Cara Menghadapi Anak Manja Tanpa Harus Membuatnya Merasa Tertekan

Selasa, 24 Maret 2020 10:00 WIB
Anak Manja
Sumber: Yandex.com

Happinest.id - Seorang anak bisa menjadi manja karena kebiasaan, serta pola asuh orangtuanya di masa kecil. Wajar saja, sebagai orangtua yang dituntut untuk selalu relevan dengan perkembangan zaman, kesalahan pola asuh sebelumnya mungkin saja bisa terjadi. Namun, tidak perlu khawatir ya Moms, belum terlambat untuk memperbaikinya saat anak beranjak dewasa, terutama mengubah kebiasaan anak manja.

Ragam strategi yang tepat diperlukan untuk menghadapi anak yang manja, sehingga akhirnya dapat menumbuhkan kemandiriannya yang akan berguna kelak saat ia dewasa nanti. Aturlah strategi ini dengan sangat baik, agar hati sang anak tidak merasa tertekan karena perubahan ini. Berikut Happinest Indonesia rangkum hal-hal yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi si manja tanpa membuatnya tertekan. Mari simak bersama ya, Moms!

Anak Manja VS Anak Mandiri

cara menghadapi anak manja
Sumber: Yandex.com

Sebelum pembahasan lebih lanjut, mari ketahui dahulu perbedaan anak manja vs anak mandiri ya, Moms. Anak manja adalah anak yang punya ketergantungan tinggi dengan orangtua. Sikap manja ini bahkan dapat bertahan hingga dewasa. Lantas, seperti apa saja contoh sikap manja yang wajib Moms kenali di dalam diri anak Moms? 

1. Suka Mengambek

Anak yang manja biasanya suka mengambek, berapapun usianya. Ketika mereka menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dia inginkan, maka ia akan melakukan berbagai tindakan untuk mengekspresikan emosinya, salah satunya aksi mogok bicara dan mogok interaksi. Wajah yang berat akan ia tampilkan di depan Moms.

Ketika si manja mengambek, ia bisa saja membuat repot sekelilingnya. Karena ia tak mau mengungkapkan apa yang dirasakannya, semua orang akan bingung harus berbuat apa. Hal ini akan sangat berbahaya jika ia memegang posisi penting dalam suatu kelompok. Tentu saja pekerjaan akan sulit selesai karena aksi ngambeknya. 

2. Memberontak Hebat Jika Keinginannya Tidak terpenuhi

Pada anak yang lebih konfrontatif, biasanya rasa manja akan diwujudkannya dalam bentuk pemberontakan hebat. Moms dan sang buah hati akan terus berdebat hebat. Selain melelahkan, perilaku ini akan merenggangkan hubungan dan rasa percaya antara Moms dan si buah hati.

3. Terlalu Bergantung Pertolongan Atau Campur Tangan Orang Tua 

Apakah sang buah hati mudah meminta tolong pada Moms? Padahal, sebenarnya ia mampu melakukannya sendiri? Jika ia melakukan ini sesekali, maka tidak masalah. Mungkin ia hanya sedang ingin dimanja oleh Moms. Tapi kalau keterusan, ia sudah menjadi anak yang manja.

Contoh kasus lainnya adalah anak yang sering mengajak orangtuanya terlibat dalam pertengkaran, walau ia sudah remaja. Ia akan melibatkan orangtuanya dalam melawan 'musuhnya'. Pada beberapa kasus, orangtua yang tidak bijak akan ikut dalam pertengkaran tersebut dan malah menghakimi sendiri lawan si anak.

4. Pada Kasus Anak-Anak Dari Keluarga Mampu, Mereka dapat Mengandalkan Uang Untuk Segala Keinginannya

cara mendidik anak manja jadi mandiri
Sumber: Yandex.com

Pasti Moms akrab dengan sosok Ehsan di serial kartun Upin dan Ipin. Anak kecil yang dijuluki Intan Payung oleh orangtuanya ini adalah personifikasi anak manja yang terlalu bergantung pada harta orangtuanya. Tak jarang mereka akan memamerkan barang-barang yang mereka miliki. Mungkin banyak orang yang memaklumi hal ini, tapi tak jarang juga orang akan merasa tidak nyaman berteman dengan sosok ini. Kebanyakan pergaulan sosial masyarakat lebih menyukai orang-orang dengan kepribadian yang fokus pada target atau tujuan tertentu, bukan pada orang yang fokus pada kekayaannya semata sehingga anak manja akan sulit survive.

5. Egois Dan Minim Kemampuan Empati

Karena merasa sangat diperhatikan dan selalu berada dalam kenyamanan, anak akan cenderung menjadi egois. Ia akan menjadi orang yang dunianya berpusat pada dirinya sendiri dan gagal melihat ke luar dirinya. Tentu saja, buntut dari kondisi ini adalah minimnya kemampuan empati sehingga tidak bisa menjadi pendengar yang baik. Tak jarang mereka akan menjadi orang yang perkataannya tak sejuk untuk didengar, bahkan menjadi orang yang toksik. 

Anak mandiri memiliki sikap yang berkebalikan dengan ini. Anak mandiri biasanya memiliki kepercayaan diri yang baik dan terkendali, sehingga ia mampu fokus pada satu tujuan, dan mengandalkan sebagian besar kekuatannya sendiri. Karena besarnya kekuatan di dalam dirinya, ia dapat menjadi kekuatan bagi orang lain bahkan membagi kekuatan tersebut kepada orang lain melalui pengajaran atau pendampingan yang bermanfaat untuk sekitarnya.

Anak-anak mandiri akan cenderung lebih menerima jika kenyataan tidak berjalan sesuai keinginan. Mereka mungkin mengambek atau frustasi sejenak, tapi mereka dapat kembali dan move on dengan strategi baru dalam durasi yang jauh lebih cepat ketimbang anak manja. Mereka dapat memahami perasaan orang lain dan membantu orang lain membangun dirinya. 

Cara Mengubah Anak Manja Menjadi Mandiri

anak manja vs anak mandiri
Sumber: Yandex.com

Setelah menyimak perbedaan anak manja vs anak mandiri, mungkin Moms tergugah ingin mengetahui tips dan trik merubah perilaku sang buah hati menjadi lebih mandiri dan positif bagi sekitarnya. Mari kita simak satu-satu bagaimana cara menghadapi anak manja dan mengubahnya menjadi anak mandiri. Simak penjabarannya berikut ya, Moms!

1. Evaluasi Diri Orangtua

Pada dasarnya, jika Moms ingin mengubah perilaku anak, maka Moms juga harus siap memperbaiki diri, ya. Bisa jadi, kesalahan utama ada di pengasuhan orang tua. Mungkin Moms terlalu sayang pada sang buah hati sehingga Moms sulit membiarkan ia mengeksplorasi sekitarnya.

Moms dan Dads mungkin terlalu tidak tega melihat ia kesulitan, sehingga selalu membantu walau tanpa diminta. Pun begitu, Moms harus sadar akibatnya: sang buah hati jadi merasa aman. Jika kesulitan atau malas, ah tenang saja, kan ada orangtua yang siap membantu. Padahal, tak selamanya bisa begitu.

Mungkin Moms dan Dads tak tahan melihat si kecil meneteskan air mata, padahal air mata adalah bagian dari kedewasaan. Rasa tak tega kadang bukan cara mengatasi anak manja dan cengeng yang baik. Pelajaran penting bagi si kecil adalah: tak semua keinginannya di dunia ini dapat terwujud. Semua orang punya keterbatasannya sendiri dalam memenuhi kebutuhannya, apalagi kebutuhan orang lain.

Jika Moms dan Dads sudah menyadari bahwa ada yang tidak beres dari pola dan cara asuh kepada anak, maka inilah saatnya Moms dan Dads berproses menuju perubahan bersama-sama. Siapkan mental. Mungkin saja terjadi penolakan dari sang permata hati, atau justru akan ada pemberontakan. Tapi, selalu ingatkan diri Moms dan Dads bahwa perubahan pola asuh ini dimaksudkan untuk kebaikan si kecil juga.

2. Berusaha Untuk Konsisten Dengan Perintah Dan Larangan

Langkah pertama yang dapat Moms dan Dads tempuh adalah mengurangi zona nyaman sang buah hati dengan memberinya perintah dan larangan. Misalkan, ketika ia meminta uang, Moms dapat membuat patokan uang saku anak untuk sebulan. Tantang sang buah hati untuk mengelola uang sakunya dengan bijak.

Moms bisa langsung menjelaskan alasannya, dan gunakan alasan logis ya Moms, jangan mengada-ada. Misalnya, "Mama ingin kamu bijak menggunakan uang. Kalau Mama terbiasa memberi kamu uang, takutnya kamu merasa aman dan malah menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang belum perlu."

Setelah memberikan batasan ini, Moms harus ingat untuk selalu konsisten, ya. Walau si kecil nanti kesulitan uang, Moms jangan berikan ia uang, kecuali dalam kondisi darurat. Akan lebih baik jika Moms bantu berikan alternatif untuknya, misal bawa bekal dari rumah yang bisa membantu mengurangi pengeluaran anak. 

Jika ia memutuskan untuk bawa bekal dari rumah, Moms bisa mendampingi ia untuk memasak, sekaligus mengajarinya memasak. Pelan-pelan, Moms bisa mulai membiarkannya memasak sendiri sehingga si kecil akan mulai meninggalkan kebiasaan manja yang bisa menambah satu lifeskill kehidupannya: memasak.

3. Berikan Alasan Terkait Perubahan Sikap Moms

Mungkin si kecil merasa tingkah laku orangtuanya tak sama seperti dulu lagi. Tadinya permisif sekali, kok sekarang malah membatas-batasi dan menyuruhnya mengerjakan segala sesuatunya sendiri? Sebelum menjadi salah paham berkelanjutan, Moms bisa bantu jelaskan padanya apa alasan perubahan sikap Moms dan Dads.

Ajak si kecil berdiskusi terkait perubahan sifat ini. Biarkan si kecil mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Mungkin ia kecewa, mungkin Ia merasa tak lagi disayangi, bahkan merasa Ia bukan anak kandung Moms dan Dads (ya, kasus drama seperti ini mungkin ada).

Setelah si kecil tenang, Moms bisa mulai masuk ke penjelasan. Jelaskan padanya Moms sayang padanya dan ingin Ia menjadi orang berkepribadian baik di masa depan. Akhiri sesi haru biru ini dengan pelukan dan ungkapan betapa berharganya dirinya di mata Moms.

4. Berikan Reward or Punishment 

Tak ada salahnya memberi penghargaan atau hukuman. Kita ambil contoh kasus menghemat uang tadi. Pada bulan tertentu , setelah ia berlatih menggunakan uang dengan bijak, Moms bisa memberikannya kejutan. Siapa sih yang tidak ingin diapresiasi? Dengan apresiasi, sang buah hati dapat merasa sangat dicintai dan terharu karena ia merasa masih diingat oleh orangtuanya.

Sebaliknya, jika si kecil melanggar atau berbuat tidak jujur, Moms bisa memotong uang sakunya lagi. Lakukan ini sampai si kecil jera. Ingatkan padanya bahwa tak selamanya orangtua dapat membantu. Jika ia kedapatan berbuat tak jujur seperti mencuri atau memalak teman, Moms bisa menegurnya dan mengajaknya berbicara dengan memberi contoh kasus korupsi, misalnya.

Lakukan pendekatan empatik, seperti "Kalau kamu keterusan begini, takutnya malah seperti Bapak A. Kasihan jutaan rakyat Indonesia jadi tidak punya e-KTP." lalu jelaskan efeknya jika orang tidak memiliki e-KTP. Biasanya, hal ini dapat membuatnya jera dan mendapatkan bayangan mengapa melakukan hal tidak terpuji seperti pencurian bisa merugikan sang anak di masa depan ketika sudah bekerja dan terjun ke masyarakat.

5. Memperbanyak Bersosialisasi Dengan Kerabat Atau Masyarakat

mengasuh remaja usia awal
Sumber: Yandex.com

Melakukan kegiatan sosial bersama masyarakat yang beragam adalah cara terbaik menumbuhkan empati. Dengan berinteraksi bersama mereka, anak bisa memahami bahwa dunia ini lebih luas dari genggamannya. Cara ini cocok dilakukan juga sebagai cara mengatasi anak manja dan malas, supaya mereka mau berinteraksi dengan orang lain.

Banyak orang yang susah, banyak orang yang sukses. Ada langit dijunjung di atasnya dan ada bumi ditapaki di bawahnya. Jadi, dunia ini tak berputar di dirinya saja. Pentingnya kesadaran akan hal seperti ini dapat membuat sang buah hati jago empati. Selain itu, kegiatan ini dapat menyambungkan silaturahmi antara dirinya dengan kerabat atau masyarakat. Pelan-pelan, rasa manja di dalam dirinya terkikis.

Contoh nyata kegiatan ini bisa Moms lihat di acara artis-artis masuk desa atau di kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Anak-anak kota yang cenderung serba enak akan merasakan arti perjuangan ketika mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Yang penting, kurangi rasa iba di hati Moms. Saat ini, ia berada di jalan menuju kedewasaan. 

Apakah Moms kian termotivasi memperbaiki sifat anak manja sang buah hati? Yuk mulai dari hal kecil, mulai dari hari ini, dan mulai dari saat ini. Jika Moms memiliki pengalaman mengubah perilaku manja menjadi mandiri, silakan bagikan di kolom komentar ya, Moms!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Cara Menghadapi Anak Manja Tanpa Harus Membuatnya Merasa Tertekan"
related post
Pantangan Makanan Ibu Hamil Yang Tidak Boleh Dilanggar

Happinest.id - Bahagia sekali rasanya menjadi seorang ibu. Rasanya tak sabar ingin menimang ... Lanjut Baca

Moms! Ini Gejala Depresi Yang Sering Diabaikan

Happinest.id - Selama ini banyak orang lebih mengutamakan kesehatan fisik, dan cenderung mengabaikan kesehatan mental. ... Lanjut Baca

Mengasuh Remaja Usia Awal, Begini Sebaiknya Orangtua Mendampingi

Happinest.id - Setiap tingkatan kehidupan memiliki pengalaman tersendiri. Mulai dari masa kanak-kanak dengan rasa ingin ... Lanjut Baca