5 Cara Cerdas Untuk Mengatur Manajemen Asip Ibu Bekerja

Waktu Baca: 4 menitSabtu, 30 Maret 2019 16:55 WIB
Manajemen Asip Ibu Bekerja
Sumber: Mybaby.co.id

ASI eksklusif merupakan suatu masa dimana seorang bayi hanya diberi ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya, tanpa tambahan cairan lain maupun makanan padat. ASI sangatlah bermanfaat bagi ibu dan bayi. Bagi ibu, ASI dapat mengurangi perdarahan pasca persalinan karena meningkatnya kadar oksitosin. Sedangkan pada bayi, ASI bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit, mengurangi kemungkinan perawatan tambahan di rumah sakit, dan menghindarkan bayi dari diabetes tipe 1.

Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan kepada anak merupakan tindakan yang sangat dianjurkan oleh para ahli kesehatan. ASI Eksklusif memiliki berbagai manfaat untuk pertumbuhan si buah hati. Manfaat tersebut antara lain memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, membantu pertumbuhan dan perkembangan yang memadai, bahkan bisa juga meningkatkan bonding attachment antara ibu dan bayi. Pemberian ASI dapat dilakukan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih yang nantinya akan disertai dengan makanan pendamping ASI.

Faktanya, pemberian ASI eksklusif pada bayi sering kali tidak terlaksana karena beberapa kendala, terutama pada ibu pekerja. Seorang ibu pekerja biasanya menghabiskan waktu hingga 7-8 jam berada di tempat kerja sehingga tidak dapat menyusui bayinya secara optimal. Lalu, bagaimana caranya agar ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif? Berikut 5 cara untuk ibu pekerja dalam mengatur manajemen ASI untuk si kecil!

1. Menyusui Sebelum Bekerja

Memulai manajemen ASI ibu bekerja yang baik bisa dimulai sebelum berangkat bekerja. Di pagi hari, Moms dapat menjadwalkan untuk menyusui bayi terlebih dahulu. Dengan memanfaatkan waktu ini, bayi mendapatkan ASI secara langsung meskipun ibu hendak bekerja. Selain untuk memberikan ASI, menyusui sebelum bekerja juga dapat meningkatkan rasa kasih sayang ibu lho, Moms!

2. Memerah ASI Tiap 3-4 Jam Di Tempat Bekerja

ASI dapat diperah setiap 3-4 jam sekali atau ketika ibu merasa payudara penuh. Memerah ASI (pumping) dapat dilakukan menggunakan tangan secara manual maupun alat pumping elektrik. Adanya alat pumping elektrik ini tentu sangat membantu dalam memenuhi manajemen ASI ibu bekerja ya terutama saat Moms memiliki waktu sedikit untuk memerah ASI di kantor. Ketahuilah juga ya Moms, sebelum melakukan pumping, perhatikan kebersihan payudara, tangan, dan alatnya. Alat yang kotor dapat menimbulkan penyebaran bakteri pada ASIP sehingga tidak steril lagi dan dapat membahayakan bayi.

3. Pahami Cara Menyimpan ASIP

Moms, sebelum mulai memerah ASI, kita harus menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. ASIP harus disimpan dalam wadah steril. Bahan wadah yang dianjurkan adalah dari kaca atau plastik (polypropylene/polycarbonates). Hindari menggunakan kantong plastik maupun stainless steel ya, Moms! Simpan ASIP di tempat yang aman dan suhu yang sesuai. Usahakan untuk menyimpan ASIP tanpa bercampur dengan makanan lain untuk menghindari kontaminasi ASIP. Jangan lupa untuk memasang label tanggal pemerahan ASIP juga ya, Moms! Dengan begitu, kita dapat mendahulukan ASIP yang diperah terlebih dahulu untuk diberikan kepada bayi.

Selain harus mahir dalam mengatur manajemen ASI ibu bekerja, pahamilah juga bahwa ASIP juga memiliki waktu kadaluwarsa lho, Moms! Waktu kadaluwarsa ASIP ini berbeda-beda tergantung dengan suhu tempat penyimpanannya. Berikut perbedaan daya tahan ASIP berdasarkan tempat penyimpanannya:

  1. Di suhu kamar (25°C) selama 6-8 jam
  2. Di suhu panas selama 4-6 jam
  3. Lemari es (4°C) 24 jam
  4. Freezer (-18°C) selama 3 bulan pada kulkas 1 pintu
  5. Freezer (-18°C) selama 6 bulan pada kulkas 2 pintu
  6. Ice packs selama 24 jam

4. Ketahui Cara Menyiapkan ASIP

ASIP yang disimpan dalam suhu dingin tidak boleh langsung diberikan kepada si kecil ya, Moms! ASIP perlu dihangatkan terlebih dahulu dengan cara ditim, atau botol ASIP direndam dalam air panas. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan suhu ASIP dengan suhu bayi. Hindari memanaskan ASIP menggunakan microwave karena suhu yang terlalu panas dapat merusak kandungan nutrisi di dalamnya. Kemudian, berikan ASI perah dengan sendok atau cangkir. Hindari pemberian ASIP melalui dot ya, Moms! Bayi yang terbiasa menggunakan dot akan mengalami bayi bingung puting, dimana bayi sulit dan kebingungan meminum ASI langsung dari payudara ibu.

5. Susui Bayi Sesering Mungkin Saat Di Rumah

Ketika ibu bersama bayi, manfaatkanlah waktu semaksimal mungkin dengan menyusui secara langsung. Adanya perlekatan antara ibu dan bayi dapat meningkatkan keterikatan kasih sayang. Selain itu, gantilah jadwal menyusui menjadi lebih banyak di malam hari. Karena ketika ibu bekerja, Moms akan lebih banyak berinteraksi dengan bayi pada malam hari. Sebaiknya penggantian jadwal menyusui diterapkan sejak sebulan sebelum bekerja ya, Moms! Hal ini dilakukan agar bayi sudah terbiasa dengan jadwal menyusui yang lebih banyak pada malam hari.

Itulah beberapa cara untuk tetap memberikan ASI eksklusif untuk buah hati dan menjalankan manajemen asi ibu bekerja yang baik. Cara-cara tersebut dapat diterapkan untuk memenuhi hak bayi dalam menerima ASI eksklusif walaupun ibu bekerja. Jadi, meskipun sibuk bekerja, tidak ada halangan untuk tetap memberikan ASI eksklusif ya, Moms! Bagaimana dengan pengalaman Moms saat harus memberikan ASIP di sela-sela waktu pekerjaan yang padat? Share di komentar yuk, Moms!

Bagikan Informasi Bermanfaat Ini!
Apa Komentar Anda Mengenai "5 Cara Cerdas Untuk Mengatur Manajemen Asip Ibu Bekerja"
related post
Pengertian Laktasi Untuk Ibu Menyusui, Agar Bayi Lancar Menghisap ASI

Menyusui merupakan sebuah tahap berikutnya bagi wanita setelah melakukan proses persalinan. Kegiatan menyusui tidak hanya ... Lanjut Baca