
Sumber: Freepik.com
Jika Moms dan Dads berpikir bahwa anak-anak pernah mengalami tindakan bullying, cobalah untuk membicarkan hal ini terlebih dahulu dengan menanyakannya. Jika diperoleh jawaban “iya”, Moms dan Dads dapat bertanya apakah kalian berdua boleh membantu mengatasi hal tersebut. Perlu diingat jangan pernah menyarankan anak untuk melawan balik pelaku.
Cara mengatasi bullying pada anak dapat dilakukan dengan meminta anak secara tegas dan penuh percaya diri untuk berkata tidak dan menolak pelaku penindasan untuk berhenti melakukan bullying. Jika dirasa tindakan tersebut kurang berhasil, Moms dan Dads dapat melakukan beberapa hal seperti berikut:
Cobalah untuk mencatat secara terperinci mengenai kronologi terjadinya bullying. Siapa pelaku yang melakukan bullying, waktu dan tempat kejadian, hingga saksi-saksi mata yang mungkin melihat kejadian bullying. Apabila berupa cyber bullying dapat dilakukan dengan mengambil tulisan yang mengarah pada bullying sebagai bukti.
Jangan pernah berkonfrontasi atau memarahi pelaku bullying. Hal ini dapat menjadi bumerang bagi orang tua sebab HappiFams tidak berbeda dengan pelaku bullying. Bisa jadi ini akan berbuntut panjang atau bahkan mempermarah keadaan.
Anak-anak terutama remaja masih memiliki emosi yang belum stabil, sehingga dapat berbuat apapun termasuk membalas komentar sama negatifnya dengan pelaku bullying. Cobalah untuk peringatkan anak untuk mengabikan komentar negatif tersebut sebagai tindakan balas dendam.
Apabila dirasa cyber bullying semakin parah, cobalah ajak anak untuk sementara waktu menjauhkan diri dari media sosial. Pergi berlibur atau mengunjungi tempat-tempat menarik untuk menghibur anak juga menjadi cara mengatasi bullying di masyarakat agar mereka tidak semakin tertekan atau depresi di dalam rumah.
Jika ditemukan akun yang menuliskan ujaran kebencian, tidak ada salahnya meminta anak untuk segara block orang tersebut, report komentarnya, jika perlu hapus pertemanannya di media sosial. Namun apabila anak masih merasa khawatir sebab ada kemungkinan bertemu dengan pelaku bullying di sekolah atau tempat lainnya, cukup katakan pada mereka bahwa akun media sosialnya telah dibajak sehingga sulit untuk mengaksesnya.
Ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi bullying pada anak-anak terutama di dunia maya agar tidak menjadi korban bullying.
Terlalu banyak atau sering posting sesuatu di media sosial ternyata mengganggu banyak orang. Hal in justru dapat mengundang orang lain untuk bertindak cyber bullying.
Sebagian besar cyber bullying terjadi apabila terdapat suatu posting-an yang dianggap aneh oleh banyak orang. Untuk itu sebagai orang tua sudah sewajarnya untuk mengingatkan anak agar mengunggah tulisan, foto atau video secara bijak.
Ajak anak untuk mencari teman atau lingkungan positif serta membuat mereka merasa percaya diri, termasuk pertemanan di dunia maya. Dengan begitu, kecil kemungkinan anak mendapat bullying dari orang-orang di sekitar mereka.
Cyber bullying dapat dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak, bahkan dampaknya amat buruk yakni korban akan mengalami gangguan mental akibat komentar negatif dan ujaran kebencian di dunia maya. Untuk itu penting bagi orang tua untuk selalu mendampingi dengan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak agar mereka tidak terjebak dalam tindakan bullying.