Begini Cara Memahami Gaya Belajar Anak, Orangtua Wajib Terapkan Nih!

Waktu Baca: 4 menitKamis, 23 Mei 2019 18:42 WIB
Gaya Belajar Anak Cover
Sumber: Pinterest.com

Sebagai orangtua, tentu sangat penting untuk memahami gaya belajar anak. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan yang membuatnya berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan tersebut kemudian menimbulkan ciri khusus yang semakin menambah keistimewaan setiap individu. Misalnya saja ada anak yang tidak suka dengan perhitungan angka dan cenderung menghindari rumus matematika sehingga bila harus belajar kedua hal ini, ia akan cepat bosan.

Sebaliknya, ada anak yang sangat tertarik pada perhitungan dan angka. Ada anak yang lebih suka belajar jika diiringi dengan musik. Ada juga anak yang lebih nyaman belajar dalam suasana yang sepi dan tenang. Karena itulah, orangtua dituntut untuk bisa memahami gaya belajar anak yang paling efektif secara personal. Ada beberapa cara yang bisa yang bisa Moms lakukan untuk mengetahui gaya belajar anak. Yuk langsung saja simak uraiannya berikut ini ya, HappyFams!

Perhatikan Kebiasaan Anak

Perhatikan Kebiasaan Anak
Sumber: Unsplash.com/Mi Pham

Secara umum, tipe gaya belajar anak dibagi menjadi tiga, yaitu visual (pengelihatan), auditori (pendengaran), dan kinestetis (gerak). Putu Anindita, seorang psikolog anak dan remaja dari TigaGenerasi, mengatakan bahwa mengenali gaya belajar anak lebih mudah ketika anak mulai masuk TK. Ia juga menambahkan, jika anak masih terlalu kecil, maka akan sulit untuk mengidentifikasi gaya belajarnya. Ketika sudah sekolah TK, anak-anak mulai banyak melakukan interaksi dan eksplorasi yang membuat orangtua bisa mengidentifikasi gaya belajar anak.

Untuk memahami gaya belajar efektif anak, Moms wajib mengamati kebiasaan dan kesukaan si kecil. Misalnya ketika Moms sedang memberi nasihat kepada anak, perhatikanlah apakah si kecil memperhatikan dengan seksama atau hanya duduk diam saja dan tidak memperhatikan kata-kata Moms. Apakah anak rewel ketika Moms memberi pelajaran dan nasihat? Jika ia mendengarkan dengan seksama, berarti ia cenderung memiliki gaya belajar auditori. Sebaliknya, jika tidak mendengarkan, berarti Moms harus mencari metode lainnya.

Metode lain yang bisa Moms coba adalah dengan memberi pembelajaran melalui film, menggunakan gambar atau poster. Dapat pula menggunakan peta dan diagram. Jika anak cenderung tertarik dengan metode ini, sudah dipastikan anak memiliki gaya belajar visual. Kecenderungan visual-spasial juga akan lebih tertarik dan antusias dengan metode ini. Namun, jika anak masih belum tertarik belajar dengan metode ini, Moms bisa menggunakan metode pembelajaran praktek atau simulasi. Jika ia memiliki gaya belajar kinestetis, pasti akan sangat antusias menanggapi metode belajar seperti ini.

Ketahui Gaya Belajar Melalui Penugasan

Ketahui Gaya Belajar Melalui Penugasan
Sumber: Unsplash.com/Markus Spiske

Orangtua merupakan guru pertama, sehingga harus peka dalam mengenali gaya belajar anak. Jika orangtua lalai dalam memahami gaya belajar anak, maka tentu akan berdampak pada pemahaman anak terhadap hal yang diajarkan. Moms juga bisa mengetahui gaya belajar anak dengan cara memberikan tugas. Contoh tugas yang bisa diberikan, misalnya dengan menyatukan model mainan mobil yang bagian-bagiannya terpisah.

Setiap anak pasti memiliki cara berbeda dalam menyelesaikan tugas ini. Dari gaya belajarnya, ada tiga kecenderungan cara menyelesaikan tugas ini yang harus Moms perhatikan.

  • Anak dengan gaya belajar visual akan cenderung memulai merakit mainan mobil dengan melihat gambar mobil secara utuh. Kemudian akan dengan cepat menghapal model mainan dari gambar-gambar tersebut sebelum mulai merakit bagian-bagian mainan mobil secara keseluruhan.
  • Anak dengan gaya belajar auditori cenderung membaca petunjuknya lebih dulu sebelum mulai merakit mainan mobilnya. Dia akan lebih dulu memahami langkah-langkah yang digunakan dalam merakit mainannya dan tidak terlalu memperhatikan gambar yang ada.
  • Sedangkan anak dengan pembelajaran kinestetis akan langsung merakit mainan mobil tanpa membaca petunjuk dan melihat gambar yang ada. Ia akan langsung mencoba menyatukan bagian yang satu dengan lainnya.

Dengan melakukan metode ini, kemungkinan besar Moms akan lebih mudah mengetahui gaya belajar yang paling cocok untuk anak.

Perhatikan Juga Gangguan Yang Merusak Konsentrasi Anak

Gaya Belajar Anak Gangguan Yang Merusak Konsentrasi Anak
Sumber: Pinterest.com

Dalam mengetahui gaya belajar anak, Moms harus peka mengobservasi gangguan-gangguan yang dihadapi anak dalam belajar. Jika anak mudah terganggu dengan hal-hal yang terlihat, seperti pecah konsentrasi ketika ada orang lain lewat, maka sudah dipastikan anak Moms memiliki gaya belajar visual. Lain lagi halnya dengan anak dengan gaya belajar auditorial. Konsentrasi anak dengan gaya belajar ini akan terdistraksi ketika mendengar suara-suara yang mengganggu, seperti suara hewan atau kendaraan yang lewat saat proses belajar. Sedangkan anak dengan gaya belajar kinestetis akan merasa tertekan jika disuruh belajar duduk tenang.

Dengan memahami gaya belajar anak yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah memberikan lingkungan belajar yang pas pula untuk anak. Namun, meskipun nantinya ia akan mulai belajar di sekolah tingkat dasar, peran orangtua merupakan hal terpenting dalam mengenal gaya belajar anak. Nah, sekarang share di komentar deh Moms, bagaimana nih pengalaman dan pendapat Moms dalam mencari gaya belajar anak yang tepat?

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Begini Cara Memahami Gaya Belajar Anak, Orangtua Wajib Terapkan Nih!"
related post
Penyakit Serangan Jantung Ringan Dapat Terselamatkan Dengan Cara Ini

Serangan jantung menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Meskipun begitu banyak orang yang ... Lanjut Baca

Apa Benar Anak Yang Jujur Akan Dipercaya, Disayang Dan Menjadi Sukses?

Anak yang jujur akan mendapatkan kesuksesannya, asalkan mampu menjaganya sampai dewasa, apakah pernyataan ini benar? ... Lanjut Baca

Ini Lho Bahaya Ketika Anak Kebanyakan Main Gadget, Bisa Merusak Mata

Anak main gadget sebenarnya mempunyai dampak positif, hanya saja satu catatan penting yang perlu dipahami ... Lanjut Baca