Benarkah Berhubungan Saat Hamil Muda Bisa Keguguran?

Waktu Baca: 5 menitSenin, 02 Maret 2020 10:00 WIB
berhubungan saat hamil muda
Sumber: Yandex.com

Happinest.id - Berbicara mengenai kehamilan muda memang tidak ada habisnya ya, Moms. Karena dalam sembilan bulan masa kehamilan, waktu tiga bulan pertama inilah yang menjadi fase yang paling krusial, dimana pembentukan hampir seluruh organ tubuh bayi terjadi. 

Pada masa usia hamil muda tiga bulan pertama ini juga terjadi perubahan bentuk janin dari satu sel, menjadi suatu individu yang rumit. Dimana sistem di dalam tubuh bayi akan mulai terbentuk dan saling berkordinasi. Tentu saja, untuk membuat kumpulan sistem seperti itu, dibutuhkan sel, jaringan, dan organ yang sehat dan sempurna ya, Moms.

Di sisi lain, boleh tidaknya berhubungan saat hamil muda menjadi salah satu topik yang populer dibahas. Sebagaimana yang kita ketahui, seks adalah salah satu bagian penting dalam kesejahteraan pernikahan. Gairah seksual bisa muncul kapan saja, asal ada pemicunya. Bagaimana jika Moms sedang hamil dan ingin berhubungan seksual dengan Dads?

Ada banyak informasi terkait hal ini. Ada yang mengatakan berhubungan saat hamil muda bisa menyebabkan keguguran, pendarahan, atau minimal rasa mual. Jadi, berhubungan badan saat hamil muda bolehkah? Selengkapnya akan dibahas dalam artikel ini ya, Moms!

Kondisi Kandungan Saat Hamil Muda, Bulan Per Bulan

Sumber: Pexels.com

Trimester pertama adalah saat yang paling menakjubkan bagi ibu hamil. Tiga bulan pertama ini lebih berfokus pada bagaimana sebuah sel bisa berubah menjadi manusia yang utuh. Lantas, apa saja yang terjadi bulan per bulan di masa proses kehamilan seorang ibu?

Pada bulan pertama terjadi banyak hal: pembelahan sel hingga menjadi morula (sekumpulan sel), penanaman embrio ke dalam dinding rahim, serta pembentukan awal lapisan tubuh dan plasenta. Akhir bulan pertama, embrio masih belum berwujud manusia. Dampak keberadaan embrio pada tubuh ibu adalah terjadinya perubahan hormon dengan hadirnya hCG (human Chorionic Gonadotropin, hormon yang hadir dari lapisan pelindung janin pada ibu hamil). 

Karena terjadi perubahan hormon, seorang ibu dapat mengalami morning sickness; kombinasi rasa pusing, mual, dan muntah-muntah. Tubuh Moms akan terasa lebih capek dan sering buang air kecil. Selain itu, payudara akan terasa bengkak namun lembut, tidak nyaman untuk disentuh. Hal ini merupakan hasil dari produksi hCG di tubuh ibu.

Pada bulan kedua, embrio mulai memiliki sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem peredaran darah. Jantung mulai berdetak. Anggota gerak sedang mengalami perkembangan pesat. Bakal mata sudah mulai terbentuk. Benar-benar perjalanan kehamilan yang menakjubkan ya, Moms?

Di sisi lain, apa kabar dengan kondisi morning sickness? Pada masa ini, biasanya akan terasa semakin parah. Karena keletihan, Moms akan mengalami perubahan mood yang lumayan naik turun. Selain itu, karena kadar estrogen dan progesteron mulai meningkat, Moms akan mulai merasakan keinginan berhubungan intim kembali.

Pada bulan ketiga, pembentukan organ-organ tubuh janin sudah selesai. Janin sudah memiliki alat gerak lengkap. Kemungkinan keguguran semakin menurun disini. Begitu pula morning sickness dan perubahan mood, namun kini diganti 'ngidam'. Aliran darah akan semakin meningkat ke arah rahim. Aliran darah ini berpotensi mengalirkan lebih banyak hormon seks sehingga meningkatkan gairah seksual. 

Saat hamil, leher rahim akan menjadi lebih lembut dari biasanya untuk mempersiapkan tekanan dari pelebaran rahim. Di saat bersamaan, rahim akan mulai membesar. Produksi lubrikan/pelumas vagina pun juga akan meningkat. Perubahan ini juga mungkin Moms rasakan secara fisik dengan adanya dorongan seksual yang lebih dari biasanya. Namun, tetap saja, muncul dalam benak Moms pertanyaan, apakah perubahan ini berpengaruh pada boleh tidaknya berhubungan saat hamil muda? Simak terus artikel ini sampai selesai ya, Moms.

Benarkah Berhubungan Saat Hamil Muda Menyebabkan Pendarahan?


Sumber: Pexels.com

Mungkin saja Moms juga sering mendengar mengenai isu yang beredar dimana seorang perempuan atau calon ibu yang berhubungan saat hamil muda pendarahan. Benarkah itu?

Jawabannya, bisa jadi. Pada saat hamil, permukaan serviks menjadi lebih lembut dan sensitif. Pembuluh darah kapiler/ kecil pada leher rahim akan membesar untuk memberikan nutrisi pada rahim yang akan tumbuh mengiringi ukuran janin. Pembesaran ini membuat pembuluh darah lebih mudah rusak atau pecah, sehingga mungkin saja terjadi pendarahan saat berhubungan.

Jika pendarahan terjadi, lebih baik hentikan aktivitas seksual. Gunakan pembalut untuk menampung darah. Segera konsultasikan ke dokter kandungan ya, Moms!

Benarkah Berhubungan Saat Hamil Muda Bisa Menyebabkan Keguguran?

berhubungan saat hamil muda bisa menyebabkan keguguran
Sumber: Pexels.com

Pertanyaan lain yang muncul adalah tentang isu apakah berhubungan saat hamil muda bisa menyebabkan keguguran? Jawabannya, secara fisik, tidak. Keguguran adalah kondisi saat embrio atau janin mengalami kematian di bawah usia 20 minggu kehamilan. Trimester pertama memang waktu umum terjadinya keguguran, namun bukan lantas seks menjadi penyebabnya.

Penyebab keguguran pada umumnya adalah kondisi janin dan atau ibu yang tidak sehat. Umumnya janin yang mengalami kematian adalah janin dengan jumlah set kromosom tidak normal. Selain itu keguguran dapat disebabkan oleh kondisi rahim yang tidak normal, penyakit yang diderita sang ibu, atau infeksi patogen tertentu.

Secara fisik, seks tidak ada kaitannya dengan keguguran. Jika Moms pernah mendengar mitos "Penis akan menabrak janin", hal itu tidak benar. Bukaan uterus tertutup sempurna oleh leher rahim, sementara janin berada di sisi yang lain: dinding dalam uterus. Pada kondisi normal sekalipun, penis tidak akan pernah tembus masuk ke rahim. Penetrasi terdalam yang dapat dilakukan penis hanya akan sampai serviks.

Akan beda ceritanya jika pasangan menderita penyakit menular seksual atau terkena infeksi pada organ seksual. Jangan sampai berhubungan intim jika terinfeksi ya, Moms. Dikhawatirkan patogen dapat sampai ke tubuh bayi melalui cairan tubuh. Jadi, tetaplah waspada.

Benarkah Berhubungan Saat Hamil Muda Bikin Mual?

berhubungan saat hamil muda bolehkah
Sumber: Yandex.com

Behubungan saat hamil muda bikin mual? Belum tentu. Mual pada kehamilan muda adalah bagian dari morning sickness. Selain karena perubahan hormon, rasa mual dapat hadir karena keletihan. Jika ingin melakukan hubungan seksual, pastikan Moms tidak terlalu letih, ya! 

Kondisi ibu yang terlalu letih justru akan membahayakan bagi bayi. Salah satu efek keletihan adalah kekurangan oksigen. Jika janin yang sedang berkembang tidak mendapat cukup oksigen, radikal bebas dapat mengganggu perkembangannya.

Cara Berhubungan Badan Saat Hamil Muda


Sumber: Pexels.com

Bagaimana cara melakukan hubungan badan yang baik saat hamil muda? Berikut ini panduan berhubungan intim dengan suami di saat istri sedang masa kehamilan.

  1. Jangan lakukan variasi 'aneh' terlebih dahulu. Yang masuk dalam kategori ini adalah menggunakan sex toy, melakukan seks anal dan seks oral. Mainan seks berpotensi menyimpan patogen yang bersifat infektif. Jika tetap ingin menggunakannya, pastikan mainan seks dalam kondisi bersih dan steril.
  2. Seks anal beresiko mengakibatkan trauma plasenta. Posisi plasenta yang dekat dengan organ pencernaan membuat Moms harus menghentikan aktivitas ini sementara, jika Moms biasa melakukannya. Begitu pula seks oral. Mulut adalah bagian tubuh yang menjadi sarang mikroba, begitu pula kelamin.
  3. Lakukan dengan posisi seks yang aman untuk ibu hamil muda. Beberapa posisi yang direkomendasikan adalah perempuan di atas, spooning (saling berpelukan dengan posisi Moms memunggungi Dads), side-by-side (berpelukan sembari berbaring berhadapan), atau posisi di tepi tempat tidur (Moms melakukan posisi dasar/ misionari dan Dads berdiri). Posisi yang direkomendasikan adalah posisi minim tekanan terhadap tubuh Moms. Jika tekanan berkurang, gesekan terhadap serviks juga akan berkurang.
  4. Lakukan saat Moms tidak lelah. Jika Moms mulai lelah dan mual, sebaiknya hentikan hingga Moms kembali normal.

Demikian serba-serbi seputar berhubungan saat hamil muda. Jadi, berhubungan pada saat hamil muda bolehkah? Jawabannya boleh, namun hati-hati. Jangan lupa bagikan pengalaman menarik Moms tentang seks saat hamil muda di kolom komentar, ya!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Benarkah Berhubungan Saat Hamil Muda Bisa Keguguran?"
related post
Tipe-Tipe Ibu Muda Di Rumah Saat Masa Karantina Wabah Penyakit Corona

happinest.id - Hampir sebagian besar negara di penjuru dunia sedang menghadapi wabah virus corona, termasuk ... Lanjut Baca