Cara Menasehati Anak Remaja Zaman Now Yang Efektif Bagi Orangtua

Waktu Baca: 12 menitJum'at, 17 April 2020 10:00 WIB
Cara Menasehati Anak Remaja Yang Keras Kepala
Sumber: Yandex.com

Sebagai orangtua, memberikan nasihat kepada anak adalah suatu bentuk rasa kasih sayang. Tujuannya, tentu saja untuk kebaikan anak sendiri agar ia berhasil mengarungi kehidupan di dunia lebih baik. Apalagi di masa remaja, anak biasanya mulai mencoba berbagai banyak hal, dan seringkali menemui masalah tertentu dalam perjalanannya. Disinilah kehadiran Moms dan Dads sebagai orangtua diperlukan.

Tidak ada yang salah juga ketika anak remaja ingin mencoba berbagai hal di masa mudanya. Asalkan, Moms dan Dads terus mendampinginya saat menjelajah banyak hal supaya tidak masuk ke dalam hal yang malah menjerumuskannya terhadap aktivitas yang merugikan masa depan anak. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga bahwa sebagai orangtua, HappyFams juga harus berhati-hati dalam menasehati anak remaja.

Mungkin di dalam pikiran kita, mereka masihlah si kecil yang mudah patuh dengan perintah dan larangan yang diterapkan. Tapi, tak jarang pula mereka sering memprotes ketika dinasehati. Kalimat "Aku bukan anak kecil lagi" akan menjadi kalimat yang sering dilontarkan anak remaja ketika merasa dinasihati. Nah, bagaimana cara menasehati anak remaja dengan baik? Berikut tips untuk menasihati remaja zaman now dengan efektif.

Aturan Dasar Menasehati Anak Remaja

Sebelum memberikan nasihat, pahamilah dahulu 7 aturan dasar cara menasehati anak remaja, agar ia lebih bisa menerima nasihat yang diberikan. Mari terapkan cara di bawah ini ya, Moms!

1. Ingatlah Bahwa Mereka Adalah Dewasa Muda, Teman Kecil Moms

Waktu berjalan sangat cepat ya, Moms. Sepertinya baru kemarin, anak-anak Moms berlarian lincah kesana kemari, dan masih minta digendong ketika mengambek. Namun, tak terasa kini anak remaja laki-laki Moms sudah terlihat sedikit lebih tinggi dan kekar, sementara anak remaja perempuan Moms yang dahulu manja saat kecilnya, kini sudah mulai haid.

Tak jarang mereka mengalami gejolak emosi yang luar biasa atau kemampuan beraktivitas yang melejit. Mungkin Moms menemukan mereka mulai bersolek dan peduli penampilan. Kadang kala Moms juga menemukan mereka jatuh hati atau malah melamunkan sesuatu yang kita tak tahu. Nah, inilah saatnya Moms mulai mengurangi rasa overprotektif pada mereka. Mereka adalah remaja, orang dewasa yang masih sangat muda.

Ia kini punya pola pikir yang maju, rasa ingin tahu tinggi, dan kemampuan nalar dan emosional yang meningkat. Yang mereka butuhkan adalah lingkungan yang mengajari mereka tentang hidup tanpa menutupi mereka untuk bereksplorasi dan mengungkapkan perasaan. Di masa ini, sebaiknya Moms mulai memosisikan mereka menjadi teman yang bisa mereka percaya.

bagaimana cara menasehati anak remaja
Sumber: Yandex.com

2. Jangan Menggurui

Ketika menggurui, berarti Moms memosisikan diri jauh lebih tinggi daripada si kecil. Secara harfiah ini benar, Moms hidup jauh lebih dulu dan lama dibanding sang buah hati. Tapi, agar nasihat Moms tersampaikan dengan efektif, posisikan diri Moms setara dengan si kecil, dalam artian beri kesan pada si kecil bahwa Moms adalah teman.

Pada usia remaja, kebanyakan anak akan mencari contoh dan kenyamanan dari orang yang jarak umurnya tidak terlalu jauh darinya. Misal, teman sebaya, kakak tingkat, atau saudara yang usianya tak terlalu jauh. Mereka bisa jadi telah mengalami lebih banyak hal, tapi belum tentu bijak dalam menyikapinya. Jadi, supaya si kecil 'tidak kemana-mana' menemukan seseorang yang bisa dipercaya, posisikan diri Moms sebagai temannya, ya!

3. Tepis Rasa Takut Dan Tidak Tega

Mungkin Moms sering cemas ketika si kecil melebarkan sayapnya. Moms takut kalau ia akan terjerumus ke pergaulan yang tidak baik. Atau Moms merasa tidak tega melihatnya kesulitan melakukan sesuatu yang ia sukai. Moms, kadang rasa terlalu takut dan tidak tega ini berpotensi menyebabkan si kecil tidak nyaman bahkan menjadi manja lho, Moms. Jika hal ini terjadi Moms juga harus bisa menghadapi anak manja tanpa membuatnya merasa tertekan.

Rasa takut dan terlalu cemas yang Moms tunjukkan juga bisa menutup kepercayaan sang buah hati untuk lebih terbuka. Karena itu usahakanlah untuk tidak terlalu memperlihatkan hal ini ketika ia bertanya hal-hal yang diluar perkiraan. Karena dikhawatirkan, ke depannya ia malah tak mau lagi bertanya pada Moms dan memilih mencari informasi dari sumber lain.

4. Ajak Diskusi Dan Berikan Argumen Yang Logis Dan Tepat

cara menasehati anak remaja yang bandel
Sumber: Yandex.com

Saat anak eranjak remaja, saatnya Moms mulai mengembangkan kemampuan nalar dan empati mereka. Jika ada suatu perintah, larangan, atau fenomena yang mereka pertanyakan, Moms bisa ajak mereka bicara dan sharing pendapat. Tidak salah memperbanyak dialog dengan si kecil. Inilah cara melatih kemampuan berpikir dan mengolah perasaan mereka.

5. Dengarkan Tanggapan Mereka

Agar mereka berkembang, berikan tempat pada mereka untuk mengungkapkan seluruh isi hati dan pemikiran tanpa Moms memotongnya. Apalagi jika ada perubahan dalam pola sehari-hari. Jika seseorang biasa didengarkan, maka ia akan merasa berharga dan rasa percaya diri mereka akan tumbuh dengan baik. Selain itu, ia pun bisa belajar bagaimana didengarkan itu bisa membantu meningkatkan softskill empati mereka.

6. Hargai Proses Mereka

Mungkin mereka banyak melakukan kesalahan. Baik kesalahan dalam berpikir, persepsi, atau mengungkapkan perasaan. Hal ini wajar kok, Moms! Karena mereka kini baru saja beranjak dewasa. Kalau mereka melakukan kesalahan, jangan dicaci habis-habisan atau dibentak ya, Moms. Hal ini bisa membuat hati mereka hancur karena batin mereka masih rapuh.

7. Dekatkan Mereka Pada Agama Dan Lingkungan Yang Positif

Agama dan lingkungan yang baik adalah dua hal yang harus didekatkan kepada anak yang beranjak remaja. Masa muda adalah masa yang sangat baik untuk menekankan kecintaan kepada Tuhan dan agama. Selain itu, agama juga berperan besar dalam pembentukan kepribadian luhur yang membantunya dalam kehidupan sosial.

Mengenalkan anak dengan lingkungan yang baik juga merupakan kegiatan terpuji untuk membentuk kepribadiannya. Makna lingkungan di sini adalah lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Hubungan horizontal dengan sekitarnya dapat meluaskan wawasan sang buah hati, serta berdampak positif pada kemampuan empati dan kemandiriannya.

cara menasehati anak remaja perempuan
Sumber: Yandex.com

Cara Menasehati Anak Remaja Perempuan

Apakah Moms sepakat untuk memperlakukan anak perempuan dengan lembut? Jika begitu, berikut ini ada 3 cara menasehati anak remaja perempuan yang efektif.

1. Kurangi Membentak Dan Berkata Kasar

Mungkin ada anak perempuan yang tahan dibentak atau dikatai kasar, tapi sebagian besar dari mereka tidak. Tidak ada gunanya sering membentak anak atas kesalahan yang ia lakukan. Membentak mereka justru akan menghasilkan efek sebaliknya. Anak perempuan akan cenderung trauma dan takut mendekati Moms. Bagi anak perempuan, Moms adalah teladan dari jenis kelamin yang sama. Jika Moms ingin membuat mereka menjadi perempuan yang baik, maka behave well yang akan bermanfaat untuk ia agar bisa survive di masa depan.

2. Hargai Pikiran Dan Rencana Mereka

Perempuan kadang menjadi korban sosial di mana pilihan mereka sering dikomentari oleh orang lain yang masih memandang perempuan sebelah mata. Moms sebagai orangtua tentu ingin mereka maju, walau lingkungan sosial memberi tuntutan berbeda. Maka, tugas Moms adalah menghargai setiap pemikiran dan rencana mereka jika memang itu yang terbaik.

Misal, masyarakat mungkin masih belum setuju dengan gagasan perempuan bekerja di ranah yang secara stereotip adalah ranah laki-laki. Jika sang buah hati berminat di bidang otomotif atau pertukangan, maka hargai minat dan bakat mereka. Berikan pertimbangan atau dukungan Moms agar ia dapat berkembang dengan baik.

3. Berikan Pendekatan Sesuai Fitrah

Moms adalah role model sang remaja perempuan, maka berikan contoh yang baik sesuai dengan fitrah feminitas perempuan sebagai makhluk dengan daya empati tinggi, namun tangguh. Mungkin kita memiliki apa yang lelaki tak punya dan lelaki pun punya apa yang tidak kita punya. Disini, Moms sebaiknya ajarkan bahwa setiap orang berbeda dan memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan begitu, Moms bisa membuat feminitasnya berkembang baik.

cara menasehati anak remaja
Sumber: Yandex.com

Cara Menasehati Anak Remaja Yang Keras Kepala

Sebagai dewasa muda, remaja mulai memiliki pendirian. Jika pendiriannya terlalu kuat, seringkali nasihat tak dapat masuk dengan baik. Bagaimana jika hal ini terjadi ke buah hati perempuan kesayangan Moms? Simak lebih lanjut ya, Moms!

1. Hindari Kekerasan

Menghadapi mereka yang keras kepala, bahkan pandai membantah, seringkali membuat kita emosi ya, Moms. Bahkan, Moms kadang berkeinginan untuk melakukan kekerasan fisik kepadanya seperti menampar, memukul, atau mencubit. Ingatlah bahwa konsekuensinya bisa buruk lho, Moms. Bisa jadi sang buah hati malah mengalami efek kesehatan yang tidak baik. Cara menasehati anak remaja keras kepala yang paling baik adalah melawan mereka dengan kelembutan. Sesuatu yang keras mudah luluh karena sesuatu yang lembut kan, Moms?

2. Mereka Hanya Butuh Didengarkan

Mungkin Moms lelah berbantahan dengannya. Tapi Moms harus tahu, mereka butuh didengarkan. Mungkin dari apa yang ia ungkapkan, Moms bisa mencari celah untuk mematahkan kerasnya hatinya. Semoga dengan melihat Moms sabar mendengarkannya, hatinya dapat luluh dan tergerak, sehingga akhirnya mendengar nasihat Moms.

3. Ajak Mereka Berpikir Tentang Konsekuensi

Terkadang, ada kalanya pendapat yang dipertahankan oleh si kecil masih kurang tepat dan tak jarang ceroboh. untuk mengarahkannya, Moms bisa mengajak mereka bicara dan berpikir tentang konsekuensi. Si kecil masih memiliki pandangan yang sempit tentang dunia, jadi jika Moms sadarkan ia tentang konsekuensi, maka ia bisa saja luluh dan mempertimbangkan untuk membuat keputusan lain yang lebih tepat.

4. Biarkan Mereka Menerima Risiko

Jika mereka masihkeukeuh dan Moms telah menjelaskan konsekuensi pada mereka, Moms bisa membiarkan mereka menerima risiko dari apa yang mereka lakukan. Tekankan pada mereka jangan kecewa atas apa yang terjadi. Memang kedengarannya seperti menyerah, tapi sesungguhnya Moms sedang mengajarkan ia untuk menerima risiko atas keputusan yang akan ia jalankan, apapun konsekuensi yang ia terima akibat keputusannya tersebut.

5. Ajari Mereka Fleksibel

Jika ternyata realita tak sesuai kenyataan, saatnya Moms turun tangan dari pemantauan. Ia mungkin terjatuh, tapi ini bukan saatnya untuk berkata, "Nah kan, apa kata Mama juga". Tapi ini adalah saatnya untuk berkata, "Apa kamu baik-baik saja?"

Setelah ia menurunkan ego dan mengungkapkan perasaannya, saatnya Moms membukakan opsi lain untuknya. Ajak ia berpikir positif dan negatif dari suatu pilihan sebelum memutuskan sesuatu. Dengan begini, Moms bisa melatihnya berpikir fleksibel dan bijak.

Cara Menasehati Anak Remaja Yang Bandel

cara menasehati anak remaja
Sumber: Yandex.com

Remaja bandel bukan berarti mereka tak berhak menerima cinta dan kasih sayang. Jika si kecil termasuk anak remaja yang bandel, berikut tips yang bisa Moms praktekkan untuk menasihatinya.

1. Jangan Lakukan Kekerasan

Sekeras apapun seorang anak, jangan sampai Moms atau Dads melakukan kekerasan kepadanya supaya ia menurut kepada HappyFams. Memang, anak bandel lebih bikin makan hati, tapi usahakan jangan lakukan kekerasan yang tidak akan membawa dampak baik lho, Moms. Justru kekerasan malah bisa membuat si kecil jadi makin bandel dan keras kepala.

2. Dekati Dunia Mereka

Ada beberapa orangtua yang berhasil mengembalikan anak mereka ke jalan yang benar karena pengetahuannya terhadap dunia si anak. Misal, anak mulai mabuk-mabukan, Moms sebaiknya cari tahu apa saja yang mereka lakukan di luar sana. Moms tidak perlu mengikuti anak Moms ke tempat pergaulannya, tapi Moms bisa mengumpulkan data.

Sesekali ajak dia berbincang. Moms bisa kasih analogi dan beberapa informasi. Misal, apa dampak buruk mabuk untuk otak, ginjal, dan jantung. Apa dampaknya untuk hati dan organ lain yang dipakai detoksifikasi serta dampaknya untuk masa depan ia sendiri. Bersabar dan nasihatilah dengan lembut agar ia mau menerima.

3. Nasehati Dengan Hati, Bukan Dengan Ambisi

Moms, ada baiknya dengarkan juga alasan mereka kenapa menjadi anak bandel. Mungkin susah untuk menggalinya, tapi jika Moms melakukannya dengan melibatkan emosional, sang buah hati akan senantiasa mendengarkan. Mungkin saja ia ingin mendapat pengakuan dan menarik perhatian dari Moms dengan cara yang salah.

4. Ajak Mereka Berpikir Mengenai Posisi Mereka Dan Dampak Perbuatan Mereka

Ingatkan mereka tentang beberapa hal. Seperti, mereka adalah anak yang Moms sayangi dan mereka adalah seseorang yang hidup di dunia dengan tujuan tertentu. Melakukan kenakalan bukan tujuan hidup di dunia yang bagus. Ingatkan mereka betapa Moms ingin mereka tidak berbuat kerugian untuk dirinya sendiri.

5. Dampingi Mereka Berubah

Jika mereka mulai mau berubah, maka dampingi mereka. Jangan kecewa jika perubahan mereka pelan. Hargai setiap kebaikan yang mereka lakukan. Ingatkan bahwa Moms bangga selambat apapun prosesnya dan betapa Moms menyayanginya.

Itulah berbagai cara menasehati anak usia remaja yang bisa Moms mulai terapkan dengan cara tepat untuk menasihati sang buah hati. Semoga berhasil ya, Moms! Jangan lupa bagikan juga pengalaman Moms dalam menghadapi si kecil yang beranjak dewasa di kolom komentar.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Cara Menasehati Anak Remaja Zaman Now Yang Efektif Bagi Orangtua"
related post
Begini Lho Curhatan Anak Pertama, Anak Rantau Sampai Anak Broken Home

Curhatan anak menjadi salah satu hal yang sebaiknya mendapat perhatian khusus dari para orang tua. ... Lanjut Baca