Kapan Sebaiknya Anak Laki-Laki Sudah Siap Untuk Disunat?

Waktu Baca: 3 menitSelasa, 12 Mei 2020 12:02 WIB
Menjelaskan Seks Pada Anak Laki Laki Penting
Sumber: Forgingbonds.org

Bagi sebagian besar kaum Adam di Indonesia, sunat sudah menjadi kewajiban. Keberadaannya lebih pada tradisi negara, bukan lagi memandang sisi agama. Yang pasti, kalau merasa pria Indonesia berarti berani sunat.

Secara medis, sunat adalah tindakan bedah untuk membuang kulup, atau kulit yang menutup ujung kelamin. Tujuannya supaya alat kelamin menjadi lebih bersih dan menurunkan risiko penularan penyakit seksual, seperti HIV/AIDS, serta penyakit genital, seperti fimosis, parafimosis, infeksi saluran kemih berulang pada anak, balanitis, postitis, chordee, epispadia dan hipospadia.

Tapi dalam masyarakat ada sebuah pertentangan mengenai kapan waktu yang tepat untuk menyunatkan anak. Ada yang bilang, sejak bayi sudah harus disunat. Sementara yang lain memberi saran agar si kecil disunat saat sudah mengerti apa itu sunat.

Yuk, ketahui saat yang tepat menyunatkan sang jagoan.

Sunat Lebih Dini, Lebih Baik

Menurut Integral Medical Center di London, Inggris, saat terbaik menyunatkan anak laki-laki adalah ketika ia berusia tujuh sampai 14 hari. Dalam agama Islam pun juga disarankan untuk menyunatkan si kecil ketika usianya masih satu minggu.

Pertimbangannya, saat bayi baru lahir, darah yang keluar saat proses sunat masih sedikit. Selain itu penyembuhannya juga berjalan lebih cepat dibandingkan usia yang lebih lanjut. Pertimbangan lainnya, proses penyunatan ini tidak akan menimbulkan trauma atau rasa takut kepada anak.

Sunat Saat Lulus SD

Meski dikatakan bahwa bayi lelaki sebaiknya disunat seminggu setelah lahir, tradisi masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa orang tua lebih memilih menyunatkan anaknya ketika berusia sekitar 12 tahun. Ada banyak alasan mengenai hal ini. Pertama, karena kasihan kalau masih bayi sudah disunat. Meski mungkin si kecil tidak mengetahuinya, namun pasti ada pertentangan batin pada orang tua. Kedua, sunat ketika lulus SD bertepatan dengan masa menjelang akil baliq, di mana si kecil memasuki usia remaja. Ketiga, karena si kecil layak untuk berbangga hati karena berani bersunat.

Selain itu, kulit anak usia 12 tahun masih cukup elastis dan proses regenerasi sel-sel kulit yang terpotong juga tergolong cepat.

Hindari Sunat Ketika Dewasa

Sunat saat usia sudah dewasa tentu berbeda dengan sunat ketika masih kecil. Meskipun ada anggapan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, tak bisa dipungkiri bahwa sunat orang dewasa itu lebih rumit.

Jadi, kapan anak sebaiknya disunat? Secara medis, sangat disarankan untuk menyunat anak seminggu setelah lahir. Selain supaya si kecil tidak trauma, juga untuk menghindari berbagai penyakit yang biasa menyerang bayi lelaki, seperti fimosis.

Tapi kalau orang tua merasa kurang berkenan dengan proses tersebut, tunggulah sampai si kecil sudah besar. Seperti kebanyakan orang tua di Indonesia yang menyunatkan anaknya sambil merayakan kelulusannya dari Sekolah Dasar.

Setelah selesai proses sunat, selanjutnya tidak ada salahnya juga untuk menjelaskan pentingnya seks sejak usia dini loh Dads!

Nah, tentu Moms punya pertimbangan sendiri menentukan usia sunat untuk si kecil. Kapan pun waktunya, usahakan membuat si kecil nyaman dan didampingi ayah saat prosesi sunat nanti. Semoga bermanfaat ya Moms!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Kapan Sebaiknya Anak Laki-Laki Sudah Siap Untuk Disunat?"