Gejala Diabetes Pada Wanita Di Usia Muda Yang Kerap Diabaikan

Waktu Baca: 4 menitJum'at, 27 Agustus 2021 10:22 WIB
gejala diabetes pada wanita
Sumber: shutterstock

Anak millenial sekarang cenderung identik dengan pola makan tidak teratur, bahkan terkadang mengabaikan potensi gejala diabetes. Padahal penyakit diabetes yang disebagkan oleh kandungan gula ini merupakan salah satu penyakit terbesar yang dialami oleh banyak orang di seluruh dunia.

Memang benar bahwa orang-orang dewasa cenderung mengalami sakit ini, sedikit anak muda yang terkena diabetes. Hal ini dikarenakan kondisi tubuhnya berbeda, pada usia muda produksi insulin tinggi, tubuh masih bisa mengendalikan kadar gulanya. Bahaya makanan manis yang dikonsumsi berlebihkan mempercepat timbulnya penyakit diabetes ini.

Berbeda pada kondisi ketika fisiknya sudah mulai menua, kemampuan produksi insulinnya mulai melemah. Efeknya adalah kadar gula dalam darah mulai meningkat dan beragam fungsi tubuh mulai terganggu, seperti berkurangnya kemampuan dalam menutup luka.

Gejala-Gejala Diabetes Usia Muda yang Kerap Diabaikan

BACA JUGA:

gejala diabetes
Sumber: istockphoto

Secara klinis penyakit gula darah ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu tipe 1 dan tipe 2. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya perbedaan signifikan mengapa tubuh tidak bisa memproduksi insulin dan mengendalikan kadar gula dalam darah.

Diabetes Tipe 1 lebih dikenal karena adanya kondisi sistem kekebalan tubuh tidak optimal dalam bekerja, sistem dalam tubuh tersebut berusaha menyerang pankreas atau organ yang memproduksi insulin. Kondisi tersebut sering disebut autoimun, terjadi karena genetik atau faktor lingkungan.

Diabetes Tipe 2 ini lebih umum terjadi pada penderita diabetes, 90% penderita penyakit gula darah mengidap tipe 2 atau sering juga dikenal sebagai Diabetes Melitus. Berbeda dengan autoimun, penderitanya masih bisa produksi insulin, tetapi tubuh resisten terhadapnya, sehingga gula tidak terkontrol.

Mengenai gejala diabetes tipe 1 dan 2 tidak begitu berbeda, hanya saja interval terasanya sangat jauh berbeda. Tipe 2 cenderung pelan terasanya, sehingga kadang cenderung diabaikan termasuk oleh anak-anak muda, baik wanita maupun laki-laki.

Untuk tipe 1, gejalanya cenderung didominasi oleh beberapa hal, di antaranya adalah sering merasa lapar, berat badan berkurang meski pola makan teratur, infeksi pada kulit dan beberapa bagian tubuh lainnya. Pada kondisi berat, bisa juga sakit perut, gemetar, dan kebingungan.

Gejala diabetes melitus tipe 2 tidak jauh berbeda, namun rasa sakitnya lebih lambat dirasakan. Seperti terdapat peningkatan dalam intensitas buang air kecil, selalu merasa lapar, tubuh lemas, luka lebih lama sembuh, dan infeksi pada bagian tubuh yang lembap.

Gejala tipe 2 lebih sulit dideteksi atau dikenali karena sifatnya perlahan, baru bila benar-benar kadar gula dalam darahnya sangat tinggi, seperti pusing dan kelelahan berlebihan cenderung mulai ditangani. Kesalahan paradigma juga menjadi sebab mengabaikan gejalanya.

Mengenal Beragam Jenis Gejala Diabetes yang Populer di Masyarakat

gejala diabetes
Sumber: facebook

Indonesia yang sebagian besar penduduknya mengonsumsi karbohidrat seperti nasi sebagai bahan makanan pokoknya cenderung rawan terkena penyakit ini apabila tidak dibarengi dengan hidup sehat. Seperti mengontrol pola makan dan berolahraga.

Di masyarakat sendiri terdapat beragam jenis penyebutan untuk penyakit satu ini, contohnya dilihat dari lukanya ada penyebutan diabetes basah dan kering. Keduanya merujuk pada proses pembekuan ketika terjadi luka dalam tubuh, tetapi secara tipenya, masuk ke tipe 2.

Gejala diabetes kering adalah luka sulit menutup dikarenakan tubuh terlambat mengatasi lukanya, sebabnya adalah pembuluh darah rusak karena terlalu banyak kadar gula di dalamnya. Apabila terjadi secara berkepanjangan bisa merusak berbagai jaringan tubuh.

Sedangkan yang basah sedikit berbeda, yaitu adanya tanda keluarnya nanah pada saat luka. Nanah tersebut terbentuk karena ada infeksi bakteri di tempat luka. Kondisi penutupan luka yang berbeda tersebut memberikan klasifikasi berbeda, walau penanganannya tidak jauh berbeda.

Baik kedua jenis basah atau kering tersebut, memiliki gejala diabetes pada kaki yang cenderung sama, yaitu merasakan kesemutan, mati rasa, hingga nyeri. Pada kondisi parah, bisa saja terjadi penyumbatan pembuluh darah oleh timbunan gula dalam darah.

Selain permasalahan disebabkan karena gula dalam darah, terdapat lagi penyebab yang menggunakan nama sama, yaitu Diabetes Insipidus. Penyakit ini tidak lagi hubungannya dengan insulin, tetapi lebih pada hormon antidiuretik.

Gejala diabetes insipidus paling mudah diamati adalah meningkatnya frekuensi minum air, tetapi dalam waktu bersamaan juga mengeluarkan banyak cairan itu melalui urin. Kurangnya hormon antidiuretik menyebabkan pengaturan cairannya bermasalah.

Pola hidup seimbang menjadi cara terbaik untuk mencegah terjadinya penimpukan gula dalam darah, sehingga kita semua dapat terhindar dari penyakit diabetes yang sangat berbahaya bagi tubuh ini dan dapat berujung kematian.

Adanya informasi mengenai penyakit satu ini mengharuskan HappyFams untuk lebih menjaga pola konsumsinya dan tidak mengabaikan berbagai tanda-tandanya. Gejala diabetes paling umum adalah perasaan lapar atau berat badan turun meski pola makannya teratur.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Gejala Diabetes Pada Wanita Di Usia Muda Yang Kerap Diabaikan"
related post
7 Manfaat Memeluk Anak Setiap Hari, Kunci Mendidik Mental Anak Sehat

Memeluk anak merupakan kesempatan yang bahagaia bagi semua orang tua. Ketika sang buah hati baru ... Lanjut Baca

Ini Dia Kegunaan Alat Menstruasi Cup Untuk Wanita Tanpa Pembalut Lagi

Saat ini sedang ramai diperbincangkan menggunakan alat menstrual atau menstruasi cup semakin populer. Menstruasi atau ... Lanjut Baca

Penyebab Darah Haid Hitam Pekat Dan Bau Di Awal Menstruasi, Bahayakah?

Apakah Moms pernah mengalami ketika datang bulan dengan kondisi darah haid hitam dan bau? Hal ... Lanjut Baca