Depresi Pada Remaja, Ini 5 Ciri Yang Harus Diwaspadai!

Waktu Baca: 6 menitSabtu, 01 Juni 2019 07:10 WIB
Depresi Pada Remaja
Sumber: pexels

Depresi bahkan perasaan ingin bunuh diri adalah salah satu hal yang menjadi penyebab tingginya angka kematian remaja. Akibat hal ini, pencitraan masyarakat terhadap kasus depresi menjadi sangat buruk. Banyak sekali paradigma yang beredar di masyarakat tentang kasus depresi, diantaranya adalah depresi hadir sebagai salah satu tingkah laku cari perhatian melalui simpati, salah satu kegilaan, bahkan sebagai tanda tidak dekatnya diri pada Tuhan.

Sebenarnya yang pelaku butuhkan hanyalah telinga yang setia mendengarkan, tanpa mulut yang mengomentari, atau menghakimi. Disini kami akan dibahas langkah preventif sekaligus kuratif dalam menghadapi remaja depresi. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali kebutuhan anak usia remaja sekarang dan penyebab depresi pada remaja. Sementara, langkah penyembuhan yang akan dibahas adalah bagaimana cara meredakan depresi pada remaja.

Artikel ini dipersembahkan bagi HappyFams yang peduli terhadap kasus depresi remaja, atau memiliki anak remaja yang sedang berjuang hadapi perasaan depresinya. Yuk disimak!

Langkah Preventif: Kenali Kebutuhan Remaja Jaman Sekarang

kenali kebutuhan remaja jaman sekarang
Sumber: Pexels.com/Albert Rafael

Generasi yang disebut "remaja" pada saat ini adalah mereka yang lahir diatas tahun 2007. Mereka adalah generasi yang lahir dari orangtua yang merasakan pergantian zaman komunikasi dari berbasis telepon menjadi berbasis internet. Sedikit banyaknya hal ini akan berpengaruh pada kuantitas dan kualitas pekerjaan orangtua. Biasanya pada masa transisi ini orangtua bakal lebih banyak menerima pekerjaan yang seringkali berhubungan dan melibatkan internet.

Hal ini pun meningkat saat gawai ponsel pintar semakin mudah diakses. Akibatnya, tuntutan penggunaan internet semakin banyak, dan orangtua semakin sering berinteraksi dengan internet. Keterikatan dengan gawai kini seakan menjadi pemandangan umum, apalagi bagi pasangan muda. Saat waktu kumpul bersama keluarga, anak justru dibiarkan bermain game di ponsel atau PC, sehingga waktunya berkomunikasi dengan orangtua menjadi sedikit.

Secanggih apapun teknologi tidak akan dapat menggantikan waktu bercengkrama bersama orangtua. Namun kebutuhan alami akan bersosialisasi itu akhirnya digantikan oleh komputer yang tidak dapat berkomunikasi dua arah seperti manusia. Akibatnya tumbuh anak-anak yang merasa "sepi" jauh di lubuk hatinya. Beberapa anak bahkan merasa dirinya tidak spesial karena orangtuanya lebih menghargai gadget dan pekerjaan daripada dirinya.

Pada dasarnya, di zaman serba teknologi canggih seperti sekarang ini, para remaja lebih membutuhkan curahan kasih sayang, telinga yang siap mendengarkan, serta afeksi yang menunjukkan bahwa dirinya berharga. Tiga hal ini, jika hilang dapat menjadi pemicu munculnya depresi yang tinggi. Yuk, segera luangkan waktu untuk sekedar mengobrol dan mendengar cerita anak remaja Moms dari sekarang! Dengan begitu, ia pun akan merasa lebih didengarkan.

Ini 5 Ciri-ciri Depresi Pada Remaja, HappyFams! Jangan Lupa Dicatat Ya!

lima ciri remaja depresi
Sumber: Pexels.com/Pixabay

Kehilangan kasih sayang, figur contoh, pendengar yang baik, dan afeksi menjadi deretan dari sekumpulan faktor-faktor yang dapat menyebabkan depresi. Hal ini kemudian melahirkan gejala-gejala depresi remaja sebagai berikut.

1. Hilangnya Minat Melakukan Aktivitas

Hal ini jelas berbeda dengan mager alias malas gerak biasa ya, HappyFams. Ciri yang satu ini menunjukkan mager berkepanjangan dan menyebabkan sosok tersebut sangat tidak produktif. Biasanya hal ini terjadi akibat hadirnya ingatan terhadap hal yang menimbulkan depresi saat akan bekerja. Selain itu, hal ini dapat merembet ke masalah pertemanan seperti menarik diri dari teman pergaulan, merasa sangat rendah diri, hingga sering menyalahkan diri sendiri.

2. Terjadi Peningkatan Atau Penurunan Nafsu Makan

Aktivitas makan pada sebagian orang dapat membantu produksi serotonin dan dopamin, yang akan menghasilkan efek kebahagiaan. Maka, di saat stres beberapa orang akan banyak makan dan mengalami peningkatan berat badan sebesar lima persen. Begitu pula tipikal orang yang malas makan, ada kemungkinan beratnya turun hingga lima persen lho, HappyFams. Artinya, untuk tahu apakah seseorang dalam keadaan depresi, kita wajib mengenal kebiasaannya.

3. Terdapat Perubahan Jam Tidur

Depresi kadang memunculkan stres dan kepanikan yang tinggi sehingga adrenalin terus terpacu dan menyebabkan tubuh dalam kondisi siaga. Keadaan seperti inilah yang dapat memicu timbulnya insomnia atau gangguan tidur. Sebaliknya, malah ada beberapa orang yang justru mekanisme menahan stresnya adalah dengan memperbanyak tidur, lho!

4. Mood Swing Yang Sangat Kacau

Remaja yang sedang mengalami depresi biasanya akan dapat menjadi mudah marah dan gelisah. Jadi, perhatikan ya apakah saat ini saat buah hati mengalami perubahan mood yang cukup signifikan? Namun, pastikan Moms dan Dads jangan ikut-ikutan moody ya!

5. Rasa Sakit Di Beberapa Bagian Tubuh

Saat sedang tertekan, seseorang kerap kali merasakan nyeri atau sakit di beberapa bagian tubuh seperti sakit kepala, sakit punggung, nyeri otot, dan sakit perut. Agar segala keluhan ini tidak terjadi secara berkelanjutan, maka Moms dan Dads harus perhatikan keluhan sang anak ya.

Cara Meredakan Depresi Pada Remaja

cara meredakan depresi pada remaja
Sumber: Pexels.com/Pixabay

Ada banyak cara sebenarnya yang dapat HappyFams lakukan untuk meredakan depresi pada remaja. Salah satunya adalah banyak mempelajari tentang depresi. Pelajari tentang gejala, pengobatan, dan perawatan anak dengan depresi. Jika HappyFams mendeteksi gejala depresi pada anak, maka mulailah untuk menjalin komunikasi dengan buah hati tercinta.

Dalam menjalin komunikasi, HappyFams harus siap dengan segala uneg-uneg yang keluar dari benak remaja ketika ia sudah siap untuk mengkomunikasikannya pada Moms atau Dads. Kadangkala remaja dengan depresi memiliki pikiran ekstrim seperti keinginan bunuh diri karena menganggap dirinya sendiri tidak berguna. Jangan marah, jangan panik, tetap tenang.

Saat ia bercerita hal ekstrim, rengkuhlah remaja dalam pelukan. Mungkin remaja akan terkejut dan menangis menyadari bahwa akhirnya ia mendapatkan afeksi yang didambakannya. Tapi, itu pertanda baik. Artinya, beban di hatinya mulai terasa lega. Belai lembut punggungnya, ucapkan padanya bahwa HappyFams akan selalu ada di sisinya untuk menghadapi masa sulit bersama.

Jangan lantas menghujaninya dengan kuliah agama. Yakinkan dulu ia, baru setelah itu berikan ia asupan gizi rohani. Orangtua juga dapat memfasilitasi proses penyembuhan dengan memfasilitasi pola hidup sehat yang dapat menyibukkannya dan berpotensi mendorong produksi dopamin lebih baik dari dalam tubuhnya. Bersabarlah dan dampingi sang anak.

Jika HappyFams rasa perlu untuk berhadapan dengan psikiater, maka dampingi anak dalam pertemuannya. Bantu ia untuk memahami apa yang terjadi pada dirinya, dan bantu komunikasikan dengan dokter apa fungsi dari pengobatan yang diperolehnya kini, agar kesadaran dan semangat berobat muncul dari dalam dirinya. Peluk ia agar nyaman.

Janganlah pernah menjudge dan membandingkan anak dengan oranglain dengan cara yang tidak baik. Hal ini dapat membangkitkan tekanan pada dirinya dan ia semakin malas untuk mempercayai HappyFams. Semisal ada pikiran negatif, komunikasikanlah dengan pasangan, menuliskannya dalam diary, atau mengkomunikasikannya pada pakar seperti psikiater.

Yuk share apa yang HappyFams ketahui tentang depresi pada remaja dan tips menghadapi remaja di kolom komentar! Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Depresi Pada Remaja, Ini 5 Ciri Yang Harus Diwaspadai!"
related post
Mengungkap Nasehat Orang Tua Jaman Dulu Kepada Anaknya, Yuk Cari Tahu!

Mungkin HappyFams masih pernah mengingat nasehat orang tua yang dari dulu sering diberikan ketika masih ... Lanjut Baca

Membantu Orang Tua Merupakan Contoh Kebiasaan Anak Hebat Indonesia

Membantu orang tua adalah salah satu kewajiban bagi anak yang dapat bermanfaat terhadap tumbuh kembangnya ... Lanjut Baca

Menjaga Pola Hidup Sehat Dan Bersih Anak Terlepas Dari Penyakit

Sebagai orang tua yang peduli terhadap pola hidup sehat, maka perlu pula untuk menerapkan pola ... Lanjut Baca