Moms Belum Tahu Cara Menghitung Usia Kehamilan? Ikuti Yuk Rumusnya Disini!

Waktu Baca: 5 menitSelasa, 09 April 2019 13:44 WIB
Menghitung Usia Kehamilan
Sumber: Unsplash.com/RawPixel

Kehamilan adalah hal yang membahagiakan, apalagi jika Moms sudah menanti kehadiran si kecil sejak lama. Namun, biasanya setelah mengetahui kalau Moms positif hamil, hal selanjutnya yang terpikirkan adalah mengenai usia kehamilan. Ketahuilah Moms, bahwa memang ada beberapa cara menghitung usia kehamilan, mulai dari cara manual, yaitu cara menghitung dengan rumus, hingga cara modern dengan menggunakan alat. Bila Moms belum tahu caranya, yuk simak ulasannya disini!

Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

tanda kehamilan
Sumber: Healthline.com

Menghitung usia kehamilan secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan kalender. Metode kalender ini selain dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan, Moms juga bisa mengetahui kapan Hari Perkiraan Lahir (HPL). Syaratnya, Moms harus mengetahui kapan Hari Pertama Haid Terakhir Moms atau HPHT. Cara menghitung usia kehamilan dari HPHT ini hanya bisa dilakukan jika siklus menstruasi Moms teratur, yaitu berkisar antara 28 hingga 30 hari per siklus. Berikut ini rumus Neagelle yang bisa Moms gunakan untuk menghitung usia kehamilan secara tepat.

Rumus: (Tanggal HPHT+7) (Bulan pada saat haid terakhir-3) (Tahun pada saat haid terakhir+1)

Misalnya nih, Moms terakhir menstruasi pada tanggal 17 November 2018.

Jadi, perhitungannya akan menjadi seperti ini:

(17+7) (11-3) (2018+1) : 24 . 8 . 2019

Hasil yang didapat adalah 24 Agustus 2019. Artinya, hari perkiraan lahir bayi Moms jatuh pada tanggal 24 Agustus tahun 2019. Mudah sekali kan cara menghitungnya, Moms?

Dari hasil HPL yang Moms dapat inilah, Moms bisa memperkirakan usia kehamilan saat ini setiap tanggal 24 tiap bulannya. Contohnya nih, pada tanggal 24 Desember 2018, usia kehamilan Moms adalah sekitar 6 minggu atau sama dengan satu bulan. Begitu seterusnya. Sederhana, bukan?

Pada kasus di mana bulan HPHT Moms tidak bisa dikurangi 3, misalnya bulan Januari hingga Maret, maka yang harus Moms lakukan adalah menambahkan angka 9 pada variabel bulan (9 dari 9 bulan lamanya mengandung). Sementara, pada variabel tahunnya dibiarkan tetap (tidak ditambahkan angka 1).

Berikut contohnya:

Moms terakhir menstruasi pada tanggal 7 Februari 2018, maka perhitungannya jadi seperti ini,

(7+7) (2+9) (2018) : 14. 11. 2018

Hasil yang didapatkan adalah tanggal 14 November 2019. Artinya, hari perkiraan lahir bayi Moms jatuh pada tanggal 14 November 2018.

Moms pasti sering mendengar wanita yang baru menikah dan langsung hamil dicurigai MBA alias married by accident karena usia kehamilan dan tanggal pernikahan terlalu dekat. Ini adalah hal yang wajar karena proses perhitungan usia kehamilan dilihat dari HPHT atau kapan terakhir kali sang wanita mendapatkan haid. Untuk perhitungan akurat tanpa melihat dari HPHT sendiri sangat sulit karena kita tak pernah benar-benar tahu kapan pembuahan terjadi di dalam rahim. Oleh sebab itu, menurut para ahli, menghitung yang paling akurat adalah berdasarkan tanggal HPHT.

Menghitung Usia Kehamilan Dengan Menggunakan Alat

alat hitung kehamilan
Sumber: Asianparent.com

Selain manual, Moms bisa mengetahui usia kehamilan dengan menggunakan alat. Hal ini merupakan salah satu cara menghitung usia kehamilan jika lupa HPHT atau jika Moms memiliki siklus haid yang tidak teratur. Perhitungan dengan alat yaitu USG (ultrasonografi) juga dinilai akurat karena dihitung berdasarkan perkembangan tubuh janin. Nah, untuk perhitungan usia kehamilan melalui USG sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu USG transabdominal dan USG transvaginal. Kita bahas satu persatu yuk, Moms!

  • USG Transabdominal

USG dilakukan pada bagian perut dengan meletakkan tranduser (alat yang bersentuhan langsung dengan perut Moms). USG transabdominal ini hanya bisa dilakukan saat usia kehamilan sudah besar yaitu sekitar 3 bulan atau di atas dua minggu kehamilan.

  • USG Transvaginal

Mendengar USG ini, pasti Moms sudah bisa menebak cara ini dilakukan lewat mana. Ya, USG satu ini dilakukan lewat vaginal. Dokter atau bidan akan memasukkan alat ke dalam vagina untuk memeriksa keadaan janin dan sekaligus menghitung usia kehamilan. Menghitung dengan USG transvaginal ini lebih akurat daripada transabdominal karena alat lebih dekat menjangkau rahim. USG ini sudah bisa dilakukan saat kandungan berusia 4 minggu ke atas atau Moms sudah telat haid lebih dari sebulan.

Pada umumnya, dokter baru bisa menyatakan Moms positif hamil pada saat usia kandungan mencapai 4 minggu atau lebih. Pada saat itu, kantong janin sudah mulai terbentuk. Meski begitu, pada usia kehamilan 5 atau 6 minggu baru Moms bisa melihat calon janin di dalam kantong kehamilan. Pada saat itulah dokter bisa dengan yakin menyatakan Moms hamil dan posisi janin aman karena berada pada tempat seharusnya yaitu di dalam rahim.

Meski menghitung usia kehamilan dengan alat USG lebih akurat, saat sebelum memeriksa, dokter akan tetap menanyakan kapan HPHT pada Moms. Hal ini ditujukan untuk melakukan perbandingan antara usia kehamilan berdasarkan HPHT, serta usia kehamilan berdasarkan alat USG. Secara umum, memang hasil yang didapat tak akan jauh berbeda. Namun, pada Moms yang memiliki riwayat haid yang tak teratur, perbedaan hasil antara keduanya bisa saja cukup signifikan. Pada kondisi seperti ini, maka dokter biasanya akan lebih berpatokan pada hasil USG.

Nah, itulah tadi bagaimana cara menghitung usia kehamilan dengan cara manual atau menggunakan alat. Share deh di komentar, sudahkah Moms mengetahui usia kehamilan saat ini dengan cara menghitung diatas? Tentunya setelah mengetahui caranya, Moms akan lebih mudah menjawab saat ada yang bertanya tentang usia kehamilan saat ini. Selamat menikmati masa-masa hamil yang luar biasa ya, Moms!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Moms Belum Tahu Cara Menghitung Usia Kehamilan? Ikuti Yuk Rumusnya Disini!"