Jenis-Jenis Kopi Di Indonesia Dari Kelas Warung Sampai Cafe, Beda Lho!

Waktu Baca: 5 menitSelasa, 08 Juni 2021 08:18 WIB
Jenis Jenis Kopi
Sumber: freepik

Siapa yang tidak kenal minuman satu ini. Kepopulerannya tidak kalah dengan teh dengan memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Untuk beberapa orang pecinta kopi menjadi minuman wajib yang harus diminum untuk mengawali hari agar lebih semangat dan berenergi. Di Indonesia sendiri kopi disajikan dengan berbagai cara, mulai dari kopi hitam hingga diberi campuran berupa susu atau krim.

Jika kita melihat sejarah kopi Indonesia, perkembangan kopi di Indonesia telah ada sejak abad ke 17. Bibit kopi pertama dikirim langsung oleh Gubernur Belanda di Malabar, India dengan jenis kopi Arabika yang saat itu berasal dari Yaman. Budidaya kopi pertama kali dilakukan di Jawa tepatnya di Batavia, namun sayang sempat gagal akibat terserang banjir. Seiring berjalannya waktu perkembangan kopi di Indonesia terus mengalami kemajuan bahkan di tahun 1711, kopi dari Indonesia telah berhasil diekspor ke benua Eropa melalui perusahan dagang Belanda, VOC.

Setelah sukses di Batavia, Belanda mulai memperluas budidaya kopi di sejumlah tempat di Indonesia. Mulai dari Prenger (Jawa Barat), Aceh, Sumatera Utara, Bali, Sulawesi, sampai dengan Papua. Dari sinilah, awal mula kopi-kopi di Indonesia mulai berkembang dan menghasilkan berbagai jenis-jenis kopi di Indonesia.

Tahukah HappyFams jika jenis-jenis kopi di dunia ada lebih dari 100 jenis. Namun sebagian besar diantaranya memiliki rasa yang kurang nikmat atau menghasilkan jumlah produksi yang tidak banyak. Meskipun demikian beberapa kopi terenak ada yang berasal dari Indonesia dan telah diakui di dunia. Lalu apa saja jenis-jenis kopi di Indonesia yang dapat dijumpai mulai dari kelas warung kopi hingga cafe. Yuk cari tahu macamnya di bawah ini!

1. Arabika Gayo - Aceh

Siapa yang sudah tidak asing dengan kopi khas Aceh ini. Dinamakan Gayo karena kopi ini ditanam di dataran tinggi Gayo dengan ketinggian 1200-1700 mdpl. Kopi Arabika ini memiliki tekstur yang sedikit cair namun tidak terlalu pekat dengan rasa asam yang pas. Sangat cocok bagi orang yang kurang menyukai rasa asam khas kopi.

Penduduk Aceh sendiri sering menikmati kopi Arabika dengan cara tradisional yang unik. Jika sebagian besar kopi disajikan dengan cara disedu terlebih dahulu, namun tidak dengan kopi Gayo ini. Penyajian kopi ini direbus ke dalam panci hingga mendidih, lalu dituang ke dalam gelas yang sebelumnya telah diisi dengan gula atau susu. Tertarik untuk mencobanya juga?

2. Arabika Toraja

Kopi hitam dari tanah Toraja ini sudah terkenal di seluruh dunia, tidak heran jika Arabika Toraja masuk sebagai jenis-jenis kopi di cafe terkenal di banyak tempat. Kopi ini telah menjadi produk ekspor utama bagi negara Indonesia dengan negara pelanggan yakni Amerika Serikat dan Jepang.

Kopi Arabika Toraja dapat dicirikan dengan rasa pahit yang hanya terasa ketika kopi diminum namun rasa tersebut akan hilang setelahnya tanpa meninggalkan bekas di tenggorokan. Kopi yang banyak dibudidayakan di daerah Sulawesi ini memiliki sensasi tanah atau hutan dengan rasa asam yang rendah.

3. Robusta Lampung

jenis jenis kopi arabika
Sumber: freepik

Salah satu jenis-jenis kopi robusta yang cukup terkenal berasal dari Lampung. Kopi Robusta ini ditanam pada dataran rendah dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan laut serta kondisi tanah harus subur. Ciri khas kopi Robusta Lampung memiliki rasa yang pahit dengan sensasi kacang, coklat, dan kayu yang unik.

Kopi ini menjadi favorit para orang tua karena telah sejak lama mereka menikmati segelas kopi dengan rasa pahit. Untuk penggemar kopi yang kurang menyukai rasa asam, kopi Robusta Lampung dapat menjadi pilihan.

4. Robusta Flores

Satu lagi kopi robusta yang juga banyak dipilih oleh pencinta kopi yakni kopi Robusta Flores. Kopi yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Barat ini berbeda dengan kopi robusta lainnya. Robusta Flores mempunyai aroma floral dengan rasa nutty, wheat, cereal, dan manis. Bahkan dibagian akhir atau final taste terasa manis asin yang unik.

Karena rasanya tersebut tidak heran jika Robusta dari Flores banyak dijual di coffee shop atau cafe. Penggemarnya datang dari daerah bahkan luar Indonesia seperti Eropa. Kopi ini sangat cocok diminum bagi penikmat kopi yang ingin mencoba kopi dengan rasa ringan.

5. Arabika Java Ijen

Kopi khas Bondowoso ini menjadi jenis-jenis kopi arabika yang telah diakui rasanya oleh dunia. Pohon kopi Arabika Java Ijen banyak tumbuh di sekitar Kawah Ijen dengan ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut. Inilah yang membuat kopi Ijen memiliki rasa yang unik dibandingkan dengan kopi lainnya.

Kopi Arabika Java Ijen lebih ringan dengan tingkat keasaman yang rendah. Rasanya unik yakni terdapat sensasi kacang dan sedikit rasa coklat jika dicicipi. Teksturnya lembut hingga terasa manis jika saat diminum.

6. Liberika Meranti

Selain Arabika dan Robusta, Indonesia juga memiliki jenis kopi lain yakni Liberika. Berbeda dengan kopi lainnya, kopi Liberika tumbuh pada lahan gambut. Justru hal ini membuat kopi Liberika menjadi kopi yang berbeda dari kopi jenis lainnya.

Liberika Meranti memiliki aroma seperti coklat lembut meskipun masih dalam bentuk biji. Kopi yang dikenal juga dengan nama kopi gambut ini memiliki rasa yang unik yakni perpaduan antara coklat dan buah nangka, tidak heran saat menikmati kopi ini terkadang tak perlu menambahkan gula karena telah terasa manis. Tingkat keasamannya juga sangat rendah. Permintaan terbanyak kopi ini berasal dari Malaysia dengan pangsa pasar sebesar 80 - 90%, sedangkan sisanya dipasarkan untuk Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Pekanbaru.

Itulah tadi beberapa jenis kopi yang ada di Indonesia. Sebagai penikmat kopi, apakah ada yang masuk sebagai kopi favorit, HappyFams?

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Jenis-Jenis Kopi Di Indonesia Dari Kelas Warung Sampai Cafe, Beda Lho!"
related post
Minuman Korea Kekinian Ini Lagi Hits Di Indonesia Ada Yang Halal Lho!

Minuman Korea yang lagi hits di Indonesia sebagai imbas dari semakin banyaknya penggemar Drakor (Drama ... Lanjut Baca