Alasan Pentingnya Orangtua Memahami Ilmu Parenting Terkini

Waktu Baca: 8 menitKamis, 30 April 2020 07:25 WIB
Kelas-parenting-jakarta-3875
Sumber: Yandex.com

Hal yang membuat ilmu kehidupan manusia cukup tricky untuk dipelajari adalah sifatnya yang selalu berkembang ya, Moms. Setiap hari, ilmuwan sains maupun psikologi menemukan pengetahuan baru mengenai mekanisme kerja tubuh dan perilaku manusia. Ada banyak sekali ilmu yang di-update, bahkan tak luput dari revisi.

Karena psikologi keluarga adalah akar dari ilmu parenting, maka tak dapat dipungkiri akan banyak informasi baru di setiap masa perkembangan anak. Apalagi di masa kini penelitian selalu ada yang baru. Jadi, kali ini Happinest.id akan membahas pentingnya orangtua memahami ilmu parenting terkini, serta informasi terbaru parenting.

Kenapa Memperbarui Pengetahuan Parenting Itu Penting?

tujuan parenting adalah
Sumber: Yandex.com

Zaman sekarang, menutup diri dengan ilmu pengetahuan baru membuat Moms ketinggalan informasi. Berikut ini adalah seabrek alasan bagi Moms untuk senantiasa memperbarui pengetahuan parenting.

1. Pendekatan Teori Parenting Selalu Berkembang

Sebagai salah satu ilmu pengetahuan yang dikembangkan mengikuti metode ilmiah, ragam teori parenting memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Satu teori bisa saja dilihat dari berbagai sudut pandang. Sebagai contoh, pengambilan pendekatan dari sudut pandang anak dan orang tua bisa jadi sangat berbeda.

Orang tua sebagai manusia yang lebih berpengalaman menghadapi kehidupan akan memiliki cara pengambilan keputusan yang lebih kompleks dibandingkan anak yang cenderung spontan. Setiap sudut pandang wajib dihargai sebagai sumber pengetahuan dan tak boleh diabaikan sehingga bisa diterapkan dengan lebih baik.

2. Metode Penelitian Parenting Terus Update

Metode penelitian parenting pun semakin berkembang. Dalam ilmu parenting, selain mendeteksi kebenaran dan efek suatu teori parenting kepada orangtua dan anak, ada juga sekumpulan ilmuwan psikologi keluarga yang meneliti tentang metode penelitian parenting itu sendiri lho, Moms! Karena pada dasarnya, metode penelitian memang harus selalu dikembangkan supaya hasil penelitian tetap relevan dengan perkembangan zaman.

3. Contoh Kasus Masalah Parenting Semakin Beragam

Seiring perkembangan teknologi informasi dan kehidupan modern, masalah parenting juga turut berkembang, serta makin banyak ragamnya. Berbagai jenis tipe konten yang kini mudah ditemukan di sosial media, juga televisi pun tak jarang menginspirasi anak untuk mengikutinya. Misalnya, berpacaran saat kecil, atau perilaku seksual yang bermasalah.

Berkejaran dengan waktu, ilmuwan dan ahli parenting terus melakukan berbagai pendekatan terhadap ragam masalah parenting tersebut untuk dirumuskan ke dalam ilmu parenting terkini. Masalah yang sudah terselesaikan, biasanya akan diangkat di dalam forum ahli untuk kembali didiskusikan yang nantinya bisa menciptakan sebuah teori baru yang mungkin akan berguna bagi Moms dan Dads dalam menjalankan parenting anak.

Itulah sebab mengapa selalu memperbarui pengetahuan tentang parenting itu sangatlah penting bagi orangtua. Moms harus mengingat kembali apa tujuan parenting yang ditujukan untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak dalam membentuk manusia berkepribadian, serta anak bisa berkarakter moral baik di masa depan.

Ragam Istilah Parenting Terkini yang Moms Wajib Ketahui

helicopter parenting
Sumber: Yandex.com

Mungkin Moms pernah mendengar beberapa istilah parenting terkini, namun belum benar-benar paham apa makna istilah tersebut. Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Tiger Parenting

ilmu parenting terkini
Sumber: Goodtoknow.com

Istilah tiger parenting pertama kali dikenal dalam buku Amy Chua, seorang profesor Tiongkok-Amerika, yang berjudul Battle Hymn of the Tiger Mother. Dalam buku yang ditulis berdasarkan pengalaman parenting pribadinya ini, Chua mendefinisikan 'tiger parents' sebagai orangtua yang mendorong anaknya dengan ketat untuk memenuhi berbagai standar tinggi dalam aspek kehidupan tertentu. Misal, tidak boleh mendapat nilai lebih rendah daripada A di setiap mata pelajaran atau harus berprofesi tertentu dan mengabaikan minat anak yang sebenarnya.

Tulisan ini memicu reaksi dari banyak pihak lho, Moms. Kalangan peneliti melakukan protes atas tulisan ini karena berpotensi membuat stereotip dan tidak ada dasar ilmiahnya. Akan tetapi, setelah diteliti, ternyata memang ada banyak orangtua yang mendidik anaknya seperti ini.

Walau lebih banyak memunculkan efek negatif, orang tua yang menerapkan pola tiger parenting ingin anaknya sukses di masa depan, bahkan lebih sukses daripada kebanyakan orang. Mereka menjadikan anaknya bergantung penuh pada dirinya sendiri, serta mengikuti berbagai standar tinggi yang orangtua terapkan. Di satu sisi, pola ini efektif meningkatkan daya kompetisi anak, namun jejak luka psikologi anak tidak boleh diabaikan. Rumah takkan lagi menjadi tempat ternyaman mereka. Jadi, kembali lagi tidak semua parenting style cocok untuk anak Moms.

2. Helicopter Parenting

tiger parenting adalah
Sumber:Yandex.com

Sebagaimana helikopter yang membayangi bumi dari atas, begtitu pula pola asuh anak ini dilakukan. Orangtua yang melaksanakan pola parenting helikopter ini akan terus membayangi anak dalam setiap kehidupan dan keputusannya. Penyebab dilakukannya pola ini adalah rasa overprotektif yang dimiliki orangtua. Padahal, penting untuk diingat bahwa anak akan dewasa dan harus bisa mengambil keputusan sendiri. Efek negatif dari pola asuh ini adalah anak-anak yang takut mencoba hal yang baru. Jika mereka harus mencobanya, mereka akan butuh pendapat orang lain, terutama orang tuanya sehingga menumpulkan kemandirian sang anak.

3. Co-Parenting

tiger parenting adalah
Sumber:Verywellfamily.com

Co-parenting adalah pola asuh anak yang dilakukan pasangan pisah atau cerai. Biasanya dalam pola ini, pengasuhan anak dilakukan secara terpisah dan bergantian dengan Moms atau Dads. Positifnya, walau pola parenting seperti ini tak ideal, sang anak tetap dapat merasakan memiliki orangtua lengkap. Sisi negatif pola ini akan muncul jika kedua orang tua tidak dapat mengatur ego dan emosinya di hadapan anak.

Ada beberapa tips dan trik bagi Moms yang mendidik anak dengan co-parenting. Salah satunya, ingatlah bahwa Dads, yang kini sudah menjadi mantan suami, adalah ayah dari anak yang Moms asuh. Tekanlah emosi dan ego Moms, biarkan anak menghabiskan waktu bersama ayahnya. Usahakan saat berpisah sementara, Moms terlihat tegar dan masih menyunggingkan senyum agar anak tak merasa bersalah menghabiskan waktu dengan ayahnya.

Kelas Parenting Terkini di Jakarta dan Sekitarnya

parenting
Sumber: Yandex.com

Bagi Moms yang ada di Jabodetabek, kami bagikan juga informasi kelas parenting jakarta yang dapat diikuti untuk menambah pengetahuan dan lingkaran pertemanan sesama orangtua. Selain materi dan cara penyampaian yang bagus, ragam kelas yang kami lampirkan ini juga mengajarkan ilmu parenting terkini lho, Moms! Pastinya akan bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan mengevaluasi cara didik yang telah Moms terapkan.

1. SKI SEKAR

SKI (Sekolah Keluarga Indonesia), salah satu program kembangan SEKAR (Sekolah Keluarga Empat Pilar) adalah sekolah parenting rutin secara offline dan online yang diselenggarakan di kawasan Bogor Utara. Kegiatan ini dilaksanakan secara reguler (1 bulan sekali selama 10 bulan), atau pada momen tertentu yang banyak membahas isu parenting terkini. Misalnya, bagaimana cara menghindarkan sang buah hati dari pelaku pedofilia. Kegiatan yang dilakukan SKI SEKAR selalu up to date mengikuti 4 pilar pendidikan UNESCO.

2. Komunitas Ibu Profesional

Komunitas yang didirikan Ibu Septi Peni Wulandani ini tidak hanya berfokus kepada parenting, namun juga membantu Moms menjadi ibu kebanggaan keluarga. Komunitas ini telah berdiri di hampir seluruh wilayah Indonesia dan telah menyelenggarakan ratusan kegiatan parenting online dan offline.

Sistem pembelajaran dalam komunitas ini adalah dengan mengikuti perkuliahan parenting dah self-improvement di kelas-kelas khusus Ibu Profesional. Akan ada banyak bahan bacaan dan aktivitas yang dapat Moms peroleh dari sini. Pendaftarannya biasa dibuka tengah tahun (sekitar bulan Juni) dan akhir tahun (sekitar bulan Desember/Januari).

3. Grow Parenting

Komunitas ini adalah komunitas yang baru saja dirintis di Indonesia. Grow Parenting berfokus pada pengenalan kurikulum Parenting 101, yakni 1001 hal terkait parenting berdasarkan ilmu parenting terkini. Dilansir dari laman Parenting Indonesia, Rozana M. Daecyanti selaku Founder Grow Parenting mengungkap alasan dibentuknya komunitas ini. “Grow Parenting hadir karena terbatasnya pendidikan formal dan buku panduan tentang parenting skills, sehingga mayoritas kita memperoleh cara mengasuh dan parenting skills secara turun temurun dari orangtua dan kerabat yang belum tentu cocok dengan sifat dan karakteristik masing-masing anak,” ujarnya.

Demikian beberapa informasi seputar parenting kekinian, termasuk kelas untuk mendapatkan edukasi parenting sesuai kebutuhan Moms. Bila Moms memiliki informasi lain seputar ilmu parenting kekinian dan rekomendasi kelas parenting di jakarta, yuk share di komentar ya!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "Alasan Pentingnya Orangtua Memahami Ilmu Parenting Terkini"
related post
Cara Doa Kepada Orang Tua Yang Baik Dan Benar Untuk Diajarkan Ke Anak

Manusia memiliki tiga jenis kecerdasan utama. Yang pertama adalah IQ (Intelligence Quotient) atau kecerdasan kognitif, ... Lanjut Baca

Waspada Penyakit Musim Hujan, Begini Cara Pencegahannya!

Kondisi lingkungan di sekitar yang lembab dan basah, sangat cocok menjadi tempat berkembang biak bakteri ... Lanjut Baca

Cara Hadapi Mertua Ikut Campur Rumah Tangga Dengan Masalah Yang Ada

Setelah menikah penting bagi seorang menantu untuk selalu menjaga hubungan baik dengan mertuanya. Bagaimanapun mertua ... Lanjut Baca