Ciri Hubungan Yang Tidak Harmonis Dengan Pasangan

Waktu Baca: 4 menitKamis, 02 April 2020 10:00 WIB
hubungan yang tidak harmonis
Sumber: Yandex.com

Happinest.id - Hubungan yang tidak harmonis adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh para pasangan, baik yang sudah menikah maupun yang belum. Tentu saja, setiap pasangan mengharapkan sebuah hubungan yang langgeng, apa adanya, dan memberi kenyamanan. Pada hubungan yang tidak harmonis, hal ini mungkin mulai tidak terwujud.

Sebelum terlambat, sebaiknya Moms kenali dahulu ciri-ciri hubungan yang tidak harmonis dengan pasangan. Lebih baik mencegah daripada mengobati ya, Moms. Dalam artikel ini, Happinest juga akan membagikan penyebab ketidakharmonisan dalam suatu hubungan yang bisa dijadikan bahan evaluasi Moms. Simak ya!

1. High Tension Couple

hubungan tidak harmonis
Sumber: Yandex.com

Ciri hubungan tidak harmonis yang paling dapat dilihat adalah adanya tegangan tinggi antara seseorang dan pasangannya. Marah atau bertengkar itu biasa, namun jika terlalu sering, lain cerita. Teriak sana-sini, sedikit-sedikit bertengkar. Tak jarang orang-orang di sekitar juga ikut dalam pertengkaran pasangan. 

Tegangan tinggi ini pun juga ada levelnya lho, Moms! Yang paling sederhana adalah sering sindir menyindir satu sama lain di waktu ramai atau sepi. Sindiran adalah ungkapan perasaan yang paling tidak mengenakkan. Tidak blak-blakan mengungkapkan kekeliruan, namun dibungkus dalam kata-kata yang tajam, bahkan menyakitkan.

Tingkat selanjutnya adalah sering berteriak marah dalam adu argumen. Adu argumen sebenarnya juga hal yang biasa. Namun ingat, yang menjadi masalah disini adalah jumlah frekuensinya. Pertengkaran yang terjadi dalam keluarga tidak harmonis biasanya diperpanjang tanpa ada itikad serius menyelesaikannya.

Tingkat selanjutnya adalah kekerasan fisik. Kekerasan fisik adalah buah dari ego dan rasa putus asa. Kalah berargumen, frustasi terhadap kemarahan pasangan, bahkan ego lain yang pemicu tindakan ini. Kekerasan fisik dampaknya sangat besar. Selain cedera fisik, kekerasan fisik juga membuat luka batin yang parah dan dapat bertransformasi menjadi kelainan mental, yang berdampak ke seluruh aspek kehidupan Moms.

2. Terlalu Dominan Dan Mengontrol

hubungan sudah tidak harmonis lagi
Sumber: Yandex.com

Salah satu penyebab hubungan tidak harmonis adalah tidak adanya pembagian tugas yang jelas dan batasan berbuat. Akibatnya, terciptalah pasangan yang terlalu dominan dan mengontrol. Banyak pasangan tidak harmonis dalam kasus ini yang lupa bahwa pasangannya adalah seseorang dengan kepribadian, urusan, dan mimpi tertentu.

Banyak juga yang lupa bahwa pasangannya adalah manusia dewasa yang harus dipercayai dapat melakukan sesuatu. Harus dipercayai bahwa ia adalah manusia yang juga punya emosi dan rasa lelah. Harus dipercayai bahwa ia mengusahakan kebaikan untuk hubungan mereka dengan caranya sendiri.

Sikap terlalu dominan dan terlalu mudah menyerahkan diri (submisif) pada pasangan biasanya lahir karena tingkat ego yang tinggi. Ada ego 'ingin ditinggikan' yang menutup hati seseorang yang menyebabkan ia mengontrol pasangannya secara berlebihan. Ia menjadikan pasangannya batu loncatan agar terlihat besar. Ada rasa haus ingin dihargai yang ia wujudkan dengan mengontrol pasangannya.

Biasanya, perilaku dominan ini berlanjut pada rasa takut kehilangan yang berlebihan. Ada kalanya rasa takut itu muncul karena seseorang tidak ingin batu loncatannya pergi. Atau semata karena ia takut kehilangan seseorang yang ada di dalam genggamannya. Akibatnya, ia akan mengontrol pasangannya dengan ketat. Tidak boleh keluar kemana-mana, pasangan cemburu saat bertemu teman atau mengikuti suatu acara, dan banyak bentuk lainnya.

3. Memaksakan Kesan Harmonis

tanda hubungan tidak harmonis
Sumber: Yandex.com

Hubungan sudah tidak harmonis, kadang ditandai dengan adanya kesan harmonis yang dipaksakan. Menunjukkan segala sesuatunya ke sosial media, misalnya. Image yang baik dibangun dengan sedemikian rupa dan tanpa cela. Padahal kenyataannya, hubungan yang abusive telah terjadi. Sesuatu yang tidak benar, biasanya akan ditutupi dengan perilaku manipulatif. Jika dirasa mulai ada perilaku ini, segera evaluasi diri ya, Moms.

4. Berbohong


Sumber: Unsplash.com

Salah satu indikator hubungan tidak harmonis adalah kebohongan. Selain menjadi indikator, kebohongan juga menjadi penyebab hubungan sudah tidak harmonis. Terlalu sering berbohong menurunkan rasa percaya sehingga seseorang akan mudah curiga kepada pasangannya.

Padahal, demi membentuk hubungan yang harmonis, kejujuran adalah kunci. Jika terbiasa jujur, maka rasa percaya akan terpupuk sendirinya. Banyak orang yang mendambakan pasangan yang jujur. Lagi pula, kenapa harus berbohong? Bukankah dengan kejujuran hidup akan lebih mudah karena tidak ada skenario atau kata yang harus dikarang? 

5. Lebih Memilih Orang Lain 

ciri hubungan yang tidak harmonis dengan pasangan
Sumber: Yandex.com

Salah satu tanda hubungan tidak harmonis adalah ketidakpercayaan seseorang dengan pasangannya. Ia akan lebih memilih untuk menceritakan masalahnya kepada orang lain. Bahkan kepuasan batin dan seksual juga akan ia peroleh dari orang lain, bukan pasangannya.

6. Tidak Menghargai Keberadaan Pasangan

hubungan keluarga tidak harmonis
Sumber: Yandex.com

Keberadaan dan usaha Moms tidak diapresiasi atau justru malah disalahkan? Tandanya Moms berada dalam hubungan yang tidak harmonis. Salah satu indikator keluarga harmonis adalah menghargai perbedaan yang ada dalam keluarga. Definisi harmoni itu sendiri adalah teratur dan indah dalam perbedaan.

Kenapa keberadaan seseorang yang begitu berharga kini tidak dihargai? Semuanya adalah buah egoisme dan minimnya empati. Karena ego 'tidak mau disalahkan' atau 'tidak mau bertanggung jawab' cukup tinggi, maka keberadaan pasangan menjadi tidak berharga. Padahal, bisa saja ia berada dalam kondisi sekarang karena dukungan pasangannya.

7. Minimnya Sentuhan Fisik

hubungan kurang harmonis dengan pasangan
Sumber: Yandex.com

Indikator terkait hubungan keluarga tidak harmonis adalah minimnya sentuhan fisik. Sentuhan fisik adalah bagian esensial untuk membangun rasa cinta. Jika kurang sentuhan fisik, mungkin rasa cinta dan penghargaan kepada seseorang sudah menurun.

Ada rasa 'jijik' atau 'kesal' atau perasaan ingin menghindar dari seseorang yang tidak disukai, sehingga satu sentuhan saja bisa memicu rasa kesal, bahkan jijik. Berbanding terbalik dengan rasa cinta. Satu sentuhan saja dapat membuat seseorang merasa dihargai. Jika perasaan ini mulai berganti rasa benci, Moms wajib mengevaluasi keberjalanan hubungan dengan pasangan.

Demikian 7 ciri hubungan keluarga tidak harmonis. Semoga keluarga Moms dilindungi dari hal yang demikian. Pernah menemukan ciri keluarga tidak harmonis lainnya, share yuk!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Ciri Hubungan Yang Tidak Harmonis Dengan Pasangan"
related post
Pengaruh Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Anak-Anak

happinest.id - Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bukan sesuatu yang asing bagi sebagian besar masyarakat. ... Lanjut Baca

5 Cara Bersikap Dewasa Dalam Rumah Tangga, Pasangan Muda Wajib Tahu

Ada dua orang yang berkomitmen dalam satu biduk rumah tangga. Bukan hanya bermodalkan ... Lanjut Baca