Awas! Gejala Malaria Pada Anak Yang Seringkali Muncul Di Musim Hujan

Waktu Baca: 5 menitSenin, 30 November 2020 08:20 WIB
Gejala Malaria Pada Anak 3827
Sumber: freepik

Sadar atau tidak, banyak penyakit yang muncul saat musim hujan tiba. Siapa saja dapat terserang penyakit, baik itu orang dewasa maupun anak kecil. Perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan memang dapat membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lemah, sehingga mudah terserang virus atau bakteri. Sebagai orang tua, Moms harus selalu siaga dalam menjaga kesehatan setiap anggota keluarga, terutama anak-anak.

Jika anak Moms sakit, jangan pernah anggap sepele bila mengalami demam tinggi. Ini menjadi tanda awal anak terserang penyakit sehingga Moms perlu waspada. Bila demam yang dialami oleh anak turun, kemudian naik kembali, dan terjadi lebih dari 3 hari bersamaan dengan menggigil, bisa jadi anak Moms terkena penyakit Malaria. Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab Penyakit Malaria

gejala malaria pada anak
Sumber: Freepik.com

Tentunya sebagian besar dari Moms tentu sudah tidak asing dengan penyakit satu ini. Penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium ini menyebar pada manusia melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Saat menghisap darah, nyamuk juga memasukan parasit plasmodium ke dalam tubuh manusia. Melalui aliran darah, parasit tersebut menetap di dalam organ hati sebelum akhirnya menyerang sel darah merah.

Jika penyakit ini tidak segera mendapatkan penanganan lebih lanjut, maka akan berbahaya abgi penderitanya, dan menyebabkan kematian. Penyebaran malaria secara langsung berupa dari satu manusia ke manusia lainnya sangat jarang terjadi. Penularan malaria antar manusia bisa terjadi jika nyamuk menghisap darah penderita malaria, lalu mengigit darah orang lain, via transfusi darah, hingga janin yang terinfeksi oleh darah ibu penderita malaria.

Gejala Malaria Pada Anak

cara mengobati malaria pada anak
Sumber: Freepik.com

Demam menjadi tanda awal bagi anak yang terserang gejala malaria, namun itu saja tidak cukup. Terdapat ciri malaria pada anak lainnya, terutama jika buah hati Moms berusia di bawah 5 tahun, antara lain berikut.

  1. Suhu tubuh tinggi, namun mengigil.
  2. Rewel, hal ini wajar terjadi mengingat anak di bawah lima tahun belum dapat mengungkapkan rasa sakit dengan baik selain menangis.
  3. Telihat tidak bertenaga dan mudah mengantuk.
  4. Nafsu makan berkurang, biasanya anak kecil yang sedang sakit tidak mau makan meskipun itu adalah makanan kesukaannya.
  5. Muntah dan sakit perut.
  6. Sulit untuk tidur dan nafas cendrung cepat.
  7. Hipotermia, dalam beberapa kasus suhu tubuh anak bisa mengalami penurunan dari suhu normal.

Sedangkan, untuk tanda-tanda gejala malaria pada anak di atas lima tahun tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Gejalanya antara lain:

  1. Demam tinggi hingga di atas 40 derajat celcius disertai tubuh yang mengigil selama 48 jam. Tidak hanya itu saja, tubuh juga mengeluarkan keringat banyak.
  2. Sakit kepala, mual hingga muntah.
  3. Nyeri pada persendian, terutama saat bangun tidur.
  4. Tidak memiliki selera makan.
  5. Selain gejala di atas, adapun gejala lain yang menujukan bahwa anak terserang malaria yakni, kulit terlihat kuning (ikterus) dan kejang.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, parasit penyebab malaria berada di organ hati, yang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sel hati. Oleh karena itu, biasanya penderita malaria akan mengalami perubahan warna menjadi kuning pada kulit dan mata, bahkan perut juga terlihat membesar sebagai akibat pembengkakan hati.

Kejang juga bisa terjadi pada anak yang terserang malaria. Pahamilah juga, terkadang kejang pada anak tidak diawali dengan demam, karena disebabkan parasit telah mencapai sistem saraf. Tidak hanya itu saja, anak juga dapat mengalami gangguan kesadaran, seperti berbicara melantur, mengigau, hingga tidak sadarkan diri.

Pengobatan Malaria Pada Anak

ciri malaria pada anak
Sumber: Freepik.com

Jika anak Moms telah menujukan berbagai gejala seperti yang telah disebutkan di atas, langkah awal yang biasa dokter lakukan, yakni menanyakan kondisi tempat tinggal atau riwayat perjalanan apakah berpergian ke daerah dengan kasus malaria. Selanjutnya, melakukan pemeriksaan fisik dan darah yang bertujuan untuk mengetahui apakah ditemukan parasit penyebab malaria di dalam darah, serta mengetahui jenis malaria.

Pengambilan darah ini juga tidak bisa dilakukan sembarangan, dan harus dilakukan saat anak mengalami demam dengan beberapa kali pengambilan. Cara mengobati malaria pada anak tidak jauh berbeda dengan oran dewasa. Pengobatan pada pasien malaria yang disarankan oleh WHO dan Ikatan Dokter Indonesia adalah dengan terapi artemisinin (ACT). Pemberian obat malaria juga berdasarkan tingkat penyakitnya, apakah termasuk ringan atau berat.

1. Malaria Biasa

Malaria biasa yang tidak disertai komplikasi (disebabkan oleh P. vivax dan P. falciparum) akan diberikan ACT dengan primakui. Dosis primakuin untuk P. vivax sebesar 0,25 mg/kgBB selama 14 hari. Sedangkan, untuk P. falciparum diberikan primakuin sebanyak 0,25 mg/kgBB pada hari pertama saja. Jika pasien malaria vivax kambuh, maka akan diberikan ACT dengan dosis yang sama dan dikombinasikan dengan primakuin sebesar 0,5 mg/kgBB/hari. Sedangkan, untuk pasien malaria P. ovale, ACT yang diberikan harus ditambahkan primakuin dalam jangka waktu 14 hari. Untuk malaria P. malariae, cukup diberikan ACT dengan dosis 1 kali sehari selama 3 hari.

2. Malaria Berat

Untuk pasien yang masuk dalam kategori malaria berat, biasanya sudah dirawat secara intensif di rumah sakit. Pasien akan diobati dengan memberikan artesunat intravena melalui cairan infus. Namun, apabila tidak tersedia maka pasien akan diberikan kina drip. Setidaknya, terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan oleh Moms dalam mengobati malaria pada anak. Pertama, jenis plasmodium yang menyerang anak. Kedua, kondisi anak seperti berat badan dan usia anak. Dan terakhir, jenis obat yang sesuai dengan jenis plasmodium penyebab malaria.

Apabila anak terserang malaria ringan, biasanya akan disarankan oleh dokter untuk rawat jalan selama beberapa hari. Namun, jika termasuk malaria berat, maka pasien akan akan diobservasi lebih mendalam di rumah sakit. Dalam keadaan tersebut, terkadang pasien malaria membutuhkan tambahan cairan, alat bantu pernafasan, hingga transfusi darah. Penting bagi Moms mengetahui gejala malaria pada anak sedini mungkin. Semakin cepat diatasi, maka semakin cepat pula bentuk pengobatan yang bisa diberikan untuk buah hati.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Awas! Gejala Malaria Pada Anak Yang Seringkali Muncul Di Musim Hujan"
related post
Apa Benar Anak Yang Jujur Akan Dipercaya, Disayang Dan Menjadi Sukses?

Anak yang jujur akan mendapatkan kesuksesannya, asalkan mampu menjaganya sampai dewasa, apakah pernyataan ini benar? ... Lanjut Baca

Dampak Dan Penyebab Dari Stres Kerja Karyawan Menurut Para Ahli

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan yang sangat mungkin terjadi dalam sebuah organisasi perusahaan. Rutinitas ... Lanjut Baca

Penyakit Serangan Jantung Ringan Dapat Terselamatkan Dengan Cara Ini

Serangan jantung menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Meskipun begitu banyak orang yang ... Lanjut Baca