Tujuan dari perbaikan rumah pada dasarnya ingin memiliki hunian yang terkesan baru atau memang sudah waktunya diperbaiki sehingga harus direnovasi. Misalnya saja Dads ingin memiliki kamar anak-anak yang lebih fresh dan kokoh. Maka, beberapa bagian yang perlu diperhatikan adalah material dinding, lantai, furnitur, pintu, dan atap. Nah, untuk menekan budget biar lebih hemat, sebaiknya gunakan bahan-bahan bangunan yang sudah dimiliki atau bekas. Biasanya, pada renovasi sebelumnya, Dads memiliki sisa-sisa bahan bangunan yang belum terpakai dan masih dalam kategori layak pakai. Mulai dari pintu, genteng, jendelai, peralatan sanitasi, semen, dan sejenisnya. Apabila terdapat marmer bekas, Dads juga bisa mengkreasikannya untuk mempercantik interior kamar anak-anak. Lebih bermanfaat, daripada dibuang sia-sia, bukan?

Sumber: Pexels.com/Bartek Wojtas
Pada poin ini, Dads harus dengan jeli memperhitungkan volume dan harga dari masing-masing pengerjaan pada tahap awal sampai akhir. Perlu diingat bahwa perincian komponen ini biasanya akan berkembang menjadi lebih luas dalam prakteknya di lapangan. Misalnya, dari target awal pembuatan penutup atap baru, Dads perlu penambahan pengerjaan untuk instalasi mekanikal sampai elektrikal. Untuk itu, pastikan untuk fokus pada skala prioritas dan budget yang dianggarkan.