9 Metode Pembelajaran Pada Anak Usia Dini Dengan Cara Bermain

Waktu Baca: 3 menitSabtu, 05 Desember 2020 10:16 WIB
pembelajaran pada anak usia dini
Sumber: pexels

Jika dilihat dari artinya pembelajaran berasal dari kata belajar yang memiliki sebuah arti yaitu suatu proses untuk bisa meningkatkan suatu kemampuan seseorang, meningkatkan suatu keterampilan yang dimiliki oleh seseorang, memperbaiki sikap seseorang, hingga bisa membentuk suatu akhlak atau kepribadian seseorang menjadi lebih baik lagi. Metode pembelajaran pada anak usia dini pun memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta membentuk kepribadian anak dari usia masih kecil.

Tentunya hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan instan. Artinya setiap anak pasti melalui tahapan atau proses. Proses awal yang bisa dilakukan oleh anak ketika masih dalam usia dini adalah dengan mengikuti pendidikan anak usia dini. Proses pendidikan anak usia dini yang dimiliki oleh beberapa pos PAUD di Negara Indonesia sangat bisa atau sangat layak untuk membantu pengembangan seorang anak.

Metode-metode pembelajaran pada anak-anak ini tentu akan berbeda ketike mereka sudah besar, oleh karena selain harus dipahami oleh sekolah dan tenaga pendidik sekolah PAUD maupun para orang tua untuk dapat mendidiknya dari dari rumah.

Metode Pembelajaran Pada Anak Usia Dini

Beberapa orang mungkin ada yang belum begitu mengerti bagaimana cara atau proses yang ada di dalam lingkup PAUD tersebut. Sebenarnya proses pendidikan anak usia dini di lembaga PAUD adalah dengan cara bermain. Karena pada usia tersebut anak akan lebih suka bermain dan juga sangat aktif untuk lebih melakukan eksplorasi terhadap lingkungannya. Maka dari itu dengan proses pengemasan pembelajarannya dikemas dengan cara permainannya yang tidak memberikan beban kepada anak. Akan tetapi setiap anak juga harus lebih memenuhi standar yang telah ditetapkan di dalam pos PAUD tersebut. Berikut ini merupakan beberapa contoh pembelajaran sambil bermain.

1. Bermain sosial

Dalam proses ini seorang anak akan melakukan pembelajaran dengan cara berkelompok dimana tujuannya adalah untuk bisa lebih meningkatkan rasa kerjasama dan juga rasa gotong royong terhadap sesama.

2. Bermain seorang diri

Dalam tahap ini anak dituntut lebih fokus dengan apa yang sedang mereka lakukan tanpa menghiraukan gangguan apapun yang ada dilingkungan sekitarnya, dengan begitu anak bisa lebih meningkatkan cara untuk fokus.

3. Bermain parallel

Untuk kegiatan ini memiliki maksud agar anak bisa melakukan suatu kegiatan dalam suatu kelompok, dimana alat permainan yang digunakan sama antara satu anak dengan anak yang lainnya. Akan tetapi walaupun kegiatan ini dilakukan dengan cara bersama-sama setiap anak dituntut untuk bisa melakukannya sendiri namun masih dalam sistem berkelompok.

4. Bermain asosiatif

Dimana setiap anak akan bermain bersama-sama tanpa memperhatikan mainan, tanpa aturan main ataupun struktur organisasi.

5. Bermain kooperatif

Dalam hal ini seorang anak dituntut untuk lebih bisa bermain bersama akan tetapi peran yang dimiliki oleh seorang anak tersebut berbeda satu sama lain dan memiliki fungsi dimana seorang anak akan lebih bisa mencapai tujuannya masing-masing atau tugas yang telah diberikan.

6. Bermain soliter

Permainan ini lebih menekankan seorang anak untuk bisa bermain mencapai tujuannya tanpa perlu memperhatikan bagaimana situasi sekitar mereka.

7. Bermain menjadi seorang penonton

Tak selamanya anak diajarkan untuk bisa melakukan sesuatu, dalam lembaga PAUD terdapat suatu pembelajaran yang memberikan anak kesempatan untuk menonton atau memperhatikan bagaimana keadaan interaksi disekitar mereka.

8. Bermain dengan benda

Tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk bisa mengembangkan imajinasi yang dimiliki oleh seorang anak. Dimana anak akan diberikan suatu benda dan menyusun benda tersebut sesuai dengan bayangan yang dimilikinya.

9. Bermain sosiodramatic

Permainan ini memungkinkan anak untuk bisa memainkan suatu peran yang dimainkan dalam permainan tersebut.

Setiap pembelajaran atau proses pendidikan anak usia dini bertujuan untuk lebih bisa meningkatkan kemampuan anak di usianya. Metode pembelajaran pada anak usia dini dengan cara bermain ini sangat efektif dalam merangsang sikap dan perilaku sang Anak. Hal ini dapat menjadi modal yang baik untuk sang anak dapat berhasil di lingkungannya ketika besar nanti.

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "9 Metode Pembelajaran Pada Anak Usia Dini Dengan Cara Bermain"