bisa menjadi tanda bahwa orang tersebut mengalami depresi.

Selain gejala di atas, ada pula ciri-ciri depresi lainnya yang terbagi menjadi 2 aspek, yakni psikologis dan fisik.

Ciri Depresi Dari Aspek Psikologis

Depresi yang dilihat dari aspek psikologis, dapat diketahui dari ciri berikut.

  • Selalu merasa bersalah
  • Putus asa, rendah diri dan tidak berharga
  • Cemas dan khawatir
  • Tidak tertarik dan tidak termotivasi pada suatu hal
  • Ada ide untuk menyakiti diri sendiri atau mencoba bunuh diri

Ciri Depresi Dari Aspek Fisik

Sedangkan, ciri fisik dari orang depresi yakni bisa dilihat dengan berbagai ciri di bawah ini.

  • Selalu merasa kelelahan dan tidak bertenaga
  • Pergerakan tubuh dan bicara menjadi lambat
  • Tidak ada gairah seksual
  • Pusing atau sakit kepala yang tidak ada alasannya. Terkadang depresi dan sakit kepala memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Penderita depresi biasanya akan mengkonsumsi obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa nyeri tanpa mau mencari tahu alasan mengapa mereka sakit.

Jenis-Jenis Depresi

depresi dan sakit kepala
Sumber: Pexels.com

Tidak semua orang mengalami gejala yang telah disebutkan di atas. Hal ini berkaitan dengan seberapa parah tingkat depresi yang sedang dialami. Di bawah ini adalah jenis-jenis depresi yang perlu Moms ketahui.

  • Gangguan kecemasan. Penderita akan terlihat gelisah atau khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi.
  • Bentuk melankolis. Ini termasuk depresi berat, dimana penderita kurang tertarik terhadap hal-hal yang menyenangkan. Bahkan, suasana hati dapat buruk di pagi hari, nafsu makan berubah, dan selalu merasa bersalah.
  • Bentuk campuran. Untuk tipe depresi yang seperti ini, terdiri dari depresi simultan dan mania, yang berupa peningkatan harga diri, energi berlebih, dan banyak bicara.
  • Bentuk atipikal. Penderita akan merasa bahagia dalam menanggapi hal menyenangkan, namun hanya sementara.
  • Catatonia. Bentuk depresi seperti ini mencakup aktivitas motorik yang tidak terkendali.
  • Onset peripartum. Inilah depresi yang biasa dialami oleh perempuan selama masa kehamilan atau setelah melahirkan yang dikenal dengan istilah baby blues.
  • Bentuk psikotik. Bentuk depresi seperti ini berupa delusi atau halusinasi akan pemikiran negatif pada diri sendiri.
  • Pola musiman. Depresi yang muncul akibat perubahan musim atau kurang mendapatkan sinar matahari.

Cara Penanganan Depresi

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi depresi, antara lain:

  • Cobalah untuk melatih diri agar selalu berpikiran positif dengan berpikir secara logika.
  • Jika rasa depresi mulai datang, lakukan kegiatan baru, berbeda serta menyenangkan. Dengan begitu, hormon dopamin akan meningkat yang membuat seseorang akan merasa bahagia dan senang, sehingga lupa akan rasa sedihnya.
  • Mencatat segala macam kegiatan dan perasaan dalam buku harian. Hal ini berguna sebagai terapi dan mengingatkan bahwa pernah ada hal positif yang pernah terjadi dalam hidupnya.
  • Perbanyak komunikasi dengan orang terdekat seperti keluarga, teman, dan kerabat yang terpercaya.
  • Lakukan olah raga minimal 3–5 kali seminggu, seperti berjalan kaki untuk meningkatkan hormon endorfin yang dapat memicu suasana hati menjadi lebih bersemangat.

Akhir kata, jangan pernah menganggap depresi adalah penyakit mental biasa. Jika Moms atau orang terdekat mengalami gejala di atas, segeralah lakukan konsultasi dengan psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penanganan lebih tepat. Dukungan dari orang tercinta juga dapat membantu kesembuhan dari penderita depresi. Semoga bermanfaat untuk Moms ya!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Moms! Ini Gejala Depresi Yang Sering Diabaikan"
related post
Cara Menghadapi Istri Suka Ngambekan Berhari-hari Menurut Islam

Dalam berumah tangga tentu wajar apabila terjadi perselisihan hingga menyebabkan istri ngambek. Ada banyak penyebab ... Lanjut Baca

Ternyata Mudah, Cara Menghilangkan Kecemasan Dan Ketakutan Dalam Diri

Perasan cemas merupakan salah satu bentuk emosi manusia, ditandai dengan perasaan kurang nyaman sehingga diperlukan ... Lanjut Baca